
Kini usia kandungan Yura sudah beranjak 8 bulan, dimana ia sekarang sudah mulai kuliah secara online di rumah.
Sore harinya, Yura berencana membeli perlengkapan bayi di mall, tentu saja sebagai suami yang siaga dan bertanggung jawab. Erlangga pun mengosongkan jadwalnya hanya untuk menemani sang istri, apalagi mereka akan berbelanja untuk calon anak mereka yang akan segera hadir 1 bulan lagi.
" Kak , kita akan ke mall mana?"
" Kita cari dulu di mall besar dan terlengkap, pokoknya disana pasti kita mudah menemukan perlengkapan bayinya !"
40 menit perjalanan, akhirnya mereka berdua tiba di salah satu mall terbesar di Jakarta. Tidak menunggu waktu lama. Yura segera menggandeng tangan suaminya untuk memasuki beberapa toko yang menjual perlengkapan bayi.
Mereka berdua pun saling berdiskusi, mau membeli yang mana karena sampai di salah satu toko perlengkapan bayi. Mereka dibuat bingung dengan banyaknya warna, jenis yang membuat Yura dan Erlangga ingin membeli semuanya saja daripada harus memilih yang mana yang bagus.
Tapi sayang kalau semuanya mereka beli akan mubasir, dan memenuhi ruangan. Makanya mereka setiap memilih dan membeli barang sesuai dengan keputusan bersama serta sesuai keperluan saja.
" Sayang, topi dan kaos kakinya mau warna biru apa hijau ", tanya Erlangga.
" Keduanya bagus kak, gapapa kita beli 1 lusin kan baby kita twins warnanya dicampur saja !"
Setelah 1 jam berkeliling dan sudah berbelanja banyak untuk perlengkapan bayi. Kini Yura dan Erlangga memasuki food corner yang ada di mall tersebut.
" Sayang , kamu duduk disini dulu ya, biar kakak yang pergi pesan makanan !"
Yura pun mengangguk, tanda setuju.
Ketika Erlangga sedang mengantri untuk memesan makanan. Terlihat ada seorang kolega bisnisnya datang menghampiri.
" Tuan Erlangga, tidak menyangka saya akan bertemu dengan anda di mall ini ?" ucap Hendrix.
" Ya , Tuan Hendrix senang bertemu dengan anda."
" Apa saya bisa ikut mengobrol dengan anda?"
" Maaf tuan, saya habis ini ada urusan penting. Jadi mungkin kita jadwalkan ulang, jika anda ingin diskusi tentang kerjaan."
" Oh iya, Tuan Erlangga. Kalau begitu saya pergi dulu, karena sudah ditunggu oleh istri."
" Silahkan."
Saat Tuan Hendrix sedang berjalan menuju pintu keluar food corner.
Ia melihat Erlangga sedang menghampiri seorang wanita cantik, yang sangat dijaga ketat oleh beberapa pengawal.
" Siapa wanita itu, apa tuan Erlangga sudah menikah ?" tanyanya dalam hati.
" Mending aku suruh orang mencari tahu kebenarannya."
" Pa, kenapa lama sekali menyapa kolega bisnis?" ucap Istri Tuan Hendrix.
" Karena, Tuan Erlangga itu orang penting ma. Nggak ada salahnya kan kita lama mengobrol."
__ADS_1
" Ya sudah ma, kita pulang jugaan kamu sudah selesai berbelanja kan."
Sementara itu, Erlangga sedang menyuapi Yura makan, lalu datang salah satu pengawal yang melaporkan hal penting pada Erlangga.
" Kau awasi dia, jangan sampai membahayakan istriku !" titah Erlangga.
" Ada apa sayang?"
" Bukan hal penting, kau tenang saja hmmm ... !"
Selesai makan, ternyata Yura mengantuk. Alhasil Erlangga pun menggendong sang istri sampai masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil yang akan melaju menuju kediaman Bramasta. Erlangga pun telah mengantongi informasi tentang Tuan Hendrix.
" Jika kau berani mengusik istriku, lihat saja bahkan hidupmu tidak akan pernah tenang !" ujar Erlangga sambil tetap memangku Yura.
Di sebuah rumah bertingkat dua dengan, ornamen khas Negara Jepang. Tuan Hendrix sedang menyesap teh di ruang tamu, dimana anak buah yang ditugaskan ya mencari informasi tentang wanita yang dijaga ketat oleh Erlangga.
