Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Bertemu Dev


__ADS_3

Sepulang bekerja, Elmira langsung menuju toko pusat perbelanjaan yang menyediakan khusus perlengkapan bayi. mengingat dia hamil kembar satu laki-laki dan perempuan, sehingga Elmira harus berbelanja dengan kebutuhan yang berbeda. agar sesuai dengan jenis kelamin anaknya nanti.


"Sepatu bayi ini terlihat begitu lucu dan imut, jika dikenakan oleh anak-anak ku nantinya." bibir Elmira tersenyum, membayangkan dua bocah mengemaskan tengah memakai sepatu tersebut.


Elmira begitu antusias memilih perlengkapan untuk bayinya, dia juga tidak takut-takut mengunakan uang pemberian Jason, karena itu berasal dari orang tua Jack. meskipun Elmira begitu benci, tapi dia berusaha berpikir jernih dan beranggapan jika bayi-bayi nya pantas mendapatkan semua itu, karena tidak akan pernah setimpal dengan perbuatan Jack.


Tanpa terasa stroli belanjaan Elmira penuh dengan perlengkapan bayi, yang membuat nya merasa cukup puas dan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya kelak.


Tidak jauh dari posisi Elmira, sepasang mata terus memperhatikan pergerakannya, dengan tatapan sedih dan hati yang hancur. bahkan tidak pernah terbayangkan sedikit pun, akan bertemu dengan Elmira di negara ini.


"Elimira, benarkah itu kamu sayang. kamu sudah memiliki keluarga dan sebentar lagi akan memiliki anak, tapi mana suamimu?"


Dev terus mengikuti langkah Elmirra secara diam-diam, dia ingin mengetahui siapa laki-laki yang sudah berhasil merebut Elmira dari tangannya.

__ADS_1


"Aku sengaja pergi jauh untuk melupakan persaanku padamu, El. tapi nyatanya takdir berkata lain,


kita kembali dipertemukan ditempat dan negara yang berbeda. aku seperti bermimpi dapat bertemu dengan mu kembali. Elmira, sampai detik ini aku masih berharap kita akan kembali bersama seperti dulu lagi. aku tidak peduli statusmu termasuk bayi dalam kandungan mu itu, El." bathin Dev sambil menatap wanita yang dicintainya dengan tatapan sendu.


Belanjaan yang lumayan banyak, membuat Elmira kewalahan mendorong trolinya menuju kasir. sehingga dia terhuyung hampir terjerembab jatuh.


"Aaaaaaaggh." teriak Elmira ketakutan sambil memejamkan matanya. sepasang tangan kekar reflek langsung menahan tubuhnya.


Elmira bernafas lega, dia tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi pada kandungannya jika dia sampai jatuh dilantai. Elmira ngos-ngosan sambil mengusap dadanya.


"Degh...."


Perlahan Elmira membuka matanya, yah... suara laki-laki yang barusan menolongnya begitu familiar dan sangat dekat dihatinya.

__ADS_1


"Dev?"


"Ya, aku Elmira. mana suamimu kenapa dia begitu tega membiarkan istrinya kesusahan berbelanja perlengkapan bayi sebayak ini!"


"Di...dia sibuk Dev, dan sudah melarang ku melakukan ini. terimakasih Dev karena sudah membantu ku. aku permisi." Elmira ingin melanjutkan perjalanan, namun Dev menahan langkah nya.


"Biarkan aku mendorong troli ini dan mengantarkan kamu pulang."


"Tidak, suamiku akan marah. aku tidak ingin dia salah paham terhadap mu, Dev." cegat Elmira karena dia tidak ingin Dev, mengetahui semua yang sudah menimpa dirinya.


"Elmira, aku tidak takut apapun. jika perlu aku akan buat perhitungan dengan suamimu. karena sudah membiarkan dirimu dalam bahaya barusan, coba saja aku tidak sigap, apa yang akan terjadi pada bayi kalian." ucap Dev menuju kasir.


"Pakai kartu ku saja."

__ADS_1


Dev memberikan kartu kredit nya pada kasir dan membayar semua belanjaan Elmira, meskipun wanita pujaannya itu terus menolak. setelah itu mereka keluar dari pusat perbelanjaan.


Saat Elmira ingin memesan taxi online, Dev melarang dan sudah memasukan belanjaan Elmira dalam mobilnya terlebih dahulu.. sebenarnya Dev mulai curiga pasti ada sesuatu yang tengah disembunyikan Elmira selama ini.


__ADS_2