
"Tuhan, aku memang tidak pantas untuk menyebut namamu. hidupku penuh dosa. namun satu keinginan terbesar ku. jangan pisahkan aku dari anak-anakku dan juga Elmira, aku sadar jika tidak akan sanggup tanpa mereka." gumam Jack seraya memejamkan mata. senyum mengantar tidur Jack, membayangkan Elmira berada dalam pelukan hangat yang membuat gairah dan fantasi liar Jack bergelora tanpa kendali. mengalahkan logika jika cinta sudah berkata. dan mengalir indah dari lubuk hati terdalam nya.
Paginya Jack terbagun, hal pertama yang muncul dalam dipikirannya adalah senyum manis Elmira. sehingga Jack kembali ingin bertemu pujaan hatinya.
"Ayo papi, kejar Cleo...."
Bocah laki-laki itu tertawa riang, setiap kali Jack mengajaknya bermain. CEO tampan itu hampir setiap hari menghabiskan waktu bermain bersama kedua anak-anaknya.
Berbagai pusat bermain sudah mereka kunjungi, bagi Jack melihat tawa lepas anak-anak yang penuh bahagia sudah membuatnya senang. sebagai penembus waktu yang hilang karena tidak mengetahui keberadaan mereka selama ini.
Bahkan Elmira tidak mampu menolak, saat Jack mempekerjakan dua pengasuh untuk membantu mengurus twins, mereka juga tidak mau merepotkan madam Jane yang selama ini begitu tulus membantu mereka. meskipun begitu madam Jane tetap ikut mengawasi kedua cucu-cucu nya dengan penuh kasih sayang.
Kali ini Elmira tak kuasa menolak permintaan Jack, mau tidak mau diapun terpaksa ikut menuju pantai. mereka ingin membuat istana pasir yang indah nantinya, tujuan mereka adalah menyenangkan hati twins.
"Ami, mau es krim." Clara menunjuk kearah penjual es krim yang ada diseberang jalan. karena dia sudah bosan dengan istana pasir buatan Jack.
__ADS_1
"Oke, tapi Clara tunggu mami disini ya." bujuk Elmira, sedangkan Jack dan Cleo asyik main layangan.
Elmira mempercepat langkahnya, karena tidak ingin meninggalkan Clara lebih lama lagi. disaat yang bersamaan Clara diam-diam mengikuti langkah maminya karena tidak sabaran lagi menunggu es krim kesukaan nya.
Bocah kecil itu tidak melihat kiri kanan saat menyebrang, sebuah sepeda motor dari arah berlawanan menyerempet tubuh mungil itu hingga terpental.
"Brunggghh...."
"Clara....." teriak Elmira sekuat-kuatnya seiring air matanya yang membanjir. mengejar dan menekuk tubuh Clara yang sudah bersimbah darah. semangat hidup Elmira seakan hilang, tubuhnya bergetar hebat tak kuasa melihat kondisi anaknya.
Begitu juga dengan Jack, dunia nya seakan hancur. Clara yang sudah tidak sadarkan diri lagi segera dibawa menuju rumah sakit terdekat. Elmira tidak henti-hentinya menagis sepanjang perjalanan.
"Maafkan mami sayang...ini salah mami karena meninggalkanmu." Elmira terus menyalahkan dirinya. begitu juga dengan Jack, seandainya dia tidak mengajak anak-anak nya untuk bermain kepantai, kejadian ini tidak mungkin terjadi. mungkin saat ini Clara masih sehat-sehat saja.
Clara langsung mendapatkan perawatan terbaik, meskipun begitu tidak mengurangi rasa cemas dan takut yang dirasa oleh Elmira. yang tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa salah seorang anak kesayangannya.
__ADS_1
Sedangkan Jack, berjalan mondar-mandir dengan rasa cemas yang terus mendera nya.
"Ya Tuhan, apakah ini hukuman atas kesalahan ku. lindungi lah anakku, biar aku saja menjadi menebus semua kesalahan yang sudah aku perbuat selama ini. aku tidak sanggup melihat gadis kecilku terbaring tidak berdaya." ucap Jack tanpa sadar cairan bening membasahi pipinya.
Jack mendekati Elmira, dia ingin menguatkan perempuan itu.
"El, Clara anak yang kuat. aku yakin dia mampu melewati ini semua. aku akan selalu ada untuk kalian " ucap Jack merangkul bahu Elmira, perlahan Elmira merebahkan kepalanya di bahu Jack, rasanya dia sangat takut kehilangan.
Tidak lama pintu ruangan perawatan Clara terbuka, Elmira segera menghampiri dokter.
"Bagaimana dengan kondisi anak saya, dok?"
"Clara sudah mendapati penanganan terbaik, tapi kondisinya saat ini belum stabil. doa kan saja supaya kondisi nya kembali membaik. karena dia sempat demam setelah mengalami kecelakaan itu." terang dokter.
"Clara sayang, bertahanlah nak. mami benar-benar tidak sanggup melihat mu terluka dan sakit seperti ini. seandainya bisa digantikan. mami ingin menagung rasa sakit mu, sayang." Elmira membelai sayang rambut Clara.
__ADS_1