
Setelah mengantarkan istrinya ke sekolah, Erlangga menuju ke kampus. Dimana hari ini, adalah hari terakhir kegiatan OSPEK.
" Selamat pagi para mahasiswa baru ! Apa kalian siap ?"
" Siap Kak ..." teriak seluruh mahasiswa baru yang berada di dalam Aula Universitas Y.
" Wah, kalian semangat sekali pagi ini, agar mempersingkat waktu mari kita semua terlebih dahulu mendengarkan seminar ilmiah dari para alumni yang sekarang sudah sukses menjajaki lapangan pekerjaan. Semoga bisa menginspirasi kalian semuanya. Mari berikan tepuk tangan yang meriah !" ucap Ketua BEM.
Prok ... prok ... prok.
Setelah kegiatan seminar, mereka semua dibagi sesuai jurusan fakultas. Hingga di tutup dengan acara ramah tamah, saling mengenal diantara senior dan junior yang baru. Serta acara makan bersama.
" Ah ... akhirnya selesai juga !"
" Gue tau bro, 4 hari kita OSPEK sedikit menguras tenaga gue, tuh lihat Erlangga yang paling sibuk aja kok bisa ya nyantai", balas Malik.
" Erlangga, sini gabung sama kita !" teriak Hendra
Mendengar teriakan temannya, Erlangga pun ikut bergabung bersama mereka.
" Gue kira nggak kebagian tempat duduk, dari tadi gue lihat-lihat tempat mana yang kosong."
" Makanlah, habis ini kita tinggal lihat jadwal perkuliahan di masing-masing jurusan di fakultas."
" Kau benar Hendra, oh iya apa kalian pernah dengar tentang Nolan?"
" Tidak, gue nggak pernah tuh dengar, memangnya dia siapa Erlangga?"
" Dia, siswa baru yang bersekolah di SMA Tunas Bangsa. Gue pikir dia hanya sebatas berterima kasih sama Yura, tapi gelagatnya ia ingin mendapatkan bini gue."
" Wah bahaya itu, Yura pun ada yang naksir, gimana dengan pacar kita Malik? Lo kan alumni disana, setidaknya suruh anak buah lo memantau pacar kita !"
" Tenang saja Hendra, lo kira gue nggak melakukannya. Lo salah besar, sejak Mila dijodohkan dengan gue, sudah ada mata-mata yang gue tugaskan menjaga , melindungi bahkan memberitahu ke gue semua aktivitas Mila 24 jam."
" Nah ini, nih mantap sekali pengawalan lo. Good job friend."
" Kalau lo gimana Hendra? Jangan kira gue nggak tau ya. Ada 2 orang berandal yang selalu menjaga Diah di sekolah", ujar Erlangga.
Seketika raut muka Hendra yang tadi pecicilan tetiba menjadi serius.
" Yah ketahuan juga, memang sih kuasa mu melebihi kami berdua Erlangga. Diah memang tidak mau jika mereka terlalu mencolok di sekolah, jadi gue tugaskan hanya di luar sekolah saja. Kalian tau kan Diah sedikit tomboy, dan ia nggak mau menyusahkan gue. Jadi gue usulkan win-win solution sama dia."
" Siap-siap saja kalian dengan kabar bahwa ada cowok yang naksir sama pacar kalian disana."
" Lo tenang aja Erlangga, berani mendekati Mila, gue nggak akan tinggal diam ! Jawab Malik dengan seringai licik."
" Slow aja bro, kita main halus dulu, kalau mereka tidak jera juga, jangan salahkan gue bertindak sampai membasminya ke akar."
" Hahaha ..., sudah-sudah ini sudah jamnya Yura pulang sekolah. Gue duluan ya!"
" Ya, nanti kami juga akan menyusul kesana Erlangga."
__ADS_1
Saat Meta berpapasan dengan Erlangga di lapangan kampus, inginnya menghampiri tapi apa daya para anak BEM berada di belakangnya. Hingga dia enggan menyapa Erlangga duluan. Biar tidak disebut calon pelakor.
" Dik Erlangga, bisa kesini sebentar !" ujar Anita.
" Iya Kak, ada apa ya?"
" Begini, kamu bukannya jurusan kedokteran kan?"
" Iya Kak."
" Tolong titip berkas ini ya, sama Ahsan anggota BEM dari kedokteran. Berhubung kamu akan ke fakultas mencari jadwal perkuliahