Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Tidak bisa move on


__ADS_3

Elmira dan Jack, makan bersama dalam kehangatan sebuah keluarga baru, yang sudah menolong mereka dengan tulus ikhlas tanpa mengharapkan balasan. mengingat kondisi Jack dan Elmira saat ini, yang tidak memiliki apapun untuk membalas kebaikan pasangan suami istri tersebut. namun mereka berdua sudah bertekad akan memberikan bantuan akses jalan atau membangun desa ini sehingga kehidupan mereka jauh lebih layak lagi.


"Tuan dan nyonya, semoga tuhan membalas kebaikan kalian berdua. kami tidak memiliki apapun sebagai bentuk rasa syukur dan terimakasih kami." ucap Jack yang sudah bisa duduk sendiri meskipun dengan perlahan-lahan.


"Aku dan istriku ikhlas membantu kalian berdua. jadi jangan sungkan ataupun merasa tidak enak hati terhadap kami." balas Hendrik.


"Iya nak, mendingan sekarang kita semua fokus pada kondisi kesehatan Jack. semoga cepat pulih dan kembali bisa berjalan normal, karena jalan yang akan kalian tempuh nantinya sangat jauh sehingga membutuhkan tenaga dan kondisi yang benar-benar fit."


"Iya, sekali lagi terimakasih atas kebaikan dan pertolongan tuan dan nyonya yang sangat baik hati."


****


Semenjak Elmira dan suaminya jack. dinyatakan meninggal dunia, Dev merasa hidupnya ikut hancur. dia lebih sering menghabiskan waktu dengan mencari kebahagiaannya sendiri dengan pergi klub malam atau tempat- tempat yang menjadi kenangan indah dia dan Elmira dulunya.


"Jack, ternyata mencintai dan memiliki mu tidak seindah yang aku bayangkan. aku tidak akan menyerah sampai aku benar-benar mendapatkan cinta dan kasih sayang darimu Devan."

__ADS_1


Alexa masih berusaha untuk bertahan dengan penuh kesabaran menghadapi sikap dan penolakan dari Dev yang tidak pernah sekalipun menunjukan sikap manisnya.


"Alexa, datanglah bersama Dev kerumah mami malam ini. sudah lama sekali kita tidak makan malam bersama, sayang." terdengar suara lembut sang mertua yang selalu menyemangati Alexa untuk mempertahankan rumah tangga mereka.


"Iya, aku dan Dev akan kesana setelah dia pulang. mi." jawab Alexa.


"Apa, Dev masih belum pulang kerumah jam segini? apa dia beralasan lembur lagi?"


"Sepertinya iya mi."


"Sudahlah mi, lagian sekarang Elmira dan suaminya sudah tenang disana. tidak baik jika kita masih membicarakan orang yang sudah tidak ada."


"Iya nak, cuma mami masih tidak terima dengan sikap Dev yang masih belum bisa move on dari perempuan itu. tapi Alexa mami yakin cepat atau lambat Dev padi akan menerima dan mencintai dirimu, percayalah pada mami nak."


"Iya mi, sepertinya Dev sudah pulang. mami tunggu saja kedatangan kami berdua disana ya."

__ADS_1


Setelah menutup panggilan dengan mertuanya, seperti biasa Elmira menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman manis. membantu menyiapkan pakaian ganti, air hangat untuk dia mandi.


Meskipun apa yang dia lakukan seperti tidak pernah dianggap sama sekali, Dev hanya mengabaikan dirinya.


"Dev, barusan mami telpon. dia menyuruh kita untuk datang kerumahnya malam ini."


"Untuk apa? apa kamu sudah mengadukan yang macam-macam pada mami, sehingga dia meminta kita untuk pulang kerumahnya?" tanya Dev dengan ekspresi dingin, bahkan dia sama sekali tidak tertarik melihat penampilan Alexa yang selalu berusaha menarik perhatiannya.


"Tidak, aku tidak pernah mengadukan apapun pada mami dan papi mu. mereka cuma merindukan kehadiran kita dirumahnya, itu saja."


"Baiklah, aku bersiap dulu, ingat dihadapan mami dan papiku nantinya. kita adalah pasangan romantis dan bahagia. jadi pandai-pandai lah bersikap manis seolah-olah kita adalah pasangan yang serasi dihadapan kedua orang tua ku."


"Pasti Dev."


Alexa tersenyum, dia sangat menyukai jika tampil mesra dihadapan kedua orang tua Dev. karena itu merupakan kesempatan emas untuk dirinya bisa bergelayut manja bahkan bisa menyentuh Dev sesuka hatinya.

__ADS_1


__ADS_2