Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Please, maafkan aku.


__ADS_3

"Te.. terimakasih."


Elmira tergagap, berusaha bersikap normal, meskipun saat ini dia merasa canggung dan gugup. bahkan Elmira tidak berani melirik kiri dan kanan, ketika dia merasa seperti dilirik oleh ribuan mata yang menatap fokus pada mereka berdua.


Elmira mempertajam pendengaran, ketika terdengar bisik-bisik para karyawan yang duduk dimeja masing-masing.


"Mungkin gadis ini kekasihnya Presdir." terdengar ucapan dari meja yang lain.


"Apa mereka sudah saling mengenal sebelumnya?"


"Gadis ini pasti sudah mengunakan pelet, untuk menarik perhatian Presdir."


Jack seketika menatap tajam, kearah mereka yang tengah berbisik-bisik. sehingga mereka langsung menundukkan kepalanya ketakutan.


"Aku paling tidak suka seseorang yang suka membicarakan orang lain, yang bukan urusannya." ucap Jack. sehingga suasana menjadi hening.

__ADS_1


Elmira merasa keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, detak jantungnya seakan-akan terus berlomba dan ingin copot dari tempatnya. meskipun dia sangat membenci kedatangan Jack kembali dalam hidupku nya


"Ya Tuhan, lindungi lah aku. rasanya ini lebih berat dari pada tantangan sewaktu melahirkan kedua bayi kembar ku." bathin Elmira.


"Ini pasti hanya mimpiku, ya aku sangat yakin ini benar-benar cuma mimpi." gumam Elmira memejamkan matanya. sambil bergumam sendiri setelah dia duduk dengan benar dikursi nya. bahkan Elmira tidak menyadari jika acara penyambutan Presdir sudah berakhir, dan diruangan ini hanya tinggal mereka berdua. melihat tingkah Elmira Jack mengulum senyum, perlahan dia bangkit berjalan mendekati gadis itu.


"Jangan mendekat, jika tidak aku akan berteriak keras. sehingga seluruh karyawan diperusahaan ini tahu, betapa bejadnya dirimu, Jack."


"Aku tidak peduli apapun, aku hanya ingin tolong jangan pergi lagi dariku." ucap Jack dengan jarak yang begitu dekat, bahkan dia bisa mencium aroma mint nafas Jack yang berhembus mengenai kulit wajahnya.


"Elimira, please. jangan bersikap seperti ini. aku semakin tersiksa dengan rasa penyesalan ku. aku tidak akan menyakitimu lagi, percayalah. aku melakukan semua itu diluar kesadaran ku sendiri, saat api dendam menguasai hati dan pikiran ku atas meninggalnya Ellena, adik perempuan ku." ucap Jack dengan sungguh-sungguh dengan nada suara yang melunak. seperti terhipnotis akan pesona yang dimiliki Jack membuat Elmira terdiam sesaat.


Kali ini Jack tidak ingin kehilangan lagi, sehingga dia dengan sengaja memasang alat pelacak di anting yang dikenakan Elmira, sehingga dia bisa mendeteksi dimanapun keberdaannya. rasa rindu yang begitu besar. membuat Jack merengkuh pinggang Elmira, menarik gadis itu hingga jatuh kepangkuan nya saat itulah dia beraksi menempelkan alat pendeteksi.


"Aku sangat merindukanmu, tolong biarkan ini sesaat saja." bisik Jack.

__ADS_1


Cuuup...


Elmira tersadar, dia mendorong kasar tubuh Jack, hingga mundur beberapa langkah kebelakang. aroma tubuh Jack mengingatkannya pada malam naas itu. kecupan bibir Jack malam itu kembali berputar seakan sangat nyata.


"Belum puas kamu melecehkan aku, Jack."


Elmira dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipinya, tidak mampu membendung emosinya lagi.


"Maafkan aku Elmira, aku tidak mampu mengendalikan perasaan ku setelah bertemu kembali dengan mu. maafkan juga karena sudah membuat mu terluka." Jack semakin dibuat rasa bersalah, dia tidak bermaksud untuk melecehkan Elmira sama sekali.


"Mulai sekarang, aku akan berhenti bekerja dari perusahaan mu ini Jack. aku benci kamu yang selalu hadir dalam hidupku. padahal aku hanya ingin memberikan masa depan terbaik untuk anak-anak ku."


"Elmira, aku siap apapun yang akan kamu lakukan padaku, asalkan itu bisa membuat mu memaafkan kesalahanku. bahkan aku rela dipenjara dan kehilangan nama baikku, dengan mengakui kesalahan ku pada semua orang."


"Aku tidak butuh pengakuan dan tanggungjawab darimu, aku hanya ingin kamu tidak pernah hadir dalam hidupku lagi, jika perlu kamu lenyap selamanya Jack."

__ADS_1


Rasa nyeri menghujam hati Jack, mendengar kata-kata Elmira. bahkan dia tidak menyadari jika pipinya sudah mengalir cairan bening, penyesalan dan rasa sedih. jika Elmira tidak mengharapkan kehadirannya sama sekali.


__ADS_2