
"Sayang, kita makan dulu ya?"
" Iya Kak."
Erlangga pun membawa Yura pergi ke sebuah kafe kecil yang ada di pinggir danau, tanpa Yura sadari bahwa kafe tersebut sudah di reservasi oleh suaminya hingga yang menjadi pelanggan kafe tersebut hanya mereka berdua.
" Kak, kok kamu tau bahwa disini ada kafe sebagus ini?"
" Apa kau suka?"
" Sangat suka."
" Kalau begitu, silahkan tuan putri ikuti sang pangeran!"
" Gombal !"
" Nggak gombal sayang, ini adalah salah satu service dari seorang suami kepada istrinya, jadi malam ini kamu aku layani !"
" Begitukah?"
" Tentu, ayo kita ke meja yang ada di atas kafe !"
Sampainya di atas kafe , Yura dan Erlangga duduk berhadapan, dimana pelayan sudah menyediakan semua pesanan dari pasangan tersebut.
" Apa makanannya enak?"
" Hmmm ... Ini enak Kak, minumannya juga termasuk minuman yang lagi hit dikalangan anak remaja !"
Saat Yura dan Erlangga sedang menikmati makan malam mereka, tiba-tiba lampu mati dan terlihat lampu kerlap-kerlip yang menyala di setiap sudut ruangan tersebut yang bertuliskan " will you marry me "
Yura yang melihat hal tersebut, langsung memandang suaminya.
" Kak ini ..."
Erlangga pun kemudian berlutut di hadapan Yura dan mengeluarkan sebuah cincin yang telah ia beli tadi di toko perhiasan.
" Yura, mungkin kemarin adalah hal yang luar biasa yang terjadi dalam hidup kita berdua, tapi saat itu tidak ada persiapan yang Kakak lakukan untuk meminang mu, bahkan kita menikah dengan cara mendadak. Yura maukah kau menjadi istriku, ibu dari anak-anak ku, bersediakah kau menikah dengan ku ?"
" Ya, sayang aku bersedia, lagipula kita sudah menikah !"
Kemudian Erlangga pun memasang cincin di jari manis tangan Yura, dan hal yang sama pun dilakukan oleh Yura yang memasang cincin di jari manis Erlangga.
" Terima kasih sayang."
Mereka pun saling berpelukan dan berciuman.
Sementara itu Malik dan Hendra akhirnya sampai di Kota Bandung, mereka menyewa taksi yang akan menuju ke rumah Nenek Hilda, neneknya Diah.
" Apa lo sudah menghubungi Daddy nya Diah, Hendra ?"
" Sudah kok, beliau juga setuju dengan rencana kita ."
" Terlihat sekali lo sudah kenal dekat dengan keluarga Diah ya?"
" Tentu saja bro, awalnya gue pikir orang tua Diah itu galak, tapi setelah gue tak gentar untuk bersilahturahmi dan berjuang meyakinkan mereka, alhasil hubungan gue sama Diah berjalan dengan lancar dan juga direstui."
" Baguslah kalau begitu, kalau gue sama Mila kami itu hasil perjodohan antar keluarga, lebih tepatnya sih Kakek gue yang punya ide perjodohan tersebut."
__ADS_1
" Gue penasaran coba kita buka handphone masing-masing apakah mereka ada kirim sesuatu ya?"
" Nih benar kan yang gue bilang, hahaha ... Kita harus jahili mereka balik, mereka kan juga berbuat hal yang sama kepada kita."
" Gue ikuti ide lo itu, yang terpenting hubungan kita dengan pacar masing-masing semakin langgeng."
Sebelum sampai ke rumah Nenek Hilda, Malik dan Hendra singgah sebentar untuk membeli oleh-oleh dan hadiah buat pacarnya.
Pukul 21.00 malam, akhirnya mereka tiba disana.
" Tuan Besar, ada tamu yang mencari anda?"
" Ya bik, suruh saja menunggu di depan !"
" Baik Tuan."
" Daddy, memangnya siapa yang bertamu malam begini ?"
" Mereka rekan kerja aku yang, mampir kesini sambil mereka berlibur ."
" Kalau begitu, aku ke depan dulu ! Kalian silahkan lanjutkan makanannya !"
" Daddy ", sapa Hendra kepada Daddy nya Diah.
" Kok banyak sekali bawa oleh-oleh nya?"
" Buat semua orang yang ada di rumah ini Dad ."
" Dad, kenalin ini temanku namanya Malik, dia pacarnya Mila."
" Diah sama Mila mereka dimana Dad?"
" Mereka lagi makan di belakang, apa rencananya akan dimulai sekarang ?"
" Tentu saja Dad ."
" Baiklah kalian ikut di belakang Daddy, kita lihat keterkejutan mereka."
Sesampainya di ruang makan, Daddy Diah berpura-pura akan menjodohkan Diah dengan kenalannya. Mendengar hal tersebut Diah pun menoleh kebelakang. Maunya protes kepada Daddy nya, tapi urung dia lakukan karena Hendra sudah ada dibelakangnya dari tadi.
" Surprise yang ! Ini hadiah buatmu !"
Diah pun menghampiri Hendra. Dikira oleh Hendra , Diah akan memeluknya, tapi ternyata Diah malah memukul pundak kekasihnya itu.
" Ampun yang ampun, kok malah mukul aku sih !"
" Kenapa memangnya hah ? Biarin biar jera keterlaluan banget menjahili aku !"
" Kan impas kan, sama seperti kamu yang menjahili ku, sudah jangan ngambek begitu, malu tau dilihatin orang banyak . Nih hadiah yang kamu tunggu dari lama !"
" Apa isinya yang?"
" Buka saja !"
Sedangkan Malik menghampiri kekasihnya Mila.
" Kamu nggak mau meluk aku gitu yang? Betah ya liburan tanpa aku di Bandung ?"
__ADS_1
Mila yang sudah merasa ada Malik, ia pun langsung memeluknya, karena ia tau berurusan dengan kekasihnya itu sama saja imbasnya akan 2x lipat dibales tanpa ampun.
" Kakak kenapa nggak ngabarin Mila kalau mau nyusul kesini ?"
" Siapa yang udah 5 hari nggak ngasih kabar, bahkan handphone nya dimatiin total? Pokoknya besok kamu harus pulang sama Kakak, udah dapat ijin kok dari Bunda mu."
" Pliss Kak, jangan besok ya, lagi 2 hari deh bagaimana?"
" Memangnya kalian ada rencana kemana?"
" Hehehe ... Mau beliin hadiah buat Yura?"
" Beli hadiah? Memangnya dia berulang tahun?"
" Pokoknya Kakak, sama Kak Hendra harus ikut sama aku dan Diah !"
" Apa benar yang diucapkan oleh Mila, yang?"
" Itu benar Kak."
" Apa kalian berdua sudah makan nak?" tanya Nenek Hilda.
" Belum Nek ."
" Ya sudah kalau begitu kalian ikut makan bersama kami, sambil kamar kalian akan nenek suruh pelayan buat dipersiapkan serta dibersihkan !"
Setelah Yura dan Erlangga selesai makan malam, mereka pun langsung pulang ke Villa.
Di dalam kamar mereka, seperti biasa Erlangga tidak akan melepaskan Yura begitu saja. Bahkan mereka berdua mengulangi hal yang sama yaitu urusan ranjang. Bagi Erlangga hal itu wajib bagaikan candu yang ia harus dapatkan tiap hari.
" Sayang ah, kita keluar bersama-sama ah ..."
Bruk.
" Terima kasih yang, aku sangat mencintaimu, cup ..." ucap Erlangga yang sudah berpindah kesamping tubuh Yura.
Melihat sang istri yang sudah tertidur nyenyak, efek kegiatan mereka. Erlangga pun sangat bersyukur kepada Tuhan, karena telah memberikan seorang pendamping hidup yang menjadi cintanya sejak mereka masih kecil.
Dret ... dret.
Terdengar pesan masuk dari handphone Erlangga yang di taruh di atas laci. Dengan perlahan ia bergerak mengambil handphone dan tidak lupa membenarkan letak selimut untuk menutupi tubuh polos istrinya.
Saat ia membuka pesan tersebut ada laporan dari anak buahnya yang ditugaskan mengawasi gerak gerik Agni.
"Tuan sampai saat ini, Agni tetap bersekolah seperti anak SMA pada umumnya, dia bahkan sering di bully di sekolah. Tapi kami akan tetap waspada siapa tau ia akan merencanakan kembali balas dendam pada anda dan istri ."
Erlangga pun mengetikkan balasan pesan kepada bawahannya tersebut.
" Jangan lengah, dia wanita yang sangat licik yang akan mengandalkan segala cara. Tetap awasi dan laporkan kepada saya !"
" Siapa pun orang yang berniat jahat pada ku bahkan pada Yura sekalipun, tak akan aku maafkan begitu saja ! Jangan harap kalian akan hidup tenang !" gumam Erlangga.
Saat ia akan tidur menyusul sang istri, Erlangga menciumi istrinya dan membawa tubuh Yura dalam pelukan hangatnya.
" Selamat malam dan mimpi indah sayang !"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1