
Paginya Devan terbangun, dia semula sempat kaget begitu mengetahui tubuh mereka yang sudah sama-sama polos, sambil memijit pelipisnya yang tidak sakit dia menatap kesal Alexa yang tersenyum puas menatap balik kearahnya.
"Puas kamu, karena sudah memperkosa ku semalam, dasar ******." umpat Devan pada Alexa yang berlagak cuek dan tidak terlihat jika gadis itu, sakit hati ataupun tersinggung dengan kata-kata kasar yang keluar dari mulut Devan.
"Tentu aku sangat puas sekali Dev, beberapa kali aku bilang jika aku sangat mencintai mu dan tidak akan pernah mengakhiri pernikahan kita. kamu lupa ya? jika ini sudah kali keduanya kita berhubungan layaknya suami-istri semenjak malam itu." seraya memainkan rambutnya yang masih basah.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintai mu, dasar murahan berani sekali kamu menodai tubuh ku." Devan masih tidak terima dengan kejadian semalam. dan memutar balikkan fakta jika semua yang sudah terjadi diantara mereka merupakan kesalahan Alexa yang sengaja menggodanya.
"Kenapa sekarang kamu protes jika aku sudah memperkosa mu semalam, jujurlah Dev. kamu pasti juga menyukai nya, bukti nya semalam kamu begitu lihai bermain diatas tubuhku berkali-kali, sebagai bukti tanda cinta darimu masih membekas disekitar tubuh ku ini, lihatlah Dev." balas Alexa seraya memperlihatkan banyaknya tanda krismark pemberian Dev tersebut.
"Kamu dan mami sudah bekerjasama untuk menjebak ku."
"Menjebak, apa buktinya?" tantang Alexa sambil menyembunyikan lingerie yang dikenakan nya semalam.
"Berbicara dengan mu hanya membuat ku ikut-ikutan gila." Dev sangat kesal berjalan menuju kamar mandi sambil menghempas kasar pintu. Alexa tersenyum puas melihat wajah kesal Dev.
"Mami mertua ku tersayang, sering-sering lah membuat kami seperti ini dengan ide cemerlang mu, mami. aku sangat menyukai nya. sehingga aku bisa segera memberikan kalian Dev junior." bathin Alexa, setelah rapi dia melangkah keluar kamar.
__ADS_1
Di dapur mami terlihat sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka, meskipun dirumah ini ada pelayan. tapi mami lebih sering turun tangan untuk membantu membuat atau menyiapkan sarapan untuk anak menantu dan suami tercintanya.
"Pagi mami."
"Pagi juga sayang, bagaimana semalam sukses kan?" tanya mami antusias, sambil terus tersenyum memperhatikan rambut Alexa yang masih terlihat basah.
"Sukses banget mi." mereka tos bareng kemudian tertawa bahagia.
"Alexa, yang penting kamu harus banyak bersabar untuk meluluhkan hati Dev."
"Tentu Mi, sekarang aku ingin belajar memasak makanan kesukaan Dev."
Alexa dan mami mulai sibuk memasak makanan favorit Dev dan papa, sambil sesekali Alexa tersenyum puas teringat kejadian semalam yang masih membekas.
Sedangkan dikamar mandi, Dev masih mengumpat kesal. layaknya seorang perawan yang kehormatannya sudah direnggut paksa. pria tampan itu terus membersihkan tubuhnya agar aroma dan bekas sentuhan Alexa bisa hilang.
"Berani-beraninya Alexa memanfaatkan aku, karena dia selalu mendapatkan pembelaan dari mami dan papi. tapi aku tidak akan menyerahkan Alexa. hingga kamu benar-benar pergi dan tidak tahan dengan ku nantinya." bathin Dev yang selalu gagal untuk move on dari Elmira, meskipun dia sudah berusaha.
__ADS_1
Setelah selasai mandi, Dev melangkah turun. dimeja makan sudah menunggu tiga orang yang menantikan dirinya untuk ikut sarapan bareng.
"Duh, anak mami terlihat sangat bersemangat dan rapi sekali. layaknya baterai yang terisi penuh." goda mami.
Dev mengabaikan dan ingin duduk disebelah papanya, karena masih kesal dengan Alexa. namun mami dengan sigap menarik tangannya untuk duduk bersebelahan dengan Alexa.
"Ayo kita mulai sarapannya."
Dev makan dengan lahap, dia sangat menyukai masakan maminya.
"Ini Alexa yang masak Lo Dev, gimana rasanya enakan. sama persis dengan masakan mami."
"Uhuchk...uhuck..."
Dev langsung terbatuk-batuk begitu mendengar masakan Alexa, rasa kesal bercampur malu membuat dia kembali terbatuk-batuk, sedangkan Alexa tersenyum puas.
"Ini sayang, minum dulu. makanya makan itu pelan-pelan." ucap Alexa memberikan segelas air putih, seraya menepuk-nepuk pelan punggung Dev.
__ADS_1
"Hal seperti ini sudah biasa Alexa, Dev seperti itu karena begitu menyukai masakan mu." terang mami.
"Benarkah, mulai besok aku akan memasak setiap hari untuk Dev " balas Alexa bersemangat.