Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Pesta pertunangan Jack


__ADS_3

Mona tidak mampu berkata-kata lagi, saking bahagianya. senyum manis yang tersirat kelicikan tidak lepas menghiasi bibir merah yang sudah diolesi lipstik tebal dan wajah nya pun sudah di make-up secantik mungkin, dia tidak ingin ada kekurangan sedikitpun dan harus tampil sempurna dihadapan semua orang.


"Hari ini aku akan menjadi ratu, semua mata akan tertuju pada diriku yang berdiri disebelah Jack."


Di aula utama hotel berbintang ini, sudah menunggu para tamu undangan, termasuk mami dan papi Jack yang terus tersenyum senang.


"Ngak nyangka ya mi, akirnya anak kita hari ini akan bertunangan dengan Mona."


"Iya pi, Mona adalah calon menantu kesayangan mami, dia akan menjadi pengganti Ellena. kami akan menjadi ibu dan anak dan akan selalu bersama sepanjang hari."


"Selamat datang calon besan ku." tuan Abraham merangkul papi Mona yang baru datang.


"Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga besar, begitu juga dengan perusahaan kita yang akan semakin sukses dan maju, setelah kita bekerjasama. benarkan tuan Abraham?" ucap papi Mona.


"Tentu saja, karena untuk urusan pekerjaan aku sudah menyerahkan sepenuhnya ketangan anakku, Jack."


Suasana dalam gedung ini penuh keceriaan dan canda tawa, tapi tidak dengan Jack. dia sama sekali tidak menikmati suasana seperti ini, lebih memilih diam larut dengan pikirannya yang hampa.

__ADS_1


"Jika bukan karena paksaan dari mami dan papi, tidak sudi rasanya menikah dengan wanita yang terlihat seperti ondel-ondel. " bathin Jack sambil menatap jengah penampilan Mona yang menurutnya tidak ada menariknya sama sekali.


"Jack, mami sangat bahagia sekali. akirnya kamu menerima juga perjodohan ini. ayolah tersenyum anakku... lihatlah Mona terlihat begitu cantik hari ini." tunjuk mami pada Mona yang tengah berjalan melengang-lenggok kearah mereka.


"Coba kalian perhatikan wajah tuan Jack, sepertinya dia terpaksa bertunangan dengan Mona." bisik tamu yang menyoroti ekspresi dingin Jack.


"Aku rasa dia sudah tidak normal, jika sampai menolak wanita secantik dan seksi seperti Mona." bisik Tia sekretaris Jack.


"Sssttt...jaga ucapanmu Tia, jangan sampai kamu dipecat oleh tuan Jack setelah ini." bentak Robert kesal, yang ampuh membuat Tia tertunduk diam ketakutan menyesali ucapannya.


"Biasa saja." menjawab acuh.


Mona hanya tersenyum menanggapi perkataan Jack, dia mengandeng lengan calon suaminya menuju podium, karena acara utama akan segera dimulai. lampu menyoroti langkah pasangan romantis yang disaksikan semua orang dengan tatapan takjub, berbagai media menyiarkan secara live prosesi pertunangan termewah diabad ini.


Tepuk tangan semakin menambah meriah acara, ketika Jack berhasil memasangkan cincin berlian Kejari manis Mona begitu juga sebaliknya.


Mona tidak mampu mengekspresikan rasa bahagia nya, disaksikan semua orang. Mona langsung mencium dalam bibir Jack. hal yang sudah lama dia impikan. Jack yang mendapat serangan tiba-tiba terbelalak kaget, namun dia berusaha menjaga sikap dihadapan semua orang.

__ADS_1


"Mona, tolong jaga sikap mu. jangan berlebihan seperti ini." bisik Jack geram.


"Aku tidak berlebih Jack, kita sudah bertunangan dan sebentar lagi juga bakal menikah." menjawab santai, meskipun dia sempat kawathir saat melihat sorot mata Jack yang ingin membunuhnya.


"Jangan kamu ulangi, karena aku tidak nyaman dengan sikap murahanmu itu." bisik Jack, namun Mona kembali tersenyum penuh kemenangan menanggapinya, bahkan dia semakin berani memeluk Jack sambil pamer kemesraan dihadapan semua awak media yang kembali menyoroti mereka.


Sikap yang ditunjukan Mona, membuat Jack semakin tidak suka, terlalu murahan dan sangat mudah untuk ditaklukkan. sedangkan Jack menyukai wanita yang sulit didekati dan penuh tantangan untuk mendapatkan cinta nya, seperti Elmira.


Saat semua orang kembali sibuk menikmati pesta minum dan dansa, Jack memilih pergi meninggalkan Mona yang menghentakkan kakinya kesal.


"Mona sayang, kamu harus lebih bersabar lagi untuk mendapatkan cinta dari Jack. mami yakin seiring berjalannya waktu Jack akan berubah dan menjadikan kamu wanita satu-satunya, percayalah pada mami. karena dulu mami dan papi Jack juga dijodohkan dan akhirnya kami hidup bahagia hingga detik ini."


"Benarkah mi?" ucap Mona kembali tersenyum.


"Iya, sayang. yang penting kamu tetap bersabar."


"Baiklah mi, bagaimana pun Mona tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan cinta Jack."

__ADS_1


__ADS_2