
Dokter yang biasa menangani Elmira menyambut hangat kedatangan mereka berdua.
"Ternyata suami, nona Elmira sangat tampan ya. tumben baru kali ini bisa mengantarkan isterinya buat kontrol?" tanya dokter yang membuat wajah Elmira merah merona.
"Maaf dokter, sebenarnya Dev bukan...." belum sempat Elmira menjelaskan tentang status hubungan mereka, Dev langsung memotong pembicaraan Ellena.
"Saya kemaren sangat sibuk dok, tapi untuk kedepannya saya janji untuk terus menemani istri saya hingga proses melahirkan nya nanti."
"Ooo... baguslah, karena dukungan tulus dari suami merupakan kekuatan yang paling ampuh untuk istri. dalam melewati proses persalinannya." jawab Dokter.
Elmira mulai berbaring di ranjang pasien, seorang perawat wanita mulai mengolesi gel berwarna bening diperut Elmira, yang terlihat sudah tidak sabaran untuk mengetahui perkembangan bayi-bayi kembarnya.
Dev sempat terlonjak kaget, begitu melihat layar monitor. nampak sepasang bayi kembar yang mulai bergerak, tanpa sadar hati Dev tersenyum senang menatap Elmira yang juga tersenyum kearahnya.
"Bayi nona dan tuan sangat sehat, sepertinya tidak lama lagi nona Elmira sudah bisa melahirkan. sebaiknya sering-sering lah berhubungan intim, agar merangsang dan mempermudah jalan lahirnya nanti." ucap dokter yang membuat Elmira dan Dev sama-sama tersenyum kikuk dan malu.
Dokter kembali kemeja kerja nya, seraya menuliskan resep berupa vitamin untuk mereka tebus.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, Elmira tersenyum sambil mengusap perutnya dengan penuh kasih sayang.
"Elmira, jangan lupa untuk rutin minum susu dan vitaminnya ya, jika ada apa-apa segera hubungi aku."
"Dev, apa aku tidak merepotkan mu. aku tidak ingin membenani mu, terus Dev." ucap Elmira lirih kemudian menundukkan kepalanya sedih. Dev menggenggam tangan Elmira dengan hangat, untuk memberikan sedikit kekuatan.
"Elmira, please jangan sungkan seperti ini lagi. aku ikhlas membantu kalian. dan sudah menganggap kalian bagian dari hidup ku. aku tidak ingin membahas ini lagi, oke."
****
"Jack, usiamu sudah sangat dewasa. apa kamu tidak menginginkan sebuah pernikahan, keluarga yang hangat dengan anak-anak yang membuat suasana rumah kita ini kembali hidup, seperti masa-masa Ellena masih ada diantara kita. papi dan mami sudah lama merindukan adanya gelak tawa gan keceriaan dirumah besar ini lagi Jack."
"Aku tidak butuh wanita dalam hidupku, Pi."
Berlalu pergi meninggalkan orang tuanya, yang bisa menatap sedih kepergian Jack.
"Bagaimana kabarnya, wanita yang bernama Elmira itu sekarang Pi?"
__ADS_1
"Entahlah, kata Jason dia sudah pergi ke negara yang sangat jauh. aku yakin, Elmira tidak akan sudi menerima Jack dalam hidup nya, perbuatan Jack tidak bisa dimaafkan."
"Apa dia mengandung cucu kita?"
"Entahlah, seperti tidak mungkin. karena dia sangat membenci Jack, jika pun dia hamil pasti dia akan menggugurkan nya." terang papi yang sangat paham bagaimana rasa trauma yang sudah dirasakan Elmira selama ini karena perbuatan Jack.
"Iya pi, entah mengapa hati kecilku. yakin jika kakak laki-laki Elmira bukanlah pelaku yang sudah membuat Ellena kita pergi."
"Mudah-mudahan saja mi, dugaan kita selama ini salah. dan kebenaran segera terungkap."
"Pi, tidak lama lagi hari ulang tahun Ellena. meskipun dia tidak bersama kita lagi. aku ingin tetap merayakan hari jadinya."
"Terserah padamu." balas papi yang mengikuti saja permintaan istri nya.
"Tapi aku ingin Jack membawakan bunga kesayangan yang ditanam oleh Ellena sendiri, yang masih hidup hingga sekarang. dan itu berada di dihalaman utama taman salah satu toko bunga milikku di Amerika."
Besoknya, mau tidak mau Jack harus kembali terbang ke Amerika. dia tidak pernah bisa menolak permintaan sang mami tercinta.
__ADS_1