Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Perjalanan pulang


__ADS_3

"Elmira, hanya ini yang bisa ibu berikan pada mu." nyonya Helen mengalungkan sebuah shall hasil buatan nya sendiri dileher Elmira.


"Ini sangat bagus sekali ibu, aku menyukainya." terseyum senang.


"Dalam botol ini adalah obat-obatan herbal yang diambil dari hutan, bapak sendiri yang telah meraciknya. bawalah obat ini pulang. sapa tahu kalian membutuhkan nya." ucap tuan Hendrik menyerahkan ketangan Jack.


"Ya, kami sangat berterima kasih atas semua ini. terutama obat-obatan herbal ini yang tidak akan pernah kami temui dimanapun." ucap Jack.


"Ini juga bekal selama dalam perjalanan sudah ibu siapkan." ibu Helen memberikan botol minuman dan bungkusan dari daun pisang.


Jack merasa terharu menerima semuanya, tanpa mampu mereka balas. setelah berpelukan hangat dan berpamitan dengan beberapa warga yang lainya.


Elmira dan Jack mulai melangkah pergi.

__ADS_1


"Aku dan istriku pamit dulu, semoga kita akan berjumpa lagi." ucap Jack seraya melambaikan tangannya.


"Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah bisa kita lupakan, mereka semua adalah pahlawan bagi kehidupan kita." ucap Elmira yang sesekali masih melirik kebelakang.


Jack dan Elmira harus menempuh perjalanan jauh, jalanan yang licin karena habis diguyur hujan lebat. tidak menyurutkan semangat dan keinginan pasangan ini untuk segera kembali pulang. Jack tidak pernah melepaskan pegangan tangannya pada Elmira, mereka berjalan dengan mengunakan sebuah kayu sebagai tongkat yang kuat untuk pegangan.


"Sayang, kita harus berhati-hati. karena jalanan ini sangat licin."


"Iya Paps." jawab Elmira seraya mengeratkan pegangan tangannya.


"Akir-akir ini aku mudah sekali lelah." El Ira menyandarkan kepalanya di bahu Jack, setelah meneguk air putih, dahaga mereka sudah berganti dengan rasa segar ditenggorokan.


Jack membuka bekal makan pemberian Nyonya Helen, lalu menyuapi kemulut istrinya.

__ADS_1


"Sayang, aku perhatikan sekeras makan dan bentuk tubuh mu semakin berisi. apa jangan-jangan sudah ada Jack Junior berkembang disini." ucap Jack mengelus-elus perut Elmira.


Kata-kata Jack barusan, membuat Elmira mengehentikan makannya sambil berfikir. mencoba-coba untuk mengingat kapan siklus terakhir datang bulan nya.


"Papskey, semenjak tiga bulan terkurung dihutan ini. aku tidak pernah datang bulan. apa jangan-jangan aku benaran hamil?" ucap Elmira. karena dia juga sering merasakan tanda-tanda yang sama persis sewaktu hamil twins. meskipun masa kehamilannya tidak terlalu merepotkan. karena bayi dalam kandungannya seakan paham dengan apa yang dialami orang tuanya.


"Seandainya itu benar, aku akan merasa sangat bahagia sekali sayang. kamu harus bisa menjaga kehamilan mu. tidak usah terlalu dipaksakan jika kamu capek kita istrahat dulu." bujuk Jack seraya tersenyum bahagia, mengingat akan mendapatkan anak lagi dari rahim wanita yang sangat dia cintai.


Jack dan Elmira kembali melanjutkan perjalanan, jika lelah mereka kembali berhenti. hingga perjalanan jauh mereka sampai disebuah pintu gerbang sebuah desa, dimana sudah terdapat akses jalan yang lebih baik, dan sudah ada penerangan dengan pencahayaan listrik.


"Papskey, lihatlah disana sudah nampak beberapa rumah penduduk, jalanan dan lampu-lampu penerangan listrik." tunjuk Elmira tersenyum.


"Iya sayang, semoga saja mereka bersedia membantu kita." ucap Jack.

__ADS_1


Mereka berjalan mendekati sebuah bangunan berbentuk pos penjagaan, Jack dengan sopan menyapa seorang bapak yang berpakaian layaknya petugas keamanan, yang terlihat heran melihat kedatangan mereka berdua.


__ADS_2