
Setelah mereka berduan dalam kamar, Dev kembali menunjukkan sikap dingin dan angkuhnya.
"Sepertinya kamu sangat betah tinggal dan menginap dirumah ke-dua orang tuaku ya?" tanya Dev.
"Tentu, dengan begini waktu kita untuk berdua dan tidur satu kamar akan lebih banyak." jawab Alexa santai.
"Tapi aku tidak menyukainya, dan ingin segera kembali pulang keapartemen. terserah jika kamu ingin ikut atau masih tetap nginap di rumah ini."
"Bukannya aku tidak mau pulang keapartemen kita, tapi mami meminta kita untuk tetap tinggal beberapa hari lagi, katanya masih kangen." jawab Alexa yang membuat Dev terlihat sangat kesal.
"Itu alasan yang kamu buat-buat dan mengatasnamakan kedua orang tuaku."
"Tidak Dev, terserah jika kamu tidak percaya dan tetap ingin pulang keapartemen kita. tapi jangan salahkan aku nantinya jika mami dan papi mu lebih menyayangi aku sebagai menantunya, bahkan mereka berencana akan menyerahkan seluruh aset untuk ku jika kamu tidak patuh dan tidak menuruti keinginan mereka." tutur Alexa.
Dev yang kaget menatap tajam kearah Alexa, dia tidak habis pikir dengan keinginan orang tuanya.
__ADS_1
"Ternyata kamu perempuan licik yang sudah mencuci otak kedua orang tua ku."
"Tidak Dev, tapi ini karena mereka sangat menyayangi diriku dan sangat menginginkan sekali hadirnya cucu dipernikahan kita ini. Rasanya aku ingin hidup bahagia, seindah cerita novel yang selalu aku baca, semoga aku juga bisa merasakan cinta dari mu, suamiku." ucap Alexa namun terdengar jelas oleh Dev.
"Jangan mimpi terlalu tinggi, saat terbangun rasanya akan jauh lebih menyakitkan." ucap Dev seakan mencemooh harapan Alexa.
"Tidak, bahkan aku mulai terbiasa dengan sikap dan penolakan mu ini, sehingga aku menjadi lebih tertantang untuk menaklukkan dan mendapatkan hatimu, Dev."
"Dasar wanita yang mempunyai obsesi besar untuk mendapatkan hatiku, teruslah bermimpi sampai hari kiamat." balas Dev sambil mengambil jaket kulit dan merapikan rambutnya, sebagai pertanda jika dia akan pergi keluar malam ini.
"Kamu tidak perlu tahu dengan urusan ku." melangkah meninggalkan kamar, namun Alexa tetap mengikuti Dev dari belakang.
"Dev tunggu." teriak Alexa, namun Dev tetap terus berjalan. melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah kedua orang tuanya.
Alexa tidak bisa berbuat apa-apa, Dev memanfaatkan kesempatan saat kedua orang tuanya sedang tidak berada dirumah karena sedang menghadiri pesta salah seorang kerabat mereka.
__ADS_1
"Aku tidak boleh menyerah, bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan dirimu Dev." sambil tersenyum miring masuk kedalam rumah.
****
Alexa tidak tahu jam berapa Dev kembali, saat dia terbangun dan merasakan sebuah tangan kekar memeluk erat dirinya dari arah belakang. layaknya sebuah bantal guling yang empuk dan hangat.
Alexa membalikkan posisi tidur, hingga mereka saling berhadapan. sebuah senyuman terlukis indah disudut bibirnya, menikmati ketampanan dan pesona seorang Devan.
Suara burung yang saling bersahutan terdengar sangat merdu, menandakan jika sudah sangat pagi, bahkan terpaan cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah yang lupa ditutup sempurna. mengenai kulit wajah mereka berdua. namun Dev masih tertidur pulas tanpa terganggu sama sekali.
Alexa perlahan mencoba untuk bangkit, menyingkirkan tangan laki-laki yang sangat dicintainya yang masih melingkar indah dipinggang nya. dengan sangat hati-hati agar Dev tidak terbangun dengan pergerakannya.
“Ternyata Dev sangat tampan, bahkan saat dia tidur sekalipun.” gumam Alexa.
Pandangan Alexa seakan tidak bisa lepas, rahang yang kokoh dan terlihat jantan. Kedua alis tebal nya seakan menambah pesona dan sangat pas jika Dev menjadi pria idaman setiap wanita. tidak jarang banyak wanita akan tergila-gila melihat pesona ketampanan yang dimiliki Dev.
__ADS_1
“Semoga Dev kecil akan segera hadir dirahimku." mengusap lembut perut nya seraya berdoa keinginan dan harapan nya segera terkabulkan.