
"Ayo semuannya harus berkumpul, karena sebentar lagi kita akan kedatangan Presdir dari kantor pusat. untuk sementara waktu dia juga akan bekerja disini." teriak Erika yang tampil dengan gaya yang berbeda dari biasanya.
"Hey Elmira, kamu juga harus mempersiapkan dirimu. sebagai staf keuangan dan masih baru, tentunya Presdir akan lebih memperhatikan cara kerjamu. berhati-hatilah karena masalah keuangan perusahaan ini sangat sensitif. bisa-bisa Presdir akan menemukan kesalahan mu, dan siap-siap lah untuk angkat kaki dari perusahaan ini." ucap Erika, yang menyesali dirinya yang sudah menerima Elmira untuk bekerja. karena merasa tersaingi oleh kecantikan natural yang dimiliki gadis itu.
"Baik Bu."
"Dengar semuanya, ini bukan untuk Elmira saja. tapi juga menyangkut tentang nasip kita diperusahaan ini kedepannya, jadi saya harap serius lah. karena pimpinan kalian kali ini bukan diriku saja, selaku kepala cabang, melainkan Presdir dari kantor pusat. kalian paham." pak Dito selaku kepala cabang ikut bersuara.
"Paham pak."
Semua mulai larut dengan pekerjaan masing-masing, wajah mereka memperlihatkan ekspresi yang berbeda-beda, karena setelah kedatangan presdir nantinya, selain rapat besar juga akan diadakan audit tahunan.
__ADS_1
Terdengar suara operator dari Walkie-talkie, yang memberitahukan jika Presdir baru perusahaan mereka sudah datang. yang membuat semua karyawan menjadi sibuk, berdiri menyambut kedatangannya. bahkan ada yang sibuk dengan penampilan nya sendiri. agar terlihat lebih menarik dihadapan Presdir.
Semua mata tertuju pada sosok pria tampan, postur tubuh tinggi tegap menuju kearah mereka. Elmira tidak bisa melihat jelas setelan biru tua yang pas dilengkapi dengan tubuh yang kekar dan dada yang bidang. dia lebih memilih untuk menundukkan kepalanya, namun dia bisa melihat sepasang kaki lurus sempurna yang mengarah kearahnya.
Sepasang sepatu kulit coklat yang baru di poles dan berkilau di bawah sinar matahari. sudut tatapan pria itu memiliki aura yang begitu kuat. seperti raja abat pertengahan, apalagi semakin lama dia semakin mendekat.
"Sangat tampan, dan penuh kharisma." gumam Erika tanpa sadar terdengar jelas ditelinga Elmira.
Meskipun pria itu memakai kaca mata hitam, wajahnya terpahat sempurna dan bibirnya yang seksi sudah membuat wanita manapun tergila-gila padanya. bahkan para karyawan wanita terus memuji ketampanan seorang Jack. yang diikuti beberapa orang yang mengenakan jas berwarna hitam dibelakangnya. rasa penasaran membuat Elmira mengangkat kepalanya perlahan.
Ucapan Elmira, membuat semua beralih menatap nya, bahkan ada yang tersenyum miring melihat keberanian seorang anak baru, memangil langsung nama Presdir.
__ADS_1
"Tamatlah riwayatmu, hari ini Elmira." bisik Erika.
Jack menghentikan sejenak langkah kakinya, melirik sekilas Elmira, bersikap seolah-olah tidak mengenali gadis itu. kemudian melanjutkan lagi langkahnya memasuki ruangan rapat. yang diikuti semua karyawan, karena kali ini adalah rapat besar sekaligus penyambutan Presdir baru mereka.
"Elmira, kenapa kamu masih berdiri seperti patung dalam situasi seperti ini. cepat masuk ke aula ruangan rapat."
"Ba... baiklah Bu." ucap Elmira kembali tersadar dari lamunannya.
"Brengsek kamu Jack, kamu selalu berhasil menemukan keberadaan ku." Elmira sadar, sampai kapanpun dia tidak akan mampu melawan penguasa seperti Jack, meskipun begitu dia bersumpah pada dirinya sendiri jika dua tidak akan pernah menyerahkan ke-dua anak-anaknya.
Acara penyambutan kedatangan Jack, diiringi dengan tepuk tangan yang meriah. namun tidak dengan Elmira. ini merupakan pukulan besar untuk nya, tangannya terasa bergetar sehingga beberapa file penting ditangannya jatuh berserakan dilantai.
__ADS_1
"Elmira, lagi-lagi kamu. kenapa kamu bisa seceroboh ini sih. apa kamu sengaja ingin menarik perhatian Presdir baru kita." bisik salah seorang teman wanitanya.
Elmira tidak menggubris, dia berjongkok untuk mengambil file dan kertas yang berserakan. namun sebelum tangannya berhasil mengambil, Jack sudah terlebih dahulu mengambil dan menyerahkan ke tangannya. yang membuat semua kembali mendapatkan kejutan dari sikap Presdir mereka terhadap anak baru yang hanya karyawan biasa.