
"Alhamdulillah, akhirnya kita bisa menghirup udara bersih tanah kelahiran kita lagi, Papskey." ujar Elmira tersenyum bahagia.
"Iya sayang, kita harus bersyukur dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. karena kita masih diberikan kesempatan kedua untuk hidup dan bernafas hingga detik ini, dan kita juga sudah dipertemukan dengan orang-orang yang baik. membantu kita dengan tulus ikhlas hingga kita bisa pulang dengan selamat." tutur Jack seraya membimbing tangan sang istri berjalan keluar dari bandara.
"Aku sudah tidak sabaran lagi bertemu dengan twins, mami dan papi. apa reaksi mereka nantinya setelah kita menghilang tanpa kabar berita selama ini, bahkan sudah masuk bulan ke-tiga." jelas Elmira seraya mengelus sayang perutnya yang masih datar, namun dia sangat yakin jika tengah mengandung buah cintanya yang ke-tiga. meskipun itu baru prasangka nya saja.
Mereka menaiki taxi menuju pulang, sepanjang perjalanan senyum terus menghiasi bibir keduanya. yang sengaja tidak memberitahukan pada siapapun, karena Jack dan Elmira ingin memberikan kejutan yang membahagiakan pada keluarga besarnya.
Jack menggenggam erat tangan sang istri, begitu mobil mereka telah sampai didepan pintu gerbang utama rumah besar orang tua Jack. seorang petugas keamanan rumah berjalan mendekati taxi yang ditumpangi Jack, karena tidak sembarangan orang yang bisa memasuki rumah tersebut. jika tidak ada janji atau izin terlebih dahulu dengan pemilik rumah.
"Selamat siang, pak" ucap sopir taksi menyapa.
"Siang, ada perlu apa anda datang kerumah ini? apa sudah memiliki janji dengan tuan rumah?" tanya petugas keamanan yang belum mengetahui jika Jack dan Elmira duduk di jok belakang.
__ADS_1
"Tidak pak, saya cuma pengantaran penumpang saya kealamat rumah ini." seraya menunjuk Jack.
Petugas keamanan rumah mengedarkan pandangannya kearah belakang, refleks dia terlonjak kaget.
"Astagfirullah tuan muda .... nyonya muda. kalian masih hidup?" tanya petugas keamanan yang bernama Dadang tersebut syok, dengan mata membulat beberapa kali dia mengucek matanya untuk memastikan penglihatannya, kemudian Dadang tersenyum bahagia.
"Ya pak Dadang, aku dan istriku masih diberikan kesempatan untuk hidup." ucap Jack tersenyum ramah.
"Semenjak tuan dan nyonya muda menghilang, kami semua bersedih. apalagi setelah ditemukan sepasang mayat yang dinyatakan sebagai tuan dan nyonya." terang Dadang dengan mata berkaca-kaca.
"Ya tuan, nyonya dan tuan besar sangat sedih. namun mereka berusaha tegar dan kuat Clara dan Cleo yang masih sangat membutuhkan kasih sayang." terang Dadang.
Jack dan Elmira saling pandang, mendengar cerita dari Dadang membuat air mata mereka tanpa disadari sudah mengalir. bahkan sopir taxi itupun ikut terharu.
__ADS_1
"Sayang, jangan-jangan sepasang mayat yang mereka pikir adalah Kita berdua, apa sebenarnya Alexi dan Mona?" tanya Jack.
"Bisa jadi, dan orang-orang juga menemukan beberapa barang bukti yang mengarah pada kita berdua. seperti cincin dan dompet."
"Aku tidak sanggup membayangkan bagaimana terpukul nya mami dan papi, termasuk anak-anak kita yang masih kecil. mereka pasti sangat merindukan kita berdua." ucap Elmira kembali menagis.
"Sudahlah sayang, yang penting sekarang kita selamat dan bisa bertemu mereka lagi. banyak hikmah yang kita dapatkan setelah kejadian ini, termasuk mengungkap kematian adikku Ellena. yang selama ini madih misteri karena berhasil ditutup rapat oleh Alexi dan adiknya."
"Iya, bahkan dengan kejadian ini. aku semakin yakin akan kekuatan cinta kita yang penuh dengan tantangan dan cobaan. namun berakhir sangat manis." terang Elmira.
"Ayo pak, kita masuk kedalam. aku sudah tidak sabaran lagi untuk bertemu mereka."
"Baiklah tuan."
__ADS_1
Dadang segera bergerak membukaan kunci pintu pagar otomatis, sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya hormat saat mobil melintas dihadapannya.