
Malam ini, Elmira sudah dijemput oleh dua sahabatnya kerumah.
"Elmira, kamu belum siap-siap. kasihan Mawar nanti jika dia sampai' kelamaan menunggu kedatangan kita."
"Tapi, aku tidak mempunyai gaun indah seperti kalian." alasan Elmira, karena selama ini dia selalu tampil sederhana dan apa adanya.
Elmira hanya tersenyum, sambil mengeluarkan pakaian yang terlihat biasa dimata teman-temannya. karena dia tidak mempunyai satupun gaun mahal dan Indah, karena sejujurnya Elmira memang kurang menyukai gaun.
"Elmira, itu pakaian apa?" Dita mengerutkan keningnya melihat pakaian yang akan dikenakan oleh Elmira, bahkan terlihat kebesaran.
"Aku hanya punya pakaian ini." jawab Elmira yang mulai mengganti pakaian nya.
"Tidak...tidak bisa, kamu akan terlihat sangat buruk nantinya. sebaiknya kamu pakai salah satu gaunku ini." Rose berlari menuju mobilnya, lalu mengeluarkan salah satu gaun terbaik nya dan memberikannya kepada Elmira.
"Sebaiknya aku mencari alasan, agar wajahku tidak terlalu terlihat banyak orang nantinya." Elmira mulai memutar otaknya.
Tubuh indah Elmira telah melekat gaun mahal, yang terlihat sangat indah dan selaras dengan kulit nya yang putih bersih. dia menatap pantulan wajahnya di cermin besar meja hias, Elmira seakan tidak percaya dengan penglihatannya. sangat cantik, bahkan Rose dan Dita tersenyum kagum.
"Elmira, kamu benar-benar cantik tanpa didandani pun, namun setelah didandani kecantikan kamu semakin terlihat sempurna." puji Dita.
__ADS_1
"Walaupun kalian memuji penampilan ku, tapi aku tidak merasa nyaman. bolehkan jika aku memakai topeng kupu-kupu ini untuk sekedar menutupi bagian mataku saja?"
"Kenapa kecantikan mu harus ditutupi, sayang." ucap Rose gemas.
"Aku kurang percaya diri, jika bagian wajahku terekspos semuanya dihadapan banyak orang nantinya."
"Oke, jika itu yang membuat mu lebih nyaman."
Elmira memasang topeng kupu-kupu, yang menutupi bagian mata dan keningnya. namun malam membuat nya terlihat semakin mempesonanya, bak seorang putri dongeng.
"Aku yakin, para lelaki tampan disana pasti akan semakin penasaran. wajah asli dibalik topeng hi..hi.." Rose dan Dita tertawa senang, mereka bangga mempunyai sahabat secantik Elmira.
Begitu sampai di kapal mewah, Elmira semula sempat celingak-celinguk seperti tidak percaya, jika dia akan memasuki tempat yang sangat indah, tepat nya seperti mimpi bagi seorang Elmira menginjakan kaki di sana. begitu juga dengan Rose dan Dita.
Kapal mulai mengarungi samudra lepas, memanja kan mata para pengunjung yang kebanyakan dari golongan atas.
"Ditempat ini, tidak ada yang akan menyadari jika kita adalah rakyat jelata. jadi nikmatilah kehidupan kita ini. meskipun serasa seperti mimpi." bisik Rose, yang membuat kedua sahabatnya tersenyum.
"Elmira, Rose dan Dita. syukurlah akhirnya kalian datang juga ke acara ku ini."
__ADS_1
"Tentu, karena kamu adalah sahabat terbaik kami."
"Mark, perkenalkan ini Rose, Dita dan Elmira. mereka bertiga adalah sahabat ku."
Mark mengulurkan tangannya, untuk berjabat tangan.
"Senang bertemu dengan kalian."
Mark menyapa ramah teman-teman dari calon istri nya, lalu mengajak mereka memasuki ruangan khusus. tempat yang luas dan sudah didekorasi indah.
Disetiap meja sudah tersaji beraneka makan lezat, bahkan Dita nampak sudah tidak sabaran untuk menyicipinya.
Acara berjalan cukup lancar, nampak senyum bahagia terpancar dibibir mawar.
"Mawar beruntung ya, karena bisa menikah dengan orang yang dicintai dan mencintai nya. semoga aku juga bisa seperti mawar." gumam Rose.
Beda dengan Elmira, dia mengigit bibirnya sedih.
"Aku tidak akan pernah merasa seperti ini, karena harapan indah ku dengan Dev sudah berakhir. "
__ADS_1