
"Sayang, awasss... Aaaaaaaggh brunggghh."
Tubuh Jack seketika ambruk, dia merelakan tubuhnya menjadi amukan seekor babi hutan. yang semula ingin menyerang tubuh Elmira.
Elmira dengan sigap mengambil sebuah kayu untuk melindungi diri mereka, namun sia-sia karena tenaganya kalah banyak.
"El, cepat sembunyi ketempat yang aman." teriak Jack sebelum dia kalah dan ambruk melawan tenaga babi yang jauh lebih kuat.
"Tolong jangan bunuh suamiku......aku mohon. Tuhan tolong lindungi Jack. aku tidak ingin dia meninggal sia-sia ditempat ini." ucap Elmira disela-sela tangisan dan teriakan nya. Jack terlihat tidak mempunyai tenaga lagi tubuh nya sudah dipenuhi luka.
Melihat Jack yang sudah tidak berdaya, babi hutan itu pergi begitu saja. dengan mengumpulkan sisa-sisa tenaganya, Elmira mendekati Jack sambil menagis.
"Bagunlah Jack, aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri ditempat ini. katamu sangat mencintaiku dan tidak akan pernah meninggalkan aku sendiri, Jack buktikanlah kata-kata mu hu...hu.."
Elmira kembali menggerakkan tubuh Jack, namun laki-laki tampan itu belum juga merespon, pikiran buruk mulai menghantui Elmira. yang ingin ikut mati saja, bersama orang dicintainya ditengah-tengah hutan belantara ini. namun saat kilasan wajah twins melintas, membuat Elmira seolah tersadar dan kembali berteriak berharap ada yang mendengar dan menolongnya.
__ADS_1
"Siapapun tolong kami... tolong suamiku......" teriakan kesedihan Elmira bergema ditengah-tengah keheningan hutan.
Suara tangis dan teriakan tersebut, terdengar hingga ke telinga dua orang pemburu, yang tengah mengejar babi hutan karena sudah merusak perkebunan milik mereka, dengan senjata berupa panah dan dua ekor anjing pelacak bertubuh besar.
"Hoggy...ikuti suara itu."
"Huck....huck...huck...."
"Huck... huck...huck..."
Dua ekor anjing tersebut mulai mengendus-endus sambil berjalan, mencium bekas pijakan babi ataupun jalan yang sempat dilalui Elmira dan Jack. dua orang pemburu terus mengikuti langkah anjing mereka, hingga bertemu dengan Elmira yang terus menagis dengan kondisi tubuh Jack yang sudah mengenaskan.
"Maaf, kalian berdua siapa? kenapa bisa masuk kejutan yang rawan dengan binatang buas ini?" tanya Hendrik.
Elmira segera mengangkat kepalanya, sebuah harapan besar muncul dihati nya ketika melihat dua orang bertubuh besar hendak membantu nya.
__ADS_1
"Aku, Elmira dan ini suamiku, Jack. kami berdua tersesat di hutan ini, berhari-hari kami mencari jalan keluar. tapi belum juga menemukan nya. sekarang suamiku terluka parah karena amukan seekor induk babi hutan yang tiba-tiba datang menyerang kami." tutur Elmira seraya mengusap air matanya.
"Ini hutan larangan, dan sangat angker tidak ada yang berani memasukinya. bahkan akses jalan sengaja ditutup untuk pendaki yang ingin naik gunung."
"Tolong kami, suamiku tengah terluka parah."
"Iya, kita harus membawanya segera kerumaku. kebetulan aku mempunyai banyak ramuan dari hutan ini untuk mengobati lukanya." mereka membantu mengangkat tubuh Jack yang sudah tidak sadarkan diri, Elmira mengikuti langkah kaki mereka dari belakang.
"Alhamdulillah, akirnya engkau mengirimkan pertolongan pada kami ya Allah." tersenyum lega, meskipun air mata haru tidak mampu dia bendung.
Perjalanan cukup jauh harus mereka tempuh untuk sampai kesebuah perkampungan, yang hanya terdapat beberapa rumah dan kepala keluarga saja. akses jalan pun sangat kecil dan juga licin, sehingga Elmira sempat beberapa kali terjatuh dan bangkit lagi.
"Suamiku, mereka berdua siapa?"
Nyonya Helen menatap heran melihat suaminya membawa dua orang yang tidak dikenalinya, bahkan semua ikut berkumpul melihat kedatangan Elmira.
__ADS_1
Hendrik tidak langsung menjawab, dia membaringkan tubuh Jack dengan perlahan pada sebuah dipan kecil, membuka seluruh pakaiannya, membersihkan luka-luka lalu menempelkan beberapa racik ramuan obat-obatan dan daun-daunan ketubuh Jack yang dipenuhi luka, setelah itu dia mengunakan sebuah kain panjang untuk menutupi tubuh polos Jack.
"Jack, bagunlah sayang."