" Tuan, ini informasi yang anda minta ! Tapi saya sarankan agar tuan tidak mengusik wanita itu !"
Brak ...
" Berani sekali kau, menasehati ku !"
" Ampuni saya tuan, tapi desas desus yang saya dengar seperti itu adanya ."
" Cukup, aku belum menyerangnya, masa aku harus kalah sebelum berperang !"
" Tuan."
" Keluar !" teriak Tuan Hendrix.
Tuan Hendrix pun berlari ke ruang kerjanya dan mengambil sebuah samurai yang terpajang, lalu ia menghunuskan samurai tersebut ke batang bambu yang terpajang di pinggir taman rumahnya.
" Aku harus bisa mendapatkannya!" ucap Tuan Hendrix.
Siang harinya di Bramasta Grup. Daddy Alex sedang menunggu kedatangan Erlangga yang baru saja selesai kuliah.
" Riko, apa putraku sudah tau tentang Hendrix ini?"
" Iya Tuan Besar."
" Biarpun ia bukanlah lawan yang sepadan untuk Erlangga, tapi tetap kita harus waspada dan tidak meremehkannya."
Ceklek.
" Daddy ."
" Duduklah nak !"
__ADS_1
" Ada hal penting apa? Sehingga Daddy memanggilku ?"
" Ini tentang Tuan Hendrix nak, sepertinya dia tertarik dengan menantu kesayangan Daddy ?"
" Daddy benar, kemarin aku sudah dapat laporannya dari anak buah ku."
" Memang istriku itu terlalu cantik, hingga banyak kaum lelaki yang ingin mendapatkannya."
" Hahaha ... ya apa boleh buat, bundamu dulu juga seperti ini, sampai Daddy mengurungnya dikamar."
" Daddy bisa melakukan hal seperti itu dengan Bunda, tapi ini Yura Dad. Istriku ini tidak mudah ditaklukkan apalagi dia sangat cerdik dan pintar."
" Masa kau tidak tau cara mengalahkannya nak. Ya langsung selesaikan di ranjang, semua pasti beres."
" Daddy jangan lupa, Yura sedang hamil besar dan lagi sebulan cucu Daddy akan lahir ke dunia."
" Yah ... semangat ya nak puasanya !"
" Demi Yura dan baby twins Dad, tentang Tuan Hendrix biar aku yang akan menanganinya. Daddy jangan khawatir ok !"
" Baiklah kalau begitu, Daddy akan pergi dulu, kasian kalau bundamu lama menunggu."
Setelah perkuliahan onlinenya selesai. Yura pun hendak berjalan santai di sekitar rumah. Tapi saat Yura sedang menyiram bunga di taman. Ia lalu melihat sebuah paket yang di bawa oleh pengawal.
" Ishi, paket apa itu ?"
" Saya tidak tau nyonya muda, ini barusan di terima oleh pak satpam di pintu depan."
" Apa tidak ada nama pengirimnya atau diperuntukan untuk siapa paket tersebut?"
" Tidak sama sekali , makanya kami akan mengeceknya terlebih dahulu !"
Dua orang pengawal pun, bertugas menaruh paket itu di tengah halaman, satu orang siaga membuka kotak dan lainnya berjaga jika ada barang bahaya ada di dalamnya.
Tentu saja para pengawal tersebut sudah terlatih, bagaikan pasukan khusus yang menjinakkan bom.
Ketika kotak tersebut dibuka. Ternyata isinya berupa seekor anjing mati berlumuran darah yang di dalamnya terselip pesan " Hai cantik, semoga kamu berkenan menerima salam ku ."
Isi paket tersebut sudah dilaporkan kepada Erlangga.
Sementara Yura yang melihat bangkai anjing yang berlumuran darah itu, merasa mual.
" Nyonya, mari saya antar ke dalam !" ucap Ishi.
" Sepertinya aku perlu segera ke toilet, aku tidak tahan mau muntah."
Di temani oleh Ishi, Yura pun memuntahkan segala isi perutnya.
Hingga Yura merasa lemas dan di papah oleh Ishi menuju kamar nyonya mudanya.
__ADS_1
" Nyonya, berbaringlah dulu. Saya akan memanggil dokter keluarga untuk memeriksa anda!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...