Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Menghibur twins


__ADS_3

"Oma, mami dan pipi Clara kenapa ngak pelnah pulang-pulang. Clara kan kangen hick.hick..." bocah imut itu kembali menagis jika merindukan mami dan papi nya yang belum juga kembali.


"Cucu-cucu kesayangan Oma, ngak boleh sedih. karena mami dan papi sekarang lagi di surga, dia pasti melihat Clara dan Cleo dari sana." bujuk Oma berusaha menahan air matanya yang ingin tumpah.


"Oma, kami berdua ingin pergi ke surga juga. biar kita bisa bertemu mami dan papi." ucap Cleo yang belum mengerti kenapa kedua orang tuanya tidak pernah kembali pulang kerumah.


"Clara dan Cleo, tidak boleh berbicara seperti itu sayang. karena belum waktunya jika pergi ke surga. karena itu hanya untuk orang-orang yang dipilih oleh tuhan saja." bujuk Oma.


"Kenapa tuhan tidak memilih kami? karena kami sangat ingin bertemu mami dan papi disana." ucap Cleo penasaran.


"Karena belum waktunya, setiap kita akan memiliki waktunya sendiri untuk pergi kesana, dan kita tidak boleh mendahului kehendak yang diatas." bujuk Oma.


"Bagaimana jika kita sekarang pergi kepusat permainan?" bujuk Dev yang baru saja sampai dikediaman keluarga Jack.


"Hore.... baiklah paman Dev, kami bersiap dulu ya." ucap mereka antusias.

__ADS_1


Semenjak Elmira dan Jack dinyatakan meninggal dunia, Dev sering menghabiskan waktu mengajak twins ke pusat permainan atau sekedar mengajak mereka jalan-jalan. agar twins tidak terlalu larut dalam kesedihannya yang selalu menantikan kepulangan kedua orang tua mereka.


"Kasihan kamu nak, masih kecil-kecil dan butuh perhatian orang tua. namun sudah menjadi yatim piatu." gumam Dev.


Dev sudah menjaga dan memperhatikan perkembangan twins semenjak Elmira hamil, sehingga dia menyayangi anak-anak Elmira layaknya anak kandungnya sendiri.


Agar kebahagiaan twins semakin lengkap, Dev sengaja mengajak Alexa untuk sekalian bisa membantu menjaga Clara jika dia buang air kecil ataupun yang lainnya.


"Paman Dev, Tante Alexa cantik ya. persis seperti mami." ucap Clara tiba-tiba membuat Dev keselek saliva sendiri, sedangkan Alexa tersenyum malu mendapatkan pujian tiba-tiba dari Clara.


"Apa Clara dan Cleo sudah selesai mainya?"


"Sudah paman."


"Bagaimana jika sekarang kita makan-makan, lalu beli es krim kesukaan kalian?"

__ADS_1


"Iya paman, mau...mau ..." ucap keduanya bersemangat.


Mereka menuju Restoran yang tidak jauh dari lokasi pusat permainan, sekilas mereka terlihat seperti sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia.


Dengan telaten dan penuh kasih sayang, Alexa membantu menyuapi Clara makan. sedangkan Cleo lebih suka mandiri mengurus dirinya, Dev fokus menatap kebaikan Alexa. pelan namun pasti hatinya mulai tersentuh melihat ketulusan istri nya tersebut.


"Alexa, mama dan papa memaksa ku untuk menerima dirimu bekerja diperusahaan." ucap Dev tiba-tiba mengagetkan Alexa.


"Apa, jadi aku disuruh bekerja diperusahaan mu?" tanya Alexa memastikan.


"Ya, apa kamu keberatan. jika ya, aku akan mengatakan pada mama jika kamu menolak tawaran ini."


"Jangan, aku malahan senang dan tidak sabaran lagi untuk segera bisa bekerja. agar selalu bersama-sama dengan dirimu Dev."


"Jangan berharap lebih padaku Alexa, ini semua bukan kemauan ku. melainkan permintaan ke-dua orang tua ku." balas Dev.

__ADS_1


"Tidak masalah, yang penting aku bisa bekerja. karena sejujurnya, aku mulai bosan setiap hari hanya berdiam diri dirumah saja. bahkan aku merasa seperti seekor burung yang dikurung di sangkar emas." balas Alexa.


__ADS_2