
Melihat keributan tersebut, Jack memberi kode pada Robert untuk segera mengamankan Clara dan Cleo diruangan khusus bermain. agar mereka tidak trauma melihat ataupun mendengar keributan orang Dewasa dihadapannya.
"Sekarang pergilah dari hadapanku dan jangan pernah muncul lagi, bukankah diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi."
"Tidak Jack, sampai kapanpun aku tidak pernah mau hubungan kita berakhir. aku sangat mencintai mu Jack."
"Tapi aku tidak mencintai mu Mona, aku sudah mencintai Elmira jauh sebelum kita bertemu dan bertunangan. buktinya kami sudah memiliki sepasang anak. sehingga ke-dua orang tuaku tidak pernah menuntut kehadiran cucu lagi." sanggah Jack.
Mona merasa kalah telak, wanita yang dianggap nya lemah dan sepele. ternyata begitu memiliki pengaruh besar bagi Jack dan keluarganya, bahkan mampu menyingkirkan dirinya yang semula begitu disayangi kedua orang tua Jack layaknya anak kandung, sekarang semuanya sudah beralih pada Elmira dan anak-anaknya.
"Wanita murahan, kamu sudah menghancurkan impian ku, merebut laki-laki yang aku cintai." Mona mendorong kasar tubuh Elmira. hingga tubuhnya terhempas ke jendela kaca. seketika Elmira merasa hidupnya berakhir saat melihat kaca berukuran besar siap menimpa tubuh nya dari atas, seketika dia menutupi wajahnya dengan kedua belah telapak tangannya.
"Brunggghh....."
__ADS_1
Cukup lama Elmira memejamkan matanya, perlahan dia membuka mata ketika mencium aroma darah. dan rasa berat diatas tubuh nya dan berfikir itu adalah kaca besar dan darahnya yang sudah terluka parah.
"Jack...."
Teriakan Elmira memecah keheningan ruangan, saat melihat Jack yang terluka lagi saat ingin melindungi dirinya.
"Bukan....bukan aku pelaku nya."
Elmira sangat cemas dan sedih, dia terus memeluk Jack selama perjalanan.
"Jack, ini adalah kali kedua nya kamu terluka saat menyelamatkan diri ku. bahkan kamu tidak peduli dengan keselamatan dan nyawamu sendiri, Jack....hu...hu...kamu harus sembuh demi aku dan anak-anak." ucap Elmira diantara isaknya.
"Tentu El, aku akan terus ada untuk mu dan anak-anak kita. jangan takut aku tidak akan pernah pergi meninggalkan mu." ucap Jack tersadar meskipun dia meringis menahan sakit akibat luka di bagian punggungnya.
__ADS_1
Sampai dirumah sakit, Jack segera mendapatkan pertolongan. meskipun Dokter mengatakan jika luka yang dialami Jack tidak terlalu parah, namun dia masih harus menjalani perawat beberapa hari kedepan untuk memulihkan luka-luka nya serta cidera ringan pada tulang punggung nya.
Elizabeth berjalan cepat menelusuri koridor rumah sakit, dia sangat mencemaskan kondisi putra semata wayangnya. dia langsung menagis begitu melihat Jack yang terbaring sakit, beberapa bagian tubuhnya diperban.
"Ini gara-gara kamu ngeyel dan ngak mau dipingit sebelum menikah, jadi seperti inilah jadinya." ucap mami kesal bercampur rasa kawathir.
"Ini semua gara-gara Mona, calon mantu kesayangan mami dulu." balas Jack.
"Jangan sebut-sebut nama Mona lagi, mami nyesal mengenalinya. dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal dari perbuatannya yang tega ingin mencelakakan orang lain." Elizabeth terlihat sangat geram.
"Iya mi, wanita itu sekarang sudah ditahan dikantor polisi. bahkan dari kejadian ini aku menjadi curiga dan ingin menyelidiki Mona dan keluarganya lebih dalam lagi." ucap Jack.
"Mami mendukung mu nak, tapi kamu harus sembuh dulu dan segera melangsungkan pernikahan kalian. baru setelah itu kita menyelesaikan permasalah ini satu persatu." bujuk mami yang sangat ingin Jack dan Elmira segera menikah, sehingga status mereka sah dimata hukum dan agama begitu juga dengan anak-anak nya sudah memiliki status keluarga yang lengkap.
__ADS_1