
Meskipun sudah di rawat dirumah sakit, Alexa masih belum berselera untuk memakan nasi. dia hanya mau minum susu hamil dan buah-buahan segar, mama nya sudah membujuk dengan berbagai macam makanan kesukaannya. namun Alexa kembali merasakan mual dan muntah lagi, jika dipaksakan untuk memakan.
"Alexa, mami jadi kasihan melihat mu. apa kamu kuat dengan hanya minum susu dan buah setiap hari, sayang." ucap Mami menatap dengan tatapan iba.
"Aku kuatlah mi, buktinya aku tidak pernah pingsan lagi kan." jawab Alexa seraya tersenyum.
Devan menatap Alexa yang asyik berbincang-bincang dengan maminya, di lubuk hati terdalam dia merasa kasihan melihat sang istri.
"Ternyata hamil itu berat, tidak semudah yang aku pikirkan." ucap Devan tanpa sadar.
"Benar sekali Dev, anakmu itu turunan dari kamu." sela papi.
"Maksud papi."
__ADS_1
"Sewaktu hamil kamu, kondisi mamimu tidak jauh dari beda dari Alexa. bahkan lebih parahnya lagi sampai tidak makan selama tiga bulan." ucap papi.
"Pi, bukanya aku ingin membandingkan. tapi aku pernah membantu dan menemani Elmira selama melewati proses kehamilan twins. dia terlihat kuat dan bahkan bisa bekerja. seolah-olah tidak ada bedanya kondisi sedang hamil dan tidak." ucap Dev dengan suara pelan-pelan, takut terdengar Alexa dan mami, bisa-bisa mereka salah paham.
"Dev, setahu papi. kehamilan setiap orang itu berbeda-beda, ada yang kuat dan tidak ada bedanya dengan kondisi seperti biasa. ada juga yang kemah dan harus Ekawati berbagai rintangan seperti mual, muntah dan tidak selera makan. hari gini kamu masih belum juga paham, kamu kan bisa browsing internet untuk mengetahui masalah kehamilan." terang papi.
"Iya juga sih pi."
****
"Tolong handle semuanya dulu, saya mau pulang." ucap Dev pada asisten nya.
" Baiklah Tuan."
__ADS_1
Devan mengabaikan tatapan heran para bawahan nya. yang melihat perubahan sikapnya ini, dia terus mengayunkan langkah menuju parkiran dan kembali melajukan mobilnya kearah jalan pulang kerumahnya.
Alexa yang tengah bersantai menikmati teh hangat bersama mertuanya diteras depan rumah, setika tersenyum lembut sambil mengelus-elus perutnya yang masih datar, melihat kedatangan Devan berjalan kearah mereka yang sedang asyik ngobrol-ngobrol.
"Devan, kok balik pulang lagi, emangnya ada yang ketinggalan?"
"Ada, sepertinya hatiku mulai tertinggal." ucap Dev membuat pipi Alexa langsung bersemu merah, apalagi mami mertuanya yang ikut-ikutan tersenyum.
Devan duduk ditengah-tengah, antara sang mami dan Alexa, sebelah tangan nya beralih mengelus sayang perut Alexa, yang ampuh membuat suasana hatinya kembali senang dengan bermanja-manja seperti ini.
Cukup lama Dev menghabiskan waktu dirumah, rasanya dia begitu nyaman jika berlama-lama didekat Alexa, meskipun belum keluar dari bibirnya kata-kata cinta lainya.
"Devan, kamu persis papimu dulu. sewaktu mami hamil kamu. dia juga sangat manja dan nggak bisa jauh dari mami, dan kehamilan mami juga tidak jauh beda dari Alexa, mami juga sering merasa pusing, mual dan tidak selera makan, sehingga kondisi fisik mami juga menurun, namun dengan perhatian dan kasih sayang penuh dari suami, membuat mami tetap kuat, hingga melahirkan mu sampai proses persalinan normal."
__ADS_1
"Mi, Alexa juga pengen proses melahirkan nya normal juga. karena ingin merasakan bagaimana menjadi seorang ibu yang seutuhnya."
"Iya sayang, mama doakan yang terbaik untuk mu."