
Elmira sangat bahagia, karena semakin hari kondisi nya mulai membaik. bayinya mulai berkembang dengan sehat dan tidak merepotkan, bahkan dia tidak pernah ngidam macam-macam seperti kebayangkan wanita hamil lainya. mungkin calon bayi Elmira sangat mengerti jika mereka tidak memiliki seorang ayah. dan hanya ada ibu yang berjuang sendiri. yang akan memberikannya segenap cinta dan kasih sayang.
"Aku mulai bosan, jika setiap hari hanya dirumah saja." adu Elmira pada madam Jane, yang sekarang sudah dipanggil nya dengan sebutan ibu.
"Kita bisa jalan-jalan, setiap akir pekan." jawab Jane.
"Ibu, aku ingin bekerja dan mempunyai sedikit kesibukan."
"Berkerja, tapi kondisimu sedang hamil, nak. lagian kita masih mempunyai uang cukup dari asisten Jason."
"Aku cari kerja yang santai, paling tidak aku akan merasa lebih nyaman dan tidak kepikiran kejadian buruk itu lagi, dengan menyibukkan diri bekerja."
"Ibu akan menghubungi Jason, secara diam-diam. siapa tahu dia bisa membantumu untuk mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang cocok."
"Terimakasih ibu, aku sangat menyayangi." ucap Elmira manja.
Madam Jane menghubungi Jason, mengingat Jason memiki banyak koneksi dinegara ini. sehingga dia bisa membantu Elmira.
"Hallo madam ada apa? dan bagaimana dengan kondisi nona Elmira. apa dia baik-baik saja." terdengar nada cemas dari Jason.
"Kondisinya sangat baik, tapi nona Elmira bersikeras untuk tetap mencari pekerjaan. aku sudah kehabisan akal untuk membujuknya."
"Aku mengerti, mungkin dengan bekerja. nona Elmira bisa mengalihkan perhatian nya dari permasalahan dan rasa bosan."
__ADS_1
"Terus apa yang mesti kita lakukan?"
"Aku akan menghubungi sepupuku yang memiliki toko bunga, sapa tahu dia bisa memperkerjakan Elmira untuk sekedar bantu-bantu disana. sehingga nona Elmira juga tidak akan kecapean nantinya."
"Ide yang bagus."
Satu jam setelah itu, Jason kembali menghubungi madam Jane, mereka sekarang bebas untuk berkomunikasi mengingat posisi Jason yang sedang dirumah.
"Madam, besok Elmira sudah bisa bekerja di toko bunga sepupuku, dan lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah." ucap Jason.
"Syukurlah, nona pasti sangat bahagia dengan berita ini."
"Jason, bagaimana kabarnya tuan muda Jack sekarang?"
"Sedangkan tuan Jack, disibukkan dengan bisnisnya yang semakin meningkat, dan gadis model yang terus berusaha mendapatkan cintanya."
"Aku senang mendengarnya, jika tuan Jack sudah melupakan Elmira. paling tidak kami merasa sedikit aman."
*****
Pagi yang cerah, Elmira bersiap-siap untuk berangkat kerja dengan penuh semangat.
"Ibu, aku berangkat dulu ya...."
__ADS_1
"Ya, kamu hati-hati nak."
"Iya ibu, da..da..." melambaikan tangan sebelum berangkat.
"Kamu harus kuat nak, ini adalah hari pertama kita bekerja dan berada diluar rumah. kita harus move on dari masalah. kamu pasti senang kan?" Elmira mengelus perut nya masih terlihat datar. mungkin karena dia juga menyukai pakaian yang longgar.
Tidak sampai dua puluh menit, Elmira sudah berada didepan toko bunga. dia tersenyum senang karena ini merupakan kesukaannya. menatap dan menikmati beraneka macam bunga-bunga yang indah dan bermekaran.
"Selamat datang, kamu pasti nona Elmira?"
"Ya Nyonya."
"Jangan sungkan, panggil aku Bu Berliana. aku adalah pemilik toko bunga ini "
Elmira mengulurkan tangannya, lalu saling berjabat tangan dengan hangat.
"Jason sudah cerita tujuanmu kesini."
"Iya, Bu Berliana. apa yang bisa saya kerjakan."
"Disini kamu bebas, menata bunga. atau membuat buket bunga agar terlihat semakin menarik juga bisa."
"Wah...aku sangat menyukai pekerjaan itu."
__ADS_1
Elmira mengikuti langkah Berliana, memasuki toko bunga terbesar dipusat kota. yang membuat nya tidak puas untuk tersenyum mengagumi keindahan nya.