
Dua bulan pun berlalu. Kini para siswa dan siswi kelas XII akan menyambut acara kelulusan mereka yang akan di adakan besok. Sedangkan kelas X dan kelas X I mereka diliburkan setelah menerima rapor.
" Pagi Diah , Mila !"
" Selamat pagi juga Yura."
" Tidak terasa ya kita sudah naik kelas XII ."
" Iya, waktu terasa sangat cepat.
" Ra acara kelulusan Kak Erlangga sama Kak Hendra kapan ?"
" Besok Diah, memangnya lo nggak tau ?"
" Enggak, soalnya gue lupa nanya sama Kak Hendra saking gugupnya nerima rapor hari ini. Untung nilai gue aman."
" Syukur ya kita semua naik ke kelas XII."
" Apalagi lo Ra, yang aslinya memang pintar selalu jadi juara 1 tiap tahun ."
" Makasih ya, kalian juga pintar masih berada dalam urutan 10 besar."
" Harus itu, setidaknya nggak dapat nilai yang bisa memalukan keluarga."
" Betul tuh gue setuju."
" Oh ya besok lo datang kesana Diah?"
" Ya pastilah gue ikut kesana, masa pacar gue lulus, gue nggak kesana !"
" Berarti gue nggak sendiri dong disana, karena lo mau ikut."
" Sayang sekali gess, kita berpisah besok. Gue harus mendampingi Kak Malik, acara kelulusannya besok juga."
" Mau gimana lagi Mila, besok acara kelulusan bagi kelas XII serentak di seluruh SMA baik swasta maupun negeri."
" Kalian jangan pesimis begitu, kan besoknya kita bisa bertemu kan sekalian kita bertiga liburan bersama !"
" Ide lo bagus juga Diah."
" Baiklah, gue pulang dulu ya, sudah dijemput sama Kak Erlangga !"
" Hati-hati Ra ."
Setelah berpamitan dengan temannya. Yura langsung menemui sang suami yang sudah menunggu di parkiran.
" Apa Kakak sudah datang dari tadi ?"
" Iya, sekitar 15 menit. Oh iya sekarang kita harus ke butik, karena Bunda sudah menunggu disana."
" Buat apa Kak?"
" Ya jelas buat kostum keluarga untuk acara kelulusanku besok."
Sekitar 40 menit, akhirnya Yura dan Erlangga tiba di butik langganan keluarga Bramasta.
Saat keduanya masuk ke dalam, mereka sudah ditunggu oleh Bunda Anisa dan pemilik butik.
" Nah ini jeng, menantu saya ."
" Wah menantunya cantik sekali, serasi banget sama Erlangga."
" Makasih Tante ", ucap Yura dan Erlangga bersamaan.
__ADS_1
" Berhubung kalian sudah disini, silahkan ikut tante untuk melihat pesanan seragam untuk kalian !"
Baju dan dress yang akan dikenakan Yura dan Erlangga berwarna gold rose, dimana dress yang akan Yura pakai biarpun tidak terlalu terbuka tapi itu sangat membuat sang istri menjadi sangat cantik. Tak urung saat melakukan fitting dan mereka berganti di walk in closed yang ada di butik. Erlangga langsung mengajukan protes terhadap dress yang dikenakan oleh istrinya.
" Tante, Bunda apa tidak ada lagi dress yang lain yang lebih tertutup ?"
" Tertutup seperti apa yang kau maksud nak? Bunda rasa dress ini cocok dengan Yura ."
" Tapi aku nggak suka Bun, aku nggak mau lekuk tubuh istriku dijadikan santapan mata para buaya yang melihatnya."
" Sayang, ini tidak terbuka kok ", sergah Yura.
Tapi tetap saja hal itu tidak, mengubah pendapat Erlangga yang sangat ingin dress untuk Yura diganti, kalau tidak ia akan mengancam lebih baik tidak memakainya besok.
Akhirnya pemilik butik tersebut, mendatangkan dress yang baru berwarna senada dengan dress yang sebelumnya.
Dari 10 kali Yura berganti dress, untung saja dress yang paling akhir jadi pilihan Erlangga.
" Sudah kan Kak, kalau yang ini kau juga nggak setuju, awas aku akan marah padamu !"
" Baiklah, kalau yang ini aku menyetujuinya."
" Maaf ya jeng, anak ku sangat cinta sama istrinya, jadi mohon dimaklumi dengan sikapnya."
" Tidak masalah, justru kami merasa bangga, baju dan dress dari butik kami dipakai dan selalu menjadi langganan keluarga Bramasta."
Setelah fitting baju selesai, Bunda Anisa, Erlangga dan Yura segera pulang menuju kediaman Bramasta.
" Oh ya Ra, mana rapor mu ?" tanya Bunda Anisa.
