Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Cinta abadi


__ADS_3

Mereka kembali melanjutkan perjalanan, ketika menemukan bekas jejak kaki manusia. berharap bisa bertemu dengan petani atau masyarakat disekitarnya. namun semakin jauh mereka berjalan tidak menemukan satupun pemukiman penduduk.


"Tidak ada hasil apapun yang kita temui, sayang...apa kamu masih kuat berjalan lebih jauh lagi."


"Ya Papskey." balas Elmira bersemangat.


"Tapi semakin kesini, jejak kaki ini semakin banyak Paps, bahkan jika diperhatikan seksama. pijakan kaki ini sepertinya tidak mengunakan alas kaki seperti kita. ini bekas pijakan kaki langsung tanpa alas kaki?"


"Iya, juga." ucap Jack setelah memperhatikan keanehan tersebut.


"Sayang, sebaiknya kita mencari tempat istrahat. karena hari sudah mulai gelap, sepertinya diatas batu besar itu bisa kita gunakan untuk tidur malam ini."


"Baik Papskey, asalkan selalu bersamamu, aku akan bahagia." mereka saling pandang penuh cinta.


Mereka berjalan menuju batu, mengunakan ransel besar milik Mona sebagai bantal mereka lalu tidur sambil berpelukan hangat, menatap kearah langit dengan cahaya penuh bulan purnama yang bersinar terang benderang, sesuai dengan suasana hati mereka yang bahagia diatas perjuangan dan tantangan yang berat untuk keluar dari hutan belantara ini.

__ADS_1


"Sayang, lihatlah itu ada bintang jatuh. dulu Ellena paling suka menatap bintang jatuh sambil berdoa." ucap Jack.


"Apa kamu, ingin mencoba untuk berdoa?"


"Ya, Aku ingin berdoa agar cinta kita abadi dan selalu bersamamu dalam suka dan duka. keluar dari tempat ini dan bertemu dengan anak-anak kita." ucap Ellena antusias.


"Amiiin, tapi aku bersyukur. dengan kejadian ini aku mengetahui misteri yang sudah bertahun-tahun aku cari tahu kebenarannya, akirnya terungkap juga meskipun dengan cara seperti ini. dalang pembunuh adikku akhirnya terkuak, dan mereka juga sudah mendapatkan pembalasan yang setimpal." ucap Jack bernafas lega.


"Aku tidak habis pikir, kenapa Mona dan kakaknya tega berbuat jahat dan menghilang kan nyawa seseorang dengan mudah, tanpa rasa belas kasih." ucap Elmira.


"Semoga mereka berdua tenang disana Jack."


"Entahlah, jauh dilubuk hatiku belum bisa memanfaatkan mereka, momskey."


Jack mengeratkan pelukannya, bibir mereka menyatu seiring dingin yang merasuk ke kulit. mengantar kehangatan didada. bercinta dialam terbuka, disaksikan cahaya bulan dan bintang. kemungkinan binatang hutan ikut menyaksikan sepasang manusia yang dimabuk cintai tersebut.

__ADS_1


******


Sudah hampir sepuluh hari berlalu, pihak kepolisian dan tim SAR belum menemukan titik terang, tentang keberdaan Jack dan Elmira. atas permintaan pihak keluarga pencarian tetap dilanjutkan, karena tuan Abraham dan istri nya tidak akan bisa tenang sebelum menemukan keberadaan anak menantunya.


Pencarian kali semakin melebar ke pelosok hutan, yang lebih dalam lagi, bahkan mereka menempuh dua hari perjalanan mendaki dan menurun. dalam pencarian ini Dev tidak ikut karena perusahaan nya sedang ada permasalahan yang harus melibatkan dirinya secara langsung, sehingga hanya Erlangga lah pihak keluarga satu-satunya yang mewakili dalam pencarian ini.


Mereka terus berjalan, sampai menemukan aroma bangkai yang sangat menyengat. yang sudah tercium meskipun dari kejauhan, membuat mereka penasaran, karena berdasarkan pengamatan Tim SAR, jika bau tersebut berasal dari mayat manusia.


Erlangga dan rombongan langsung mencari sumber bau busuk tersebut, meskipun mereka kesusahan untuk bernafas meski sudah mengunakan masker. langkah mereka terhenti pada sebuah bangunan Tua. satu-satunya terdapat didalam hutan tersebut.


"Kita harus masuk dan memeriksanya secara langsung, karena bau berasal dari bangunan ini."


"Oke."


Tim langsung mendobrak pintu, semua langsung terlonjak kaget saat melihat dua mayat yang sedang berpegangan tangan. kondisi mereka sudah mengembang dan membusuk dan tidak bisa untuk di kenali lagi bentuk wajah mereka.

__ADS_1


"Elmira, ya dia adalah adikku. aku sangat yakin jika dia adalah adikku dari cincin yang dikenakan wanita ini." tunjuk Erlangga langsung syok dan menagis.


__ADS_2