
Siang ini pasangan Mila dan Malik, beserta Diah dan Hendra datang ke rumah sakit untuk menjenguk baby twins Yura.
Sampai di kamar rawat inap Yura, mereka berempat sampai terhipnotis dengan kedua bayi kembar tersebut.
Bagaimana tidak, kedua bayi laki-laki tersebut sangatlah tampan, pasti kepintaran mereka juga mumpuni, mengingat kedua orang tua bayi tersebut sangat pintar.
" Ra, lo nggak punya tips biar nanti kalau gue hamil bisa kembar juga?" tanya Diah.
" Hmmm ... memangnya lo punya keturunan kembar di keluarga? Atau keluarga Hendra? Biasanya karena dari salah satu kalian ada punya keturunan kembar. Dan ada juga karena pengaruh lain biarpun tidak punya gen kembar, itu pun hanya 40 persennya."
" Mending Diah, lo terima saja apapun dikaruniai oleh Tuhan entah akan diberi kesempatan punya anak kembar atau tidak, yang penting kan lo usaha", sahut Mila.
" Sudahlah sayang, sebelum disini ada baby. Kita menikah dulu", jawab Hendra.
" Pernikahan kita kan cuma beda 1 atau 2 bulan saja, jika kita punya anak nanti. Bagaimana kalau mereka kita jodohkan", ide Malik.
" Lik, apanya yang dijodohkan? Jenis kelamin anak kalian saja, kalian belum tau laki-laki atau perempuan ?"
" Siapa tau Erlangga, hubungan pertemanan kita jadi awet karena diteruskan oleh para anak-anak kita kelak."
Tok ... Tok ... Tok
Ceklek.
" Wow, ternyata ada banyak tamu yang berkunjung", ujar Rangga sang baru datang dengan Kinara.
" Maklum kak, sekalian reuni gitu, karena Yura kuliah online, jarang bangat kita kumpul", balas Mila.
" Kalau Kinara kapan akan lahiran?" tanya Hendra.
" Perkiraan sih ... akhir bulan depan", jawab Kinara.
" Oh ya kak apa tadi lihat Bunda?"
" Nggak ada, memangnya kenapa?"
" Rencananya aku akan pulang sore ini, masih menunggu dokter spesialis anak saja untuk mengecek kesehatan si kembar."
Setelah selesai menjenguk dan semua tamu yang menjenguk pulang.
Kini Yura sedang menyusui bayinya secara bergantian. Bahkan saking hausnya bayi mereka. Erlangga sampai cemburu sendiri, melihat kedua putra tampannya.
" Nak, jangan dihabiskan dong! Daddy juga pengin."
Plak.
__ADS_1
" Dasar kamu kak, masak harus berebut dengan anak sendiri."
" Habisnya yang, melihat mereka aku kan jadi ingin, tapi ya sementara kakak harus puasa lama."
" Biarin ", balas Yura sambil tersenyum ke arah sang suami.
Sore harinya, setelah Bunda Anisa datang akhirnya mereka pun sudah diijinkan oleh dokter untuk pulang.
Kini di rumah kediaman Bramasta, dari para pelayanan sedang sibuk menyambut tuan muda kecil mereka.
Sungguh perayaan yang kecil tapi persiapannya cukup besar.
Bagaimana pun keluarga Bramasta sangat disegani dan merupakan keluarga konglomerat.
" Selamat datang cucuku", ucap Daddy Alex di depan pintu rumah.
Sedangkan para pelayan memberi hormat dan sapa dengan sedikit menunduk.
Kini kedua bayi tampan itu, dibawa menuju kamar yang telah di sediakan oleh Erlangga sebelumnya. Bahkan kamar bayi mereka berisi pintu akses ke kamar Yura dan Erlangga.
" Sayang, kapan kau membeli ranjang bayi ini?"
" Ini sudah lama aku pesan, kan kejutanku berhasil."
" Bagaimana menurut mommy nya baby twins?"
" Kenzo dan Kenzie, kalian berdua kelak besar nanti, Daddy harap bisa menjadi anak yang membanggakan orang tua, bisa menjaga keluarga dan tentunya sayang sama mommy dan Daddy."
" Kau lihat kak, anak kita sungguh cepat tanggap. Lihat jari tangan kita dipegang oleh mereka berdua."
Sejak kediaman Bramasta kedatangan dua malaikat tampan. Serta merta rumah besar tersebut setiap harinya nampak ramai dengan tangisan bayi, celotehan bahkan perkembangan bayi yang kian hari kian tumbuh dan berkembang pesat.
Satu tahun kemudian.
Umur Kenzo dan Kenzie akan menginjak usia 1 tahun besok.
Tentu saja sebagai orang tua. Yura dan Erlangga menyiapkan perayaan ulang tahun kedua putra mereka dengan meriah.
Tahun ini, Yura juga akan melanjutkan kuliah dokternya yang sempat tertunda karena ia cuti dan mengasuh kedua putranya.
Di awal mengasuh bayi kembar. Yura sangat kewalahan, tapi dengan bantuan mertua dan orang tuanya beserta suami yang selalu bisa melengkapi. Puji syukur dalam segala hal merawat, mengasuh, menyusui anak dan mengurusi hal lainnya. Yura sangat kompeten dan mampu melakukannya dengan sangat baik.
"Sayang, apa ada orang lain yang akan kamu undang ke acara ulang tahun putra kembar kita?" tanya Erlangga yang sedang memakai jas dokter, karena pagi ini, ia akan mulai praktek kerja lapangan di rumah sakit.
" Tidak kak, cukup segini saja."
__ADS_1
" Dimana anak-anak?"
" Mereka baru saja habis mandi, sekarang sudah ada pengasuh yang menjaganya sebentar."
" Baiklah, aku akan menemui anak-anak kita dulu. Mommy cepatlah mandi, bukannya hari ini kau juga ada jadwal kuliah?"
" Oh astaga, aku lupa. Makasih sayang."
Yura pun segera berlari ke kamar mandi.
" Dasar, sudah jadi orang tua tapi istriku masih saja kelakuannya seperti lajang", batin Erlangga.
Erlangga lalu masuk ke kamar anaknya. Disana kedua jagoannya sudah berpakaian rapi dan harum bedak bayi.
Erlangga pun menggendong kedua putranya. Ia membawa mereka masuk ke ruang makan, dimana disana sudah duduk Daddy Alex dan Bunda Anisa.
" Sini nak, biar bunda saja yang gendong Kenzie!"
Merasa namanya dipanggil, Kenzie pun menoleh ke Oma nya dan merentangkan kedua tangannya agar Omanya menggendong dirinya. Sungguh cucu yang menggemaskan.
Ketika Yura bergabung di ruang makan, kedua putra kembarnya seakan tahu bahwa yang datang adalah mommy mereka. Tentu saja keduanya berebut ingin bersama mommy nya.
" Mom ... my my", teriak Kenzo dan Kenzie berbarengan dengan pengucapan khas anak-anak.
" Sabar sayang, nanti juga mommy akan ga Tian memangku kalian, sekarang duduk dulunya kita akan mulai makan !"
Kedua putra mereka pun mengangguk dan mengerti, sambil sesekali tingkah lucu kedua bayi kembar itu membuat orang disekitarnya tertawa melihatnya.
" Bun, apa bunda nggak kewalahan mengasuh mereka, sementara aku pergi kuliah?"
" Tenanglah Ra, jangan khawatir Asip mu juga masih banyak. Mungkin karena ini pertama kali kamu meninggalkan mereka, jadi sedikit merasa cemas."
" Baiklah Bun, kalau ada apa-apa segera telpon aku di kampus !"
" Iya, putra kalian akan aman bersama bunda dan para pengasuh ! Kalian cepatlah berangkat supaya tidak terlambat ke kampus dan ke rumah sakit !"
Yura dan Erlangga pun saling bergantung mencium putra mereka sebelum masuk ke dalam mobil.
" Sayang, jangan nakal ya? Mommy sama Daddy pergi dulu !"
" Aai ... ya ... ya ... my", racau kedua bayi tersebut.
Setelah Yura dan Erlangga pergi.
Kini Bunda Anisa sedang menemani kedua cucunya bermain. Yang satu lagi berdiri untuk melangkah berjalan, sedangkan yang satunya berdiri menggapai balon yang terpasang di pinggiran ranjang mereka.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...