
Beberapa hari dirawat dirumah sakit, kondisi Elmira dan twins mulai membaik dan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menangani mereka.
Devan berperan layaknya suami yang baik, menjemput dan membantu proses kepulangan Elmira.
"Aku dan madam, sudah menyiapkan kamar yang nyaman untuk twins." ucap Dev bersemangat. karena dari semalam dia sudah mendekorasi dibantu oleh teman-teman Elmira untuk menyambut twins kesayangan mereka.
"Terimakasih paman Dev, Oma Jane. aku tidak tahu harus bagaimana untuk membalas kebaikan kalian berdua yang begitu tulus dan ikhlas."
"Please jangan dibahas lagi, El. aku dan madam dari awal sudah berjanji untuk membantu mu melewati ini semua."
"Iya nak, kita adalah satu keluarga yang akan selalu saling menyayangi."
Elmira menatap wajah putra-putri nya, yang memiliki raut wajah seorang Jack.
"Ya Tuhan, semoga kelak ke-dua anak-anakku tidak mewarisi sifat buruk ayahnya. dan kami tidak dipertemukan lagi dengan Jack." doa Elmira sambil memejamkan sejenak matanya.
Mobil yang dikendarai Dev sudah sampai dihalaman utama, dia dengan sigap membantu Elmira turun sambil menggendong bayi-bayi nya.
__ADS_1
"Hati-hati Elmira."
Madam Jane mengikuti dari belakang, sambil membantu membawakan barang-barang Elmira.
"Welcome my baby twins."
Elmira tersenyum senang, begitu masuk rumah, Dev sudah mempersiapkan penyambutan kecil untuknya dan twins.
"Selamat datang sahabat ku Elmira dan twins." ucap Dita.
"Keponakan ku yang cantik dan ganteng." sapa mawar antusias dia mengambil alih mengendong Bayi Clara yang masih tidur pulas.
"Makanya cepat nikah, biar punya baby seperti Elmira." ledek yang lain. membuat Elmira terdiam sejenak, karena dia mempunyai baby tanpa proses pernikahan seperti yang diimpikan banyak orang. namun dia tidak boleh terlihat sedih dihadapan teman-temannya dan kembali bersikap ceria.
****
Mona semakin gencar melakukan pendekatan pada Jack, apalagi dia sudah mengantongi Restu. selain mempunyai misi khusus, sejatinya Mona sangat mencintai Jack setelah gagal mendapatkan cinta dari Mark dulunya.
__ADS_1
"Pagi Jack."
Mona mendekat bibirnya, dia ingin mencium bibir Jack, hal yang sudah lama dia impikan, namun Jack kembali menepis dan menjaga jarak, seolah-olah tidak ingin tersentuh oleh wanita secantik dirinya.
Jack menatap jengah kedatangan Mona, entah mengapa dia mulai muak melihat gadis itu. apalagi setelah hari pertunangan mereka yang semakin mendekat. jika karena paksaan dari papi ingin rasanya dia membentak Mona yang mulai berani menempel ditubuh nya tanpa malu dihadapan semua orang.
Mona sengaja ingin tampil mesra dengan Jack, agar semua orang tahu. jika dia adalah wanita yang paling beruntung di dunia, karena keberhasilan nya mendapatkan cinta seorang Jack yang digilai banyak wanita cantik. hal ini merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi Mona.
"Jack, aku sangat bahagia. tidak lama lagi kita akan bertunangan. aku ingin dunia tahu jika kita berdua adalah pasangan yang serasi."
"Terserah kamu Mona, berpendapat seperti apa. yang perlu kamu ingat. sampai kapanpun aku tidak bisa mencintaimu, jadi jangan berharap lebih dari hubungan yang didasari perjodohan ini." ucap Jack dingin dan kembali menyibukkan dirinya dengan tumpukan berkas kerja sama dihadapannya.
Mona berusaha menahan sakit atas penolakan Jack, mungkin dia akan mencoba sedikit lebih bersabar lagi.
"Tidak masalah Jack, suatu saat kamu pasti akan jatuh cinta dan jatuh kedalam pelukan ku. kita lihat saja nanti." bathin Mona percaya diri sambil tersenyum miring.
"Jack, temani aku ke butik ya." mencoba mengenyampingkan penolakan Jack.
__ADS_1
"Aku tidak punya waktu untuk hal semacam itu, tolong jangan ganggu aku."
"Ini permintaan mami mu, dia menyuruh kita fitting baju untuk acara besar pertunangan nantinya." ucap Mona yang ampuh membuat Jack terdiam. Mona tidak sabar lagi ingin memiliki Jack, seandainya hari ini langsung menikah dia akan setuju asalkan itu bersama Jack.