
"Kamu jangan tegang seperti ini Jack."
"Pi, apa Elmira akan menerima lamaran ku ini?"
"Yakinlah pada perasaan mu, yang penting kita sudah berusaha. urusan nanti biar keputusan Elmira yang menentukan. dan apapun itu kamu harus siap menerimanya, Jack."
Mereka masuk menuju ruangan tengah, nampak Elmira tengah mengajak bermain dua bocah imut dan menggemaskan sedang tertawa lepas.
"Pipi...."
"Pipi..." ucap mereka bersamaan saat melihat kedatangan Jack bersama ke-dua orang tuanya, begitu juga dengan Elmira. dadanya langsung berdetak melihat penampilan Jack malam ini, yang jauh berbeda dari biasanya. namun dia segera menguasai keadaan, menyalami dan menyambut ramah kedatangan calon mertuanya.
"Kesayangan papi."
Jack mengangkat kedua anak-anak kedalam gendongan nya. lalu mencium mereka secara bergantian.
"Clara, Cleo. ini Oma dan opa kalian. salim dulu ya." ucap Jack.
__ADS_1
"Oma, opa selamat datang dirumah kami."
"Cantik dan ganteng nya cucu-cucu ku."
Elizabeth langsung mencium mereka, dan mencubit gemas pipi cibi tersebut. sudah lama dia mengharapkan kehadiran seorang cucu, sekarang impian mereka sudah terkabulkan, bukan hanya satu namun dua orang cucu sekaligus.
Elizabeth langsung membawa kedalam pelukan hangatnya, seolah-olah menemukan sosok Ellena dalam diri Clara. sedangkan Cleo digendong oleh papi yang sudah lama mendambakan cucu laki-laki sebagai penerus bisnis besar mereka yang tidak akan habis tujuh turunan.
Mereka duduk diruang keluarga, tingkah lucu Clara dan Cleo tidak henti-hentinya membius mata semua orang, sehingga perhatian tertuju pada mereka berdua.
Jack, menatap cincin berlian berukiran love, serta sudah terukir nama Elmira yang ditulis kecil. bebar-benar cincin indah dan mewah. dia memesan langsung dari luar negeri dengan harga yang fantastis.
"Elmira, aku yakin cincin ini pasti akan melekat sempurna dijemari manismu sayang. aku rasanya sudah tidak sabar lagi untuk memasangkan." bathin Jack tersenyum senang sambil melirik kearah Elmira, tapi bukan cincin yang diberikan nya melainkan buket bunga yang sudah dia siapkan.
Mata Elmira menatap takjub, bunga mawar merah dibentuk menyerupai hati. yang bertuliskan " I Love You " ditengah keterpanaan Elmira melihat semua yang ada dihadapannya. Jack tiba-tiba telah berdiri dengan sebelah kakinya ditekuk dilantai, dan satunya lagi menopang tubuhnya.
Jack kembali mengulurkan tangannya, mengeluarkan sebuah cincin yang tidak kalah cantik dibandingkan sebelumnya.
__ADS_1
"Will You Marry Me, Elmira."
Kata-kata itu terukir indah meluncur dari bibir Jack , Elmira menutup mulutnya, dia seperti merasa mimpi mendapatkan perlakuan yang benar-benar istimewa dari Jack dan keluarganya malam ini.
"Ini pasti hanya mimpiku, ya Tuhan apa sudah waktunya aku menerima lamaran dari Jack." gumam Elmira memejamkan matanya berharap mendapatkan pilihan terbaik.
Elmira menutup lama matanya, berharap saat dia membuka matanya nanti. dia sudah terjaga dari mimpi yang begitu indah, namun semakin dia berusaha, semakin kuat dorongan dalam dirinya untuk membuka kembali matanya.
"Jack, bagaimana dengan Mona."
"Hubungan kami sudah berakhir, karena aku tidak pernah mencintai nya. aku ingin melamarmu dihadapan semua orang yang ada disini. termasuk kakakmu Erlangga, aku ingin kamu menjadi istriku. El maukah kamu menikah dengan ku, kita akan membesarkan dan mengasuh anak-anak kita dengan penuh kasih sayang." ucap Jack sambil mengeluarkan sebuah cincin permata yang sangat indah lalu memasang kan ke jemari manis Elmira.
Tubuh Elmira seketika bergetar, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, semua seperti berputar-putar mengelilingi nya, Elmira memegang pelipisnya dengan sebelah tangan. hingga akhirnya semua terlihat kecil dan gelap. gadis itu pingsan dengan sempurna. mengabaikan panggilan orang-orang yang mengelilingi tubuhnya.
"Mami.... mami.... bagun mi." teriak Clara diikuti Cleo yang terdengar jauh.
"El...kamu kenapa sayang?"
__ADS_1