Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Hidup dalam kesederhanaan


__ADS_3

"Clara, Cleo. mami sangat menyayangi kalian berdua. mami tidak akan pernah rela, jika Jack kembali untuk merebut kalian dari sisi mami." Elmira memeluk twins secara bersamaan, wajah keduanya begitu tenang dalam tidur mereka yang pulas.


Elmira semakin resah, mengingat Clara dan Cleo yang memeluk erat Jack, bahkan twins serempak menagis saat akan dipisahkan seolah-olah mereka memiliki ikatan bathin yang begitu kuat dengan ayah kandungnya.


"Kenapa kamu harus kembali lagi kedalam hidup ku Jack, disaat aku sudah mulai tenang dan bahagia hidup dengan ke-dua anak-anakku." menatap wajah Cleo yang memiliki raut ketampanan Jack.


"Ya Tuhan, lindungi lah kami. semoga anak-anakku tidak mewarisi sifat kejam dan biadap ayahnya. jauhkan lah kamu dari laki-laki jahat itu." doa Elmira sambil mengusap rambut twins.


Sampai kapanpun Elmira tidak akan rela jika Jack mengambil anaknya, perlakuan Jack masih membekas dipikiran nya. bahkan dia berjuang mengandung twins seorang diri hingga melahirkan anak-anak yang mengemas kan, imut dan lucu-lucu, dia tidak akan rela Jack menikmati manis nya begitu saja.

__ADS_1


"Ami...., Eo pengen Didi..." ucap Cleo tiba-tiba terbangun, sepertinya dia habis bertemu dengan Jack dialam bawah sadarnya.


"Eo tidak punya pipi sayang, tapi punya Ami yang akan selalu menjaga, menyayangi Cleo dan Clara." bujuk Elmira sambil menepuk pelan pantat Cleo agar dia kembali tertidur.


"Jack sudah berhasil merebut perhatian Anak-anakku, bahkan dialam mimpi pun Cleo masih memangil nama bajingan itu." ucap Elmira geram sambil mengepalkan kedua tangannya, hatinya masih sangat sakit dan akan membenci Jack selama nya.


"Untuk sementara waktu, aku akan tetap dirumah saja. melindungi kedua anak-anakku."


"Keuangan ku juga sudah mulai menipis, kebutuhan twins mulai bertambah. belum lagi susu mereka, mungkin aku harus menunda sampai aku mendapatkan celah untuk kabur dan bersembunyi lagi dari Jack."

__ADS_1


Matahari semakin cerah menyinari bumi, namun tidak dengan seorang laki-laki yang berjalan mondar-mandir didepan pintu mention mewah milik nya. dia sangat merindukan dua bocah kecil yang sangat lucu. yang membuat senyum nya selalu menghangat jika teringat wajah lucu mereka berdua.


"Anak-anakku...., apa kabar mereka saat ini. papi tidak bisa bersabar lebih lama lagi untuk bertemu dengan kalian berdua. meskipun harus menagung amarah dari mamimu...papi sudah siap nak dengan segala resiko nya, papi pantas mendapatkan semua caci makian bahkan diusir, karena sudah merusak masa depan mamimu."


Jack masuk kedalam mobilnya, beberapa kali dia menghembuskan nafas berat. untuk mengurangi rasa gugupnya karena akan bertemu Elmira nantinya. dadanya berdetak lebih cepat dari biasanya, sesuatu yang belum pernah Jack alami selama ini.


Begitu sampai, Jack menghentikan mobilnya disebuah pohon rindang, dia memperhatikan Elmira dan anak-anak nya melalui jendela kaca mobil. senyum mengembang dari bibir Jack, paling tidak rasa rindu nya sedikit terobati dengan cara seperti ini.


"Aku tidak boleh bertindak gegabah, aku harus bersabar untuk menghadapi mu, Elmira." bathin Jack dengan tatapan mata yang terus memperhatikan kedua anak-anaknya yang berlarian, ditaman samping rumah mereka yang sederhana.

__ADS_1


"Anak-anakku hidup dengan kesederhanaan dan keterbatasan, sedangkan diriku penuh dengan kemewahan." Jack merasa nyeri dihati nya, ingin dia mendirikan sebuah istana yang megah untuk mereka tempati, tapi Elmira pasti akan menolak semuanya. dan Jack harus bersabar sampai gadis itu bersedia menerima dan memaafkannya.


__ADS_2