Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Hilang bak ditelan bumi


__ADS_3

Pagi ini, seluruh jagad raya dihebohkan dengan berita tentang kecelakaan seorang pengusaha muda dan istri nya. Dev yang semula mengabaikan saja berita tersebut, tiba-tiba terlonjak kaget begitu mendengar nama Elmira dan Jack disebut.


Degh!!?


"Tidak mungkin mereka, Tuhan lindungilah Elmira ku." dengan tangan bergetar, Dev langsung menghubungi ponsel Jack maupun El, namun nihil tidak tersambung. dengan perasaan panik dan was-was Dev segera melaju kekediaman keluarga Jack untuk memastikan informasi tersebut.


"Mudah-mudahan saja pemberitaan ini hanyalah kesalahpahaman media." doa Dev berusaha menenangkan gemuruh didadanya yang terus berkecamuk. dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai.


Dev segera turun, saat melihat nyonya Elizabeth dan suaminya terlihat sangat panik. mereka terlihat sedang berbicara dengan pihak kepolisian.


"Nyonya, apa yang terjadi dengan Elmira dan Jack?" tanya Dev yang tidak bisa mengendalikan rasa ingin tahu nya.


"Dev."


Nyonya Elizabeth langsung memeluk Dev menumpahkan kesedihannya, sedangkan tuan Abraham diam seribu basa dengan mata sembab. seakan tidak sanggup mengeluarkan kata-kata lagi.


"Nyonya, tenanglah. aku yakin semua akan baik-baik saja." ucap Dev menerka-nerka.


"Mobil yang dikendarai Jack mengalami kecelakaan hebat, bahkan pihak kepolisian setempat tidak bisa mengindentifikasi mereka karena jurang yang dalam." ucap Elizabeth tangisan kembali tumpah.


"Tuan, tenanglah. pihak kepolisian kita dan negara setempat akan bekerja sama untuk menemukan mereka. meskipun kemungkinan kecil mereka selamat. tapi kami akan berusaha. Tim kami sudah menghubungi kedutaan kita dinegara Swiss untuk ikut memberikan bantuan khusus untuk menemukan dan mengindentifikasi mereka berdua." terang pihak berwajib.


"Tidak mungkin?"

__ADS_1


Tubuh Dev terasa lemas, seolah-olah tempat nya berpijak seakan berputar. dia tidak mampu berkata-kata lagi, ketika pemberitaan terbaru pencarian Elmira dan Jack mengabarkan jika mobil mereka sudah meledak dan kemungkinan mereka juga terjebak dalam mobil yang meledak secara dahsyat tersebut.


"Cucuku yang malang...." Elizabeth kembali menagis sambil memeluk tubuh mungil Clara dan Cleo, kedua bocah tersebut ikut menangis meskipun kurang mengerti dengan apa yang sesungguhnya terjadi dan menimpa kedua orang tua mereka.


"Aku akan terbang ke Swiss hari ini juga, aku akan membantu pencarian tentang Elmira maupun Jack."


"Terimakasih nak, kami juga akan kesana untuk memantau dan memastikan pencarian mereka." ucap tuan Abraham.


"Bagaimana dengan Clara dan Cleo?"


"Untuk sementara, mereka akan diawasi oleh Jane, dan pengasuh." tutur Elizabeth disela-sela tangisannya.


"Tuhan..., lindungi lah anak dan menantu ku. kasihanilah cucu-cucu ku yang selalu menanyakan keberadaan orang tuanya, yang seharusnya mereka kembali pulang hari ini. hick...hick.." Elizabeth beberapa kali pingsan, karena tidak sanggup harus kehilangan anaknya lagi setelah kepergian Ellena.


"Amiiin."


Dev mengendong twins, yang sedari dalam kandungan sudah dia anggap seperti anaknya sendiri. tanpa terasa air matanya ikut menetes menatap manik kedua mata bocah tersebut yang mengingatkan nya pada Elmira dan juga Jack, yang merupakan mantan kekasih dan sabahat baiknya sendiri.


"Anak-anakku sayang, kalian yang kuat ya...


apapun terjadi kalian harus menjadi anak yang kuat kedepannya." bujuk Dev mencium ke-dua nya bergantian.


****

__ADS_1


Mami dan papi Jack, segera terbang menuju Negara Swiss. mereka berdua sangat terpukul dan syok mendengar kabar duka dari anak dan menantunya tersebut. mami tidak henti-hentinya menangis. dan terlihat tidak sabaran lagi agar segera sampai dan ikut memantau perkembangan dan pencarian mereka.


"Kita harus sabar mi. papi yakin orang-orang dan tim SAR pasti akan segera menemukan anak menantu kita dengan selamat, Jack itu anaknya kuat dan tanguh. bahkan dia sangat jago beladiri. pasti dia selamat." bujuk papi mencoba menenangkan istri nya yang terus menagis.


"Tapi kondisi kecelakaan mereka sangat tragis, Pi. bahkan mobil mereka sudah meledak dan hancur sehingga pihak kepolisian kesulitan untuk mengidentifikasi selain jurang yang cukup dalam yang harus mereka lalui untuk mencapai tempat tersebut." rengek Elizabeth.


"Sabar....sabar dan teruslah berdoa, hanya itulah yang bisa kita lakukan disaat seperti ini. kita berdua juga harus kuat demi Clara dan Cleo." bujuk Papi.


Dev hanya diam, ikut dalam kesedihan panjang, begitu sampai di Swiss, mereka semua pergi menuju tempat lokasi kecelakaan.


Mereka semua menangis, melihat pembatas jalan dan jembatan yang rusak. mereka tidak sanggup melihat begitu naas kecelakaan yang menimpa Jack dan Elmira. Elizabeth bergidik ngeri melihat jurang dan tanjakan tajam disekitarnya.


Papi Jack sudah meminta pihak kepolisian setempat untuk menyelidiki kasus tersebut sampai tuntas. bahkan melalui kamera cctv tempat Jack dan Elmira keluar dari restoran hingga masuk ke mobil.


"Papi masih penasaran, siapa pelaku yang begitu kejam. yang telah merusak rem mobil Jack sehingga mereka kecelakaan." ucap Abraham.


****


Dirumahnya, Alexi tertawa lepas dan sangat bahagia sekali. misinya untuk menghancurkan Jack dan Elmira berhasil.


"Ternyata begitu mudahnya menghancurkan lalat kecil seperti kalian. ha...ha...ha...." teriak Alexi.


"Kakak memang hebat, aku bangga memiliki kakak sepertimu, Alexi." ucap Mona yang sudah berhasil bebas dengan jaminan seseorang yang berkuasa juga dibalik semua ini.

__ADS_1


__ADS_2