" Ini Bun ", jawab Yura sambil menyerahkan rapornya.
" Wah ... Bunda sangat bangga sama kamu nak, apa kau sudah memberitahu orang tuamu ?"
" Selamat ya sayang atas nilai rapormu dan juga prestasi yang telah kamu capai menjadi juara satu."
" Makasih Kak, makasih juga Bunda."
Saat tiba di kediaman Bramasta. Yura dan Erlangga langsung menuju kamar mereka, sedangkan Bunda Anisa menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
" Sayang ayo tutup matamu dulu !"
" Buat apa Kak?"
" Namanya saja kejutan, masa harus bilang duluan, jelas hal itu namanya gagal total."
" Baiklah."
Erlangga pun menutup mata Yura dengan kedua telapak tangannya.
" Kamu mau mengajakku kemana sih yang?"
" Tunggu sebentar lagi, ikuti saja aku !"
Dan saat Yura membuka matanya. Alangkah terkejutnya ia dengan kejutan yang dibuat oleh sang suami. Bagaimana tidak Erlangga menyulap balkon kamar mereka dihias dengan ornamen menawan, ditambah pancaran senja yang mendukung kesan romantis.
" Bukalah sayang, aku harap hadiah ini cocok dengan mu !"
Ketika Yura membuka kado tersebut, terlihat sepasang sepatu yang di atasnya terdapat sepucuk kartu ucapan.
" Selamat atas kenaikan kelas sayang, istriku, duniaku. Pertahankan menjadi juara 1 dan selamat atas pencapaiannya dengan nilai rapor yang sudah diraih. "
*Erlangga Bramasta*.
__ADS_1
"Terima kasih banyak suamiku. Kapan kamu menyiapkannya ?"
" Apa sih yang nggak bisa, aku lakukan untuk kamu ."
Cup. Yura pun memberikan hadiah manis berupa kecupan di pipi.
" Masa hanya segitu yang, itu belum cukup buat ku !"
" Terus ?"
" Yang benar itu seperti ini."
Erlangga kemudian memeluk sang istri, lalu memberikan ciuman yang awalnya lembut hingga menuntut.
Hingga Yura pun terengah-engah menghadapi suaminya.
" Segini dulu ya sayang, nanti malam kita lanjutkan lagi, kau bersiaplah karena aku tidak akan memberi ampun padamu."
Selesai mereka mandi dan makan malam. Yura kira Erlangga akan lupa dengan ucapannya tapi naas. Sang suami tidak akan mudah lupa apalagi itu adalah hal yang menjadi candunya tiap hari.
******* pun menggema di kamar pengantin baru, bahkan sudah ronde ke berapa mereka lakukan, sampai setiap sudut kamar dijadikan oleh Erlangga sebagai tempat pergulatan panas mereka.
***Skip***.
Pagi harinya, Erlangga masih setia memandang wajah sang istri yang masih tertidur dengan tubuh mereka yang saling berpelukan ditutupi selimut.
Cup cup cup cup cup.
" Sayang sudah, aku sudah bangun hmmm ..."
" Baiklah, biar kita tidak kenal semprot Bunda lebih baik kita mandi berdua."
Erlangga pun menggendong sang istri ke kamar mandi dan tentu saja disana mereka melakukan kegiatan panas.
Setelah membantu sang istri memakai dress nya. Erlangga pun dipakaikan dasi oleh Yura.
" Selesai."
" Terima kasih sayang. Ayo kita kebawah Kak, pasti Daddy dan Bunda sudah menunggu kita !"
Erlangga pun menggandeng tangan sang istri, menuju ke bawah dimana orang tuanya sejak tadi menunggu.
" Untung kamu tidak ke atas yang, lihatlah putra dan menantumu sudah turun !"
" Dasar anak itu, sudah tau mau ke acara kelulusannya kenapa lama?"
" Maklumlah Bun, mereka masih pengantin baru."
Rombongan keluarga Erlangga pun kemudian menuju Aula Sekolah SMA Trisakti, yang dijadikan tempat acara kelulusan.
Silih berganti gedung aula tersebut dipenuhi oleh siswa siswi kelas XII beserta orang tua atau walinya.
Hingga acara kelulusan pun dimulai.
"Selamat pagi, puji syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan, sehingga hari ini bisa dilaksanakan Acara Kelulusan Kelas XII SMA Trisakti, tidak lupa saya ucapkan terima kasih atas kehadiran para orang tua atau wali dan tamu undangan ." ucap Kepala Sekolah.
" Dengan perolehan nilai tertinggi tahun ini, diraih oleh Erlangga Bramasta sekaligus menjadi lulusan terbaik, silahkan naik ke atas panggung !"
Prok prok prok prok.
Tepuk tangan meriah mengiringi jalan Erlangga menuju ke atas panggung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1