
Ditengah-tengah kaki gunung hutan belantara, Jack dan Elmira masih berusaha mencari jalan untuk keluar. mereka berdua saling menguatkan satu sama lain. dan bertahan hidup dengan memakan buah-buahan yang ada di hutan.
"Aduuuh ini sakiiit banget Papskey."
Elmira berusaha menahan perih ketika kaki sebelah kanannya tidak sengaja menginjak ranting pohon yang memiliki duri cukup panjang, sehingga kakinya mengeluarkan darah.
"Sayang, tahan sedikit ya. aku akan mengeluarkan duri ini."
"Ya, Papskey."
Elmira memejamkan mata, berusaha menahan perih saat Jack menarik duri dari ranting pohon tersebut. dan mengeluarkan darahnya. lalu Jack merobek kaus dalaman nya membalut luka dikaki Elmira.
"Momskey masih kuat jalan? apa masih perih?"
"Masih, tapi kita pelan-pelan saja ya."
"Ya."
Jack membimbing tangan Elmira erat, mereka kembali melanjutkan perjalanan menelusuri anak mata air yang mengarah kebawah. kondisi jalanan yang licin tidak memungkinkan bagi Jack untuk menggendong tubuh Elmira, meskipun sesungguhnya dia tidak tega melihat istri nya yang kesusahan untuk berjalan dengan kondisi kaki yang masih sakit.
Capek berjalan, Jack tersadar jika mereka tersesat dan kembali ketempat semula, karena dari kejauhan dia melihat gubuk yang sebelumnya menyekap mereka berdua.
__ADS_1
"Bukankah itu tempat Mona menyekap kita." bisik Elmira sambil bersembunyi dibalik sebuah batu berukuran besar.
"Ya, sayang aku ingin menyelinap ke sana. sepertinya tempat itu sudah sepi. karena aku tidak melihat orang-orang suruhan Mona lagi yang semula berjaga-jaga. apa mereka sudah meninggalkan tempat ini?"
"Jangan Paps, aku takut nanti kamu akan tertangkap oleh mereka lagi." Elmira menarik kuat tangan Jack.
"Kamu tunggu disini ya, bagaimana pun kita harus mendapatkan ponsel untuk meminta pertolongan, serta obat untuk mengobati luka-luka ditubuh kita. termasuk makanan. aku sangat yakin jika mereka pasti memiliki stok makanan ditempat ini." bujuk Jack berusaha untuk menenangkan Elmira.
"Hati-hati ya Papskey."
"Ya sayang, percayalah jika tuhan akan selalu melindungi kita."
Jack berjalan sambil mengendap-endap, dia semakin mempercepat langkah begitu melihat situasi yang sepi. Jack mengintip kedalam melalui celah-celah, dia terlonjak kaget dan syok saat melihat Mona dan Alexi yang sudah berlumuran darah.
Jack berusaha untuk menemukan ponsel Alexi maupun Mona, paling tidak dia bisa meminta pertolongan dengan alat tersebut, namun sia-sia. Jack tidak menemukan ponsel mereka.
"Aku harus cepat pergi dari sini, sebelum orang-orang Alexi kembali ketempat ini."
Jack kembali berjalan mengendap-endap, sambil membawa dua tas ransel milik Mona dan Alexi.
Elmira langsung memeluk Jack, begitu melihat kedatangan suaminya. dia sempat kawathir jika Jack akan ditangkap kembali.
__ADS_1
"Aku takut sekali, mereka akan menangkap mu, suamiku."
"Aku tidak apa-apa sayang, bahkan aku berhasil mengambil pakaian, makanan dan obat-obatan untuk kita."
"Tapi ini milik Mona dan Alexi."
"Biarkan saja, lagian mereka berdua sudah meninggal karena tembakan."
"Meninggal dan siapa yang sudah menembak dan membunuh mereka. apa anak-anak buah mereka sendiri?"
"Entahlah, aku tidak tahu sayang. aku segera bertindak mengambil barang-barang ini. takut orang-orang suruhan mereka kembali ketempat itu lalu menangkap kita. karena mereka memiliki senjata api yang berbahaya dan bisa melukai kita."
"Cepat sayang, kita harus mandi dan mengunakan pakaian mereka."
"Baik."
Elmira dan Jack mandi, dengan air yang begitu dingin dan bersih. tubuh mereka kembali segar. berhubung postur tubuh Mona dan Elmira hampir sama, sehingga pakaian Mona muat untuk dikenakan nya. begitu juga dengan Jack yang mengenakan pakaian Alexi.
Mereka memakan makanan cepat saji, untuk mengisi perut yang sudah masuk hari ketiga hanya memakan buah pisang hutan saja.
"Sayang, aku akan mengobati luka-luka mu, sebelum kita melanjutkan perjalanan."
__ADS_1
"Ya Papskey."