Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Tidak menemukan titik terang


__ADS_3

Dev mengikuti saran dari temannya Fred, dia bersama Erlangga dan petugas kepolisian setempat menelusuri hutan bagian Utara. suara bunyi burung dan binatang hutan semakin terdengar jelas, semak belukar membuat langkah mereka sedikit terhambat dan kewalahan memasuki hutan untuk penelusuran lebih jauh lagi.


"Rasanya mustahil jika Elmira dan Jack sampai ketempat sejauh ini, lagian kondisi mereka pasti terluka dan tidak mungkin sanggup berjalan sampai ketengah hutan untuk mencari pertolongan." terang kepala tim SAR yang juga membawa rombongan nya.


"Berhubung sudah semakin sore, sebaiknya kita mendirikan tenda disekitaran tempat ini. besok pencarian kita lanjutkan kembali."


"Baiklah, kami setuju."


Meskipun masih ingin melakukan pencarian, Dev dan Erlangga terpaksa mengikuti saran pihak kepolisian. untuk sementara waktu mereka mendirikan tenda-tenda sebagai tempat beristirahat, besok nya pencarian akan kembali mereka lanjutkan. termasuk mengikuti aliran air sungai sampai kesebuah bendungan terbesar sungai tersebut.

__ADS_1


Karena banyak orang berpendapat, jika jasad Jack dan Elmira pasti terjebak di sekitaran bendungan air sungai tersebut. atau bisa jadi dimakan binatang buas hutan belantara ini. semua masih berprasangka dan berusaha untuk mencari, bahkan keluarga Jack tidak tanggung-tanggung, mereka mengerahkan banyak orang tanpa peduli harus mengeluarkan banyak uang dan biaya, menemukan Jack dan Elmira jauh lebih penting dari segalanya.


Malam terasa semakin sunyi dan sangat dingin, namun semua itu tidak menyurutkan keinginan dan semangat Dev, dia akan terus berusaha mencari dan memantau hingga Jack dan Elmira benar-benar bisa ditemukan kembali meskipun dengan kondisi apapun itu.


Keesokan harinya, pencarian kembali dilanjutkan. Erlangga menyelipkan senjata tajam dipinggangnya untuk menghindari kemungkinan buruk dari binatang buas. karena mereka akan menelusuri lebih jauh lagi jalanan setapak.


Dua jam perjalanan, mereka sampai di daerah yang paling rawan. bahkan muara sungai yang akan mereka telusuri terdapat banyak sekali buaya-buaya yang siap menerkam jika ada salah satu diantara mereka yang berani mendekat.


"Pak, apa tidak sebaiknya kita cek keberdaan mereka dikaki gunung tersebut?" ucap Dev.

__ADS_1


"Mustahil mereka akan pergi ke kaki gunung, untuk apa. bahkan akses jalan kesana saja tidak ada, semua sudah dipenuhi semak-semak dan hutan yang rimbun."


Dev memperhatikan gunung De Larose, gunung yang terkenal dengan ketinggian nya dan juga terdapat banyak satwa liar yang berkembang biak disana. bahkan keangkeran gunung ini sudah terkenal dimana-mana, hanya orang-orang yang bernyali besar lah yang berani mendakinya dan dari kabar yang beredar, tidak ada yang kembali dengan selamat dari gunung tersebut. sehingga sengaja ditutup bagi pendaki.


"Hey lihatlah, itu seperti sebuah rumah gubuk. apa sebaiknya kita kesana. sapa tahu mereka pergi dan berlindung disana!"


"Ayo kita periksa."


Rombongan segera pergi menuju gubuk tersebut, namun hasilnya tetap sama kosong. tanpa seorang pun. hanya beberapa bekas pakaian lama dan peralatan yang sudah berkarat. tidak jauh dari sana. Tim SAR menemukan sebuah tengkorak manusia, berdasarkan pengamatan mereka. tengkorak tersebut adalah petani atau pemilik gubuk yang mereka singgahi.

__ADS_1


Dev, Erlangga dan berserta rombongan memutuskan untuk kembali. tanpa memperoleh titik terang mengenai keberadaan Jack dan Elmira. bahkan dilokasi tempat kecelakaan polisi tidak menemukan bukti apapun yang mengarah jika mereka meninggal di sana.


__ADS_2