Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Jack selalu beralasan


__ADS_3

Jack merasa enggan melangkah kan kakinya untuk memasuki koridor rumah sakit, jika tidak dipaksa kedua orang tuanya untuk segera datang menjenguk Mona calon menantu kesayangan mereka. Mami langsung menghambur memeluk tubuh Jack, begitu anaknya itu sampai.


"Mona, dia terluka gara-gara kamu Jack. dia sangat sedih karena kamu tidak memberi nya kabar beberapa hari ini." ucap mami disela tangisannya.


"Tenang lah mami, semua akan baik-baik saja." bujuk Jack mengusap punggung maminya. sedangkan kedua orang tua Mona menatap tajam dan kesal pada Jack yang sudah membuat putri mereka galau hingga kecelakaan.


Tidak lama dokter yang menangani Mona keluar, mendekati ke-dua orang tua Mona yang sudah tidak sabaran menunggu hasil pemeriksaan putri mereka.


"Bagaimana, kondisi anak saya dok?"


"Kondisinya sudah membaik, kami sudah berhasil mengehentikan pendarahan dikepala nya. bahkan dia sudah mulai siuman dan selalu menanyakan keberadaan saudara Jack." terang dokter.


"Ayo Jack, kita harus menemui Mona didalam. dia pasti senang sekali melihat kedatangan mu." bujuk mami.


"Ya mi."

__ADS_1


Jack masuk kedalam ruangan, diikuti orang tuanya.


"Jack."


Mona menatap kedatangan Jack dengan mata berbinar-binar bahagia, seakan lupa dengan rasa sakit yang dirasakannya.


Jack duduk duduk dikursi sebelah ranjang pasien, Mona yang masih sakit berusaha menarik tangan Jack bergelayut manja, dia tidak ingin ditinggal kan laki-laki yang sangat dicintainya lagi.


Semua tersenyum lega, saat melihat kondisi Mona yang sudah stabil kembali. namun tidak dengan Jack. pikirannya saat ini hanya pada Elmira dan anak kembarnya.


"Papi pasti akan menemui kalian kembali, kalian sudah cukup menderita selama ini. sudah saatnya papi membahagiakan kalian, apapun itu." bathin Jack menerawang.


"Ya, salah satu cabang perusahaan ku di amerika sedang mengalami kendala, sehingga aku sangat sibuk akir-akir ini." ucap Jack bersalan untuk menjaga perasaan kedua orang tua mereka.


"Makanya Mona, untuk kedepannya kamu harus percaya pada Jack. dan tidak usah bertindak konyol seperti ini lagi." ucap orang tua Mona.

__ADS_1


"Jack maafkan aku ya."


Mona berusaha memberikan senyum termanis, berharap Jack akan tertarik melihatnya.


"Jack, kami kedua orang tuamu. sudah sepakat untuk mempercepat pernikahan kalian. memiliki keluarga yang bahagia dan memberikan kami cucu-cucu yang mengemaskan yang terlahir dan mengalir darah daging kalian berdua." ucap orang tua Jack, yang membuat Mona sangat bahagia mendengarnya.


"Bukan aku menolak, tapi saat ini aku benar-benar sibuk. tolong beri aku waktu sampai permasalahan perusahaan ku bisa teratasi." ucap Jack.


"Jack, sudah cukup waktu yang diberikan Mona selama ini. kamu selalu menunda-nunda dengan alasan sibuk. mau sampai kapan kalian akan bertunangan seperti ini." ucap mami.


"Aku mohon beri aku waktu sedikit lagi, karena setelah menikah nantinya. aku ingin fokus pada pernikahan ku saja." ucap Jack yang sudah kehabisan ide untuk mencari alasan menunda pernikahan nya dengan Mona selama ini.


"Kami mengerti nak, tapi sebagai orang tua. tentunya kami sangat mengharapkan hadirnya seorang cucu untuk menemani hari-hari tua kami, apalagi kalian berdua sama-sama anak tunggal." sekarang giliran orang tua Mona yang berusaha untuk membujuk Jack.


Jack menarik tangan maminya sendiri, menggenggam nya dengan hangat. dia terdiam sejenak mengumpulkan kata-kata untuk meyakinkan wanita yang sudah melahirkannya.

__ADS_1


"Mami, percayalah aku berjanji akan memberikan mami cucu-cucu yang cantik dan tampan, bukan hanya satu tapi sebanyak yang mami inginkan." ucap Jack penuh percaya diri, sehingga ampuh membuat maminya tersenyum lega mendengar janji dari anaknya.


"Satu saja kita belum sanggup memberikan, kamu malah menjanjikan banyak anak. makanya Jecky, kita segera nikah. agar impian kita dan orang tua segera terwujud." ucap Mona membelai lembut pipi Jack yang sudah ditumbuhi bulu-bulu halus, karena dia kurang memperhatikan penampilannya semenjak sibuk mencari keberadaan Elmira.


__ADS_2