Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Suasana romantis


__ADS_3

Capek berdebat, Elmira pasrah dan bersedia. masuk kedalam mobil Jack yang sudah dibukakan pintu nya terlebih dahulu.


Sepanjang perjalanan, pandangan Elmira lebih tertuju pada luar jendela kaca. jalanan licin yang habis diguyur hujan lebat hampir semalaman membuat kaca mengembun. tiba-tiba Elmira mengerutkan keningnya, melihat arah jalan yang mereka lewati berbeda dari jalan menuju kantor yang biasa dia lewati.


"Jack, kamu mau membawaku kemana?"


"Jangan takut El, aku cuma ingin membawamu kesuatu tempat yang indah. jangan takut. aku bukan Jack yang dulu lagi."


Meskipun tidak sepenuhnya percaya, namun Jack sudah berkorban menolong nya. sudah cukup bukti jika dia berubah.


Mobil berhenti disebuah kafe, yang menyajikan beraneka makanan dan minuman panas.


"El, berhubung musim hujan dan cuaca nya juga dingin. bagaimana jika kita menikmati minuman panas di dalam kafe ini dulu."


"Baiklah, Jack."

__ADS_1


Mereka masuk, terlihat seperti pasangan yang serasi dan romantis. menuju ruangan khusus. Jack sudah mengetahui minuman dan dan makanan kesukaan Elmira, sehingga dia langsung memesan tanpa diketahui El.


"Minumlah El, aku tahu kamu menyukai."


"Terimakasih Jack, dari mana kamu mengetahui tentang menu makanan dan minuman ku. apa dari madam Jane." tanya Elmira.


"Tidak, tapi aku mencari tahu nya sendiri." ucap Jack dengan tatapan hangat dan penuh cinta.


"Makanan ini akan terasa jauh lebih nikmat, jika dimakan dalam keadaan yang masih sedikit panas." Jack membantu menyuapi Elmira dengan hati-hati, sesekali dia meniup pelan makanan tersebut. sehingga posisi mereka duduk semakin dekat, nyaris tanpa jeda, Elmira dapat menghirup aroma maskulin wangi tubuh Jack, begitu juga sebaliknya.


"Sudah cukup Jack."


Perlahan Elmira menggeser posisi duduk nya, berdekatan dengan Jack membuat jantung nya serasa mau copot.


Suara alunan musik yang mengalun merdu, menambah suasana romantis pasangan ini. bahkan Elmira tidak berani membalas tatapan mata Jack. dia begitu takut akan terpesona, dan tidak bisa lepas nantinya, sehingga dia lebih memilih untuk menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Jack kembali merapatkan posisi mereka, entah terbawa suasana. Elmira tidak punya waktu untuk menolak ketika kecupan hangat mendarat dibibir nya. cukup lama mereka saling menikmati perasaan nyaman dengan dada yang berdebar indah. hingga Elmira tersadar dan kembali mendorong tubuh Jack agar menjauhi nya.


"Aku harus pergi..."


"El tunggu, maafkan aku El." Jecky berusaha untuk mengejar dan menyeimbangkan langkah Elmira yang cepat mendahului nya.


"Masuklah El, aku janji tidak akan mengulangi nya. maafkan aku yang terbawa perasaan ku sendiri."


"Aku tidak ingin kamu melecehkan aku lagi Jack." begitu mereka sudah berada dalam mobil.


"Maafkan aku, tapi aku sangat menyukai mu dan tidak ada niat ataupun pikiranku untuk melecehkan dirimu, Percayalah. karena aku tahu semuanya tentang dirimu, kamu adalah gadis baik-baik dan terhormat, dalam hal ini akulah yang hina El."


"Aku harap kedepannya hal ini tidak terjadi lagi, kamu sudah menjadi milik orang lain Jack. aku harap tolong hargai calon istri mu, Mona. cukup aku saja wanita yang pernah engkau nodai dan sakiti." ucap Elmira berurai air mata.


"Sampai kapanpun aku tidak pernah mencintai Mona, kami hanya dijodohkan karena dia adalah sahabat baik almarhum adikku Ellena, sehingga orang tua ku sangat menyayangi nya. bagaimana pun kedepannya aku tidak akan pernah menikahi nya, aku hanya ingin kamu dan anak-anak kita. perlahan aku akan memberikan pengertian pada orang tuaku, tentang keberdaan Clara dan Cleo. aku yakin mereka akan sangat bahagia dan merestui kita." ucap Jack.

__ADS_1


"Apa ucapan mu itu bisa dipegang?"


"Percayalah El, tidak ada kebahagiaan yang bisa membuat ku tenang dan nyaman. selain bisa hidup bersama mu dan anak-anakku."


__ADS_2