
"Gadis kecilku, cepat sembuh sayang. papi sangat merindukan gelak tawamu yang ceria, papi sangat rindu semua tentang mu." menatap penuh kasih sayang kearah wajah cantik Putri nya.
Hari kedua dirawat, kondisi Clara sudah menunjukkan perubahan. saat membuka matanya. gadis kecil itu tersenyum senang karena melihat ke-dua orang tuanya yang menatap bahagia kearahnya.
"Mami..."
"Papi...."
"Syukurlah, kamu sadar. Clara anakku, mami sangat takut kehilanganmu sayang." mereka bertiga berpelukan dengan penuh kasih sayang, ibarat sebuah keluarga kecil yang bahagia.
"Mana EO, mi?"
"Kakak Cleo menunggu dirumah sama Oma, Clara cepat sembuh dan rajin minum obat ya sayang. biar bisa main dengan kakak Cleo lagi."
"Iya pipi."
"El, mulai sekarang aku tidak ingin kehilangan kalian lagi, aku ingin memiliki mu dan anak-anak. bisa saja bahaya datang mengancam kalian jika aku tidak ada." ucap Jack.
"Anda jangan membual lagi tuan, ingat anda sudah mempunyai calon istri. aku tidak ingin mendapatkan masalah dan merusak hubungan kalian. meskipun anda mengungkapkan betapa anda mencintai aku dan anak-anak." ucap Elmira berusaha untuk bersikap tegas.
__ADS_1
"Berulang kali aku mengatakan jika aku tidak. mencintai Mona."
"Tapi aku tidak mencintai mu, Jack."
"Kenapa, kenapa kamu menolak ku. apa kesalahan aku terlalu besar. sehingga aku tidak bisa menerima kata maaf dan kesempatan darimu."
"Elmira meletakkan jari telunjuk dibibir Jack, dia tidak ingin laki-laki itu terus mengungkapkan perasaan nya. karena akan membuat Elmira semakin terluka dan tidak bisa lepas darinya.
"Andaikan kamu tahu Jack, aku sudah diacam oleh Mona. nyawa keluargaku menjadi prioritas utama bagiku sekarang. meskipun aku mulai membuka hati untuk mu. tapi kita tidak bisa bersama, aku dan anak-anak ku tidak ingin mati sia-sia ditangan perempuan iblis itu." bathin Elmira yang tidak ingin. Jack mengetahui jika dalang dibalik kecelakaan Clara adalah orang suruhan Mona.
"Mulai sekarang, tolong tinggalkan aku dan anak-anak. aku ingin menjalani kehidupan seperti dulu. hidup tenang dan nyaman sebelum kedatangan mu."
"Oke El, aku akan pergi sejauh mungkin darimu. tapi perlu kamu ingat, sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu. terimakasih sudah memberikan aku kebagian dengan kehadiran dua malaikat kecil untuk ku, aku tahu perjuangan mu selama ini sangat berat, aku sadar diri, dan tidak pantas memaksakan kehendak agar kamu bersedia menerima ku." ucap Jack lembut.
"Jack, menikahlah dan turuti kehendak orang tuamu. setelah kamu mempunyai keluarga kecil dengan Mona, kamu akan bisa lepas dengan tenang dari kami."
"Izinkan aku untuk memeluk dan mencium mu, anggap lah ini sebagai hari terakhir perpisahan bagi kita berdua."
Tidak ada kata penolakan dari bibir Elmira, perlahan dia memejamkan matanya. menikmati sentuhan Jack yang semula mencium kening, pipi dan bibirnya. cukup lama Jack melakukannya hingga Elmira kesulitan untuk bernafas beberapa saat.
__ADS_1
Jack menarik tubuh Elmira kedalam pelukannya, rasanya begitu berat untuk berpisah dari Elmira dan anak-anaknya.
"El, izinkan aku kembali lagi. aku janji akan menyelesaikan permasalah ku dengan Mona. setelah itu aku ingin menjemput kalian, lalu mempertemukan dengan kedua orang tuaku."
"Tapi Jack."
"Please El, aku tahu perasaan mu. kamu juga mencintai ku. jujurlah dan jangan berusaha untuk menepis nya lagi, tunggu aku kembali.". ucap Jack lembut. tanpa Almira sanggup menolak.
"Clara, izinkan papi pergi ya. untuk beberapa hari kedepan. setelah itu papi janji akan kembali lagi. dan kita akan terus terap bersama selama-lamanya."
"Janji ya Pi, Clara akan tunggu kedatangan papi."
"Iya sayang."
Dengan penerbangan pertama, Jack kembali pulang. dibandara sudah menunggu Robert. selalu asisten pribadinya.
"Selamat datang tuan." Robert menyambut kedatangan Jack, seraya membukakan pintu masuk mobil.
"Bagaimana keadaan disini, selama aku pergi."
__ADS_1
"Semuanya, aman terkendali tuan." jawab Robert.