Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Mona kecelakaan


__ADS_3

"Kamu tidak boleh pergi meninggalkan aku begitu saja Jack, kamu milikku." teriak Mona diantara tangisannya.


Mona melempar apapun dikamar nya, perasaan gelisah dan tidak tenang membuat nya tersiksa. wajah Ellena seakan-akan mengejeknya dan mentertawakan kebodohan, kekalahan dirinya sekarang.


"Pergi ... pergi kamu dari pikiran ku Ellena." teriak Mona meremas rambut nya frustasi. rencana yang dia susun berbading terbaik dengan tujuannya semula. sekarang dia benar-benar jatuh cinta pada Jack dan tidak ingin kehilangan laki-laki tersebut.


"Aku tidak boleh seperti ini, lama-lama aku bisa gila dengan perasaan ku sendiri. bahkan Ellena yang ada di neraka sana ikut berbahagia diatas penderitaan ku." teriak Mona kesal. dia kembali mencoba menghubungi ponsel Jack, namun hasilnya masih sama. ponsel tunangannya itu kembali mati dan hanya jawaban suara operator yang membuat kekesalannya menjadi. sehingga ponsel itu lah benda terakhir yang akan menjadi sasaran berikutnya kemarahan nya.


"Praaarrkkggg...,, ponsel itu langsung retak setelah terhempas ke dinding kamar.


"Mona, kenapa seperti ini dek?" Alexi terlihat khawatir melihat sikap adiknya.


"Jack sudah beberapa hari pergi tanpa memberitahuku keberdaan nya."


"Sudahlah Mona, ingat tujuan utama kita. dan aku sudah seringkali memperingatkan dirimu, untuk tidak mengunakan perasaaan. karena itu hanya akan menjadi bumerang dan merusak tujuan utama kita." ucap Alexi kesal, dia pergi meninggalkan kamar Mona dengan kemarahan.

__ADS_1


"Semakin hari aku semakin tersiksa dengan perasaanku, apa aku harus mencari kebahagiaan sendiri?"


Mona masuk kedalam kamar mandi, berendam dalam bactub merupakan pilihan terbaik saat ini untuk menenangkan pikiran nya. cukup lama dia berendam namun kegundahannya belum juga berkurang.


"Aku harus pergi ke Club, menemui teman-teman sesama model ku. mungkin dengan minuman dan bertemu mereka pikiranku bisa menjadi tenang dan sedikit bisa melupakan keberdaan Jack." turun dari bactub Mona membersihkan tubuhnya dan segera berpakaian.


Dengan pakaian minim dan lipstik menyala, Mona kembali menjadi dirinya sendiri, meskipun didunia modeling dan keartisannya, hal Ini seperti sudah menjadi hal biasa, namun semenjak memutuskan untuk bertunangan dengan Jack, Mona mulai berubah dan harus menjaga citra dan nama baik Jack, termasuk tidak pernah pergi ke Club malam apa lagi minum-minuman yang merupakan syarat utama untuk menjadi menantu dikeluarkan Abraham.


Namun sekarang, Mona kembali mengulangi kebiasaan buruknya, disaat dirinya tengah galau dan hancur seperti ini.


*****


Jack kembali mendatangi rumah Elmira, meskipun dia hanya menatap melalui kaca jendela mobil yang sengaja dia parkir agak menjarah dari pintu gerbang. dia tidak ingin Elmira kembali marah begitu mengetahui kedatangannya, Jack akan memulai pendekatan dengan perlahan.


Satu jam terlewati begitu saja, Jack masih memandangi rumah yang ditempati Elmira dan anak-anak nya. separuh hatinya seakan hilang seiring rasa nyeri yang bercampur dengan kerinduan.

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak muncul lagi bermain diteras, papi sangat merindukan kalian. Clara, Cleo... anak-anakku sayang. apa Elmira mengetahui keberadaan ku disini." bathin Jack masih mengawasi rumah Elmira.


Suara deringan ponsel, mengagetkan lamunan panjang Jack.


"Hallo, ada apa Robert?"


"Tuan dan Nyonya besar, meminta anda untuk segera pulang. bahkan dia meminta mengunakan penerbangan khusus agar tuan muda, bisa sampai secepatnya." terang Robert.


"Ada apa, apakah sudah terjadi sesuatu pada mereka?" ucap Jack dengan nada kawathir, karena tidak biasanya ke-dua orang tuanya memintanya pulang mendadak begini.


"Tuan dan nyonya besar baik-baik saja, tapi tidak dengan calon istri mu tuan. kondisinya kritis semalam nona Mona kecelakaan saat mengendarai mobil dalam kondisi mabuk."


"Syukurlah, aku harap dia langsung pergi dari hidupku untuk selamanya." balas Jack.


"Tidak bisa tuan, kedua orang tua anda mengancam akan menghapus nama anda dalam daftar ahli waris mereka satu-satunya, jika Anda tidak segera pulang. karena mereka sangat terpukul melihat kondisi nona."

__ADS_1


"Aku tidak boleh kehilangan semuanya, karena itu adalah masa depan Clara dan Cleo. baiklah aku akan pulang sekarang."


__ADS_2