Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Bertemu twins


__ADS_3

"Kakak, kenapa kakak menyakiti Jack. dan bukan perempuan murahan itu." rengek Mona pada Alexi yang kali ini sudah gagal menjalankan tugasnya.


"Diam lah Mona, jangan pancing kemarahan ku. semua ini gara-gara kamu. aku sudah seringkali mengingat kan dirimu untuk tidak mengunakan perasaaan, tapi kamu tatap ngeyel dan jatuh cinta pada musuh bebuyutan kita sendiri." ucap Alexi menatap Mona dengan penuh kemarahan.


"Aku tidak bisa mengendalikan diriku kak, perasaan ku pada Jack mengalir begitu saja. tanpa aku bisa kendalikan. aku mohon jangan sakiti Jack lagi kak, aku sangat mencintai nya dan tidak ingin kehilangan cintaku untuk kedua kalinya." menagis pada Alexi.


"Tergantung."


"Tergantung apa maksudmu kak."


"Kamu mencintai Jack, sedangkan aku tertarik dengan Elmira. jadi aku juga tidak ingin menyakiti gadis itu."


"Elmira tidak akan pernah mau dengan mu kak, karena dia sudah melihat perbuatan mu dengan Mata kepalanya sendiri."


"Tidak Mona, saat kejadian aku mengunakan topeng untuk menutupi wajah ku. masalah suaraku itu bisa diatur dan perkara mudah bagiku." Alexi tersenyum licik.


"Terus kita harus bagaimana?"

__ADS_1


"Untuk beberapa saat aku ingin menghilangkan jejak, setelah situasi aman terkendali. kita akan cari cara untuk memisahkan mereka berdua. jika perlu pernikahan mu dan Jack semakin dipercepat."


"Baiklah, aku percaya padamu kak."


*****


Setelah kondisi Jack membaik, dia diperbolehkan untuk pulang. bahkan Erlangga sudah mau menerima dan memaafkan kesalahan Jack. untuk Elmira Jack masih butuh waktu untuk meluluhkan hatinya yang keras bagaikan batu karang ditengah-tengah lautan.


Sopir pribadi sudah bersiap untuk menjemput Jack ke rumah sakit, namun Jack menolak untuk langsung pulang keapartemen. dia ingin bertemu dengan Clara dan Cleo terlebih dahulu.


"Kenapa Elmira, apa kamu masih keberatan untuk mempertemukan aku dengan twins, bukankah kamu sudah bersedia memberikan aku kesempatan?" tanya Jack.


"Jack, perlu kamu ingat. mereka berdua adalah anak-anakku, jadi aku harap kamu tidak usah berharap lebih pada mereka. dan tentang keberdaan ku disini anggap saja sebagai balas budi karena kamu telah menyelamatkan aku."


"Aku tahu El, yang penting sudah diberi kesempatan untuk bertemu mereka sudah cukup membuat aku bahagia." balas Jack.


Jack tersenyum pasrah, dia sadar akan kesalahannya dan Elmira pantas jika masih belum memaafkan dirinya sepenuh hatinya. mau tidak mau Elmira mendecis saat naik kedalam mobil yang menjemput Jack. menuju rumah orang tua nya. dia kesal karena laki-laki ini selalu mempunyai seribu alasan untuk mencapai keinginannya. sepanjang perjalanan mereka larut dengan pikiran masing-masing, hingga tanpa terasa mobil sudah berhenti tepat disebuah rumah yang sederhana dan terlihat nyaman untuk ditempati.

__ADS_1


Madam Jane segera membuka pintu masuk, begitu melihat kedatangan Elmira dan Jack. mereka turun secara bersamaan.


"Hole...hole.. pipi datang."


Cleo bersorak kegirangan, berlari kearah Jack, sedangkan Clara cuma ikut-ikut sang kakak. namun ketika jaraknya sangat dekat dari Jack, dia beralih kedalam gendongan maminya.


Hack tersenyum senang menarik tubuh mungil Cleo kedalam pelukannya, rasa rindu selama ini terobati dengan tingkah polos Cleo.


"Cleo, Clara. papi sangat merindukan dan menyayangi kalian berdua."


"Iya pi, kami juga sayang pipi."


"Tuan muda, bagaimana dengan kondisi mu sekarang?"


"Seperti yang ibu lihat, aku sudah sangat sehat. apalagi setelah bertemu dengan Cleo dan Clara anakku." jawab Jack membelai sayang anak-anaknya.


"Tidak, mereka berdua adalah Anak-anakku." jawab Elmira dan mencoba untuk menarik ke-dua anak-anaknya kedalam pangkuannya. namun mereka malah memilih untuk tetap berada dalam pelukan Jack.

__ADS_1


Melihat hal itu madam ikut tersenyum, paling tidak hati Elmira tidak sekeras biasanya, bahkan dia sudah memperbolehkan Jack untuk datang dan bertemu twins. itu sudah lebih dari cukup untuk membuat mereka bahagia.


__ADS_2