
Dengan kasar, Dev manarik tangan Alexa yang ingin kabur. lalu menempelkan birinya ke bibir Alexa yang mencoba meronta. sedangkan tangannya yang lain, dia gunakan untuk membuka pakaian nya sendiri. tatapan mata penuh gairah dan kemarahan, seakan-akan ingin menelannya utuh-utuh.
"Bukan malam pertama yang seperti ini, yang aku inginkan Dev, aku mohon hentikan. tolong lihat dan perlakukan aku layaknya istrimu yang sesungguhnya." tolak Alexa.
Dev ******* bibir Alexa dengan rakus dan tidak sabaran, bibir yang manis dan buah dada yang besar, membuat Dev merasa puas memainkannya. setelah itu, Dev memutar posisi tubuh nya. Alexa merasakan tubuh tinggi dan bentuk perut yang sixpack menimpanya dari atas. Dev tidak memakai pengaman, dan mulai memasukinya, Alexa tiba-tiba berteriak kesakitan.
"Stop Dev, ini sangat sakiiit."
"Ini yang kamu inginkan, hingga masih berusaha mempertahankan pernikahan kita." Dev tersenyum.
"Tapi tidak dengan cara seperti ini, Dev."
Alexa merasa tidak bertenaga lagi untuk menolak, tubuh nya lemas. namun dia memejamkan mata rapat saat merasakan bagian intinya mulai terbelah, saat sesuatu berukuran besar masuk dengan dipaksakan.
"Aaaaaaaggh...sakiiit, hentikan... Dev." tidak pernah terbayangkan oleh Alexa sebelumnya, jika melepas keperawanan akan sesakit ini.
__ADS_1
Sedangkan Dev tersenyum puas, sambil terus memainkan nya.
"It feels good...., amazing...yes." ceracau Dev.
Perlahan rasa perih dan sakit mulai berkurang, berganti rasa nikmat yang tiada tarra. perlahan tangan Alexa mulai meraba dada bidang diatas tubuh nya, laki-laki yang begitu dia cintai selama ini, bahkan dia berharap bisa hamil anaknya Dev. sehingga Dev tidak akan bisa lepas darinya.
Dev makin menggila, hingga mereka berhasil mencapai pelepasan secara bersamaan.
"El... Elmira..aaa....."
"Cintaku, hanya bertepuk sebelah tangan padamu Dev, dan rasanya sangat sakit. bahkan impian berumah tangga yang indah seakan neraka bagiku." ucap Alexa melirik Dev yang sudah tertidur pulas di samping nya. tanpa peduli lagi dengan kondisi nya.
*****
Kehidupan yang dijalani Alexa sudah berbanding terbalik dengan Elmira, yang sudah menjalani hari-harinya dengan kebahagiaan.
__ADS_1
"Aku tidak boleh terlambat, ini adalah hari pertama ku bekerja. aku harus mengumpulkan uang yang banyak demi masa depan twins." gumam Elmira yang berpacu dengan waktu memasuki sebuah perusahaan terkemuka di kota kelahiran Ibunya.
"Hey anak baru, kamu sepertinya terlambat dihari pertama mu." ucap Erika kepala bagian HRD yang kemaren sudah mewawancarai Elmira.
"Maaf bu, dijalan motor kakak saya sempat mogok sehingga saya terlambat untuk datang."
"Itu bukan alasan, bagaimana kamu bisa menunjukkan kinerja baikmu diperusahaan ini. jika dihari pertama saja kamu sudah menunjukkan kinerja buruk." menatap kesal kearah Elmira.
"Sekali lagi saya meminta maaf Bu, untuk kedepannya saya berjanji hal ini tidak akan terjadi lagi." ucap Elmira.
"Baiklah, saya akan memberikan kamu kesempatan sekali lagi, berhubung kamu masih dalam masa percobaan disini. kamu mengerti."
"Saya sangat mengerti Bu."
"Karena kamu memiliki pengalaman kerja di bagian keuangan, maka saya juga akan meletakkan kamu bekerja pada posisi yang sama. bekerja lah dengan baik. jangan lakukan kesalahan lagi." ucap Erika sebelum meninggalkan ruangan Elmira yang baru.
__ADS_1
"Mudah-mudahan saja aku betah disini, meskipun sikap yang ditujukan oleh ibu Erika kurang bersahabat. aku harus harus bersemangat demi Clara dan Cleo tersayang ku, mami akan melakukan apapun demi kalian."