
Dev menghentikan mobilnya disebuah restoran tepi pantai, dia tahu jika Elimira sangat menyukai suasana pantai.
"Elmira, kita makan dulu ya."
"Maaf Dev, aku tidak lapar." tolak Elmira tetap mengalihkan pandangan ke depan, dia sengaja agar tidak bersitatap dengan mata Dev, yang nantinya bisa membuatnya kembali luluh. bagaimana pun juga cintanya untuk Dev belum hilang seutuhnya.
"Kruugggh... kruugggh...,"
"Jika kamu tidak lapar tidak masalah bagiku, tapi kasihan dengan bayimu itu. mereka pasti kelaparan dan butuh makan." bujuk Dev.
Elimira mengusap perutnya, dia sangat malu karena Dev mendengar bunyi perut nya yang kebetulan memang lapar. sehingga mau tidak mau Elmira ikut turun melangkah masuk mengikuti Devan menuju ruangan khusus yang menghadap langsung kearah pantai.
Suasana ruangan yang tenang dan nyaman, membuat mereka bisa leluasa untuk ngobrol-ngobrol.
"Elimira, jujur lah padaku. dari awal aku sudah curiga, pasti ada yang kamu sembunyikan selama ini?"
"Tidak ada Dev, kamu jangan terlalu peduli padaku. aku tidak pantas untuk kamu kasihani. aku mohon lanjutkan kehidupan mu dengan wanita yang jauh lebih baik dariku." tolak Elmira.
__ADS_1
"Bagiku, kamulah yang terbaik dan tidak akan pernah tergantikan dihatiku, Elmira. Oke jika kamu tidak ingin menjalin hubungan seperti dulu, bagaimana jika kita memulai lembaran baru. anggaplah aku sahabat atau saudara lelaki mu sendiri, layaknya kak Erlangga. aku berjanji akan selalu melindungi dan menjaga mu sebaik mungkin Elmira, percayalah padaku." ucap Dev sungguh-sungguh dengan ucapannya.
"Tapi Dev, aku wanita hina...aku malu malu padamu Dev."
"Aku Devan Alessandro. berjanji akan selalu bersamamu apapun itu, sekarang jujurlah apa yang sebenarnya terjadi Elmira. siapa ayah dari bayi yang sedang kamu kandung?"
"Elmira... kenapa kamu diam. aku hanya ingin melindungi mu, ingat mulai sekarang kita sahabat sekaligus saudara yang siap membantu mu."
"Aku tidak tahu Dev, semuanya terjadi begitu saja. aku tidak mengenal laki-laki yang sudah memperkosa dan meninggalkan benihnya dirahimku. semua sudah terjadi...aku hancur Dev hu...hu... meskipun begitu aku akan merawat dan menyayangi anak ini, tanpa peduli bagaimana mereka hadir dirahimku."
"Aku tidak mungkin jujur padamu Dev, Jack itu sangat berbahaya. dia bisa saja menyakiti mu, cukup aku dan kak Erlangga yang menderita karena perbuatan nya." bathin Elmira sedih.
"Sudahlah Dev, mungkin sudah takdirku seperti ini. aku sengaja pergi sejauh mungkin agar bisa melupakan perbuatan laki-laki brengsek itu." Elmira mengusap air matanya.
"Elmira, mulai sekarang. aku akan menjadi ayah angkat untuk bayimu, aku akan menyayangi anakmu layaknya anakku sendiri, jadi jangan pernah berfikir jika kamu sendirian di dunia ini." bujuk Dev, yang ikut terharu dengan perjalanan hidup Elmira yang jauh lebih berat dari apa yang dia pikirkan, dia percaya dengan kata-kata Elmira, karena setahu Dev, Elmira bukanlah wanita murahan dan selalu menjaga kehormatannya selama ini.
"Terimakasih Dev, kamu sangat baik."
__ADS_1
Setelah selesai makan, Dev mengantarkan Elmira kerumah nya. sedikit banyak dia merasa lega. karena sudah mengetahui kebenaran tentang musibah yang sudah menimpa Elmira. sekarang Dev akan sabar menunggu Elmira. meskipun tidak tahu kapan Elmira akan membuka hatinya untuk Dev kembali.
*****
Pagi hari yang sangat cerah, secerah senyuman Elmira. semenjak bertemu kembali dengan Dev. dia merasa tidak sendirian lagi, Dev begitu perhatian dan peduli dengan nya.
"Pagi Elmira."
"Tumben kamu berkunjung pagi-pagi sekali Dev?"
"Iya, karena hari ini adalah jadwal kontrol kehamilan mu khan, ayo aku akan mengantarkan dirimu untuk kontrol."
"Iya, terimakasih Dev karena sudah mengingatkan."
Setelah selesai bersiap, Dev mengantar Elmira menuju rumah sakit, berjalan beriringan menuju ruang dokter kandungan, Dev begitu antusias ingin mengetahui perkembangan bayi Elmira yang semakin membesar.
"Elmira, aku juga menyayangi anak-anakmu. izinkan aku untuk ikut mendampingi merawat dan mengasuh mereka nantinya. aku berjanji tidak akan membiarkan mereka kekurangan apapun."
__ADS_1
"Tentu paman Dev." Ucap Elmira seolah-olah bayi nya yang berbicara. dia tidak enak hati terus menerus menolak kebaikan Devan, dia percaya Dev tulus ingin membantu dan menyayangi anak-anaknya kelak.