Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Pagi yang indah


__ADS_3

"Jack terimakasih ya, kamu sudah dua kali menjadi pelindung bagiku." ucap Elmira yang teringat kejadian dimana Jack sempat tertembak, karena melindungi dirinya yang disekap oleh seorang pria misterius .


"El, mulai sekarang dan seterusnya. aku akan menjadi pelindung untuk mu, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu, cukup sudah perbuatan masa laluku saja yang sudah membuat mu menderita dan terluka." ucap Jack tersenyum hambar teringat perbuatan buruknya.


"Aduuuh...." tiba-tiba Jack mengerutkan keningnya seperti menahan sesuatu.


"Jack, lukamu belum kering. jadi jangan terlalu banyak bergerak. jika kamu butuh sesuatu beritahu saja aku, karena aku akan merawat dirimu sampai sembuh." ucap Elmira dengan penuh kelembutan.


"Apa kamu bisa membantuku kekamar mandi, aku ingin buang air kecil."


Kedua bola mata Elmira langsung membulat, bahkan ekspresi wajahnya bersemu merah.


"Apa sebaiknya aku panggil kan perawat laki-laki saja untuk membantu mu?"

__ADS_1


"Tidak El, bukankah kamu sudah berjanji akan merawat ku dengan baik, sampai sembuh." ucap Jack merajuk.


"Ba... baiklah."


Mau tidak mau Elmira memapah tubuh Jack menuju kamar mandi, setelah itu dia memalingkan wajahnya kearah lain saat Jack buang air kecil. setelah selesai dia kembali membantu Jack dengan sangat telaten, termasuk saat memberikan obat, makan dan minum. Elmira sudah menjalankan perannya seperti seorang calon istri yang baik bagi Jack.


"El, berbaring lah di sisiku. aku tidak tega melihat mu tidur di sofa atau dikursi karena itu bisa membuat mu merasa pegal." bujuk Jack saat melihat Elmira yang sudah sangat mengantuk. sesekali gadis itu menguap dengan mata yang mengembun.


"Ayolah El, berbaring lah disebelah ku. aku pastikan kamu akan merasa nyaman." pinta Jack.


"Tidak masalah bagiku, yang penting kamu tidur di sisiku. karena kasur ini muat untuk menampung kita berdua. ayolah sayang berbaringlah di sisiku. aku janji nggak bakal macam-macam, kamu lihat sendiri bagaimana kondisi ku sekarang." bujuk Jack.


"Baiklah, tapi jangan salahkan aku nanti nya jika lukamu bertambah parah," ucap Elmira yang membaringkan tubuhnya dengan sangat hati-hati disebelah Jack yang langsung tersenyum senang.

__ADS_1


"Rasanya sudah tidak sabar tidur sambil berpelukan dan berbagi kehangatan dengan mu El." bathin Jack dimana ingatan nya kembali pada masa dia menikmati hangatnya tubuh Elmira yang menjadi candu baginya. sehingga setelah kejadian itu Jack tidak pernah mampu melupakan El. hingga takdir kembali mempertemukan mereka kembali.


"Semenjak kejadian malam itu, hati dan cintaku sudah menjadi milikmu seutuhnya Elmira. tidak ada perempuan lain dihatiku selain kamu, sekarang dan untuk selamanya. kamu yang pertama dan terakhir bagiku." gumam Jack menatap wajah polos dan sangat cantik yang sudah tertidur pulas disebelahnya. perlahan Jack mencium kening, pipi dan terakhir bibir Elmira. dengan penuh kelembutan dan sangat pelan dia takut sang pujaan hatinya akan terbangun.


Mentari bersinar begitu indah, bahkan pantulan cahaya nya menerobos masuk melalui celah-celah jendela. yang membuat sepasang kekasih saling mengeratkan pelukannya.


Tiba-tiba El mengerjapkan mata nya berkali-kali, ketika matanya yang masih terpejam terkena terpaan cahaya matahari langsung. begitu membuka mata hal pertama yang dia lihat, adalah Jack. laki-laki itu terlihat sudah rapi tersenyum manis menyapanya.


"Good morning, my honey...."


"Morning too... darling." jawab El malu-malu, bahkan dia ketiduran dan tidak menyadari jika Jack sudah terlebih dahulu bagun dan kondisi nya sudah jauh membaik.


"El, bersiaplah sayang. aku menunggumu untuk sarapan bersama."

__ADS_1


"I... Iya."


Elimira langsung menuju kamar mandi untuk bersih-bersih.


__ADS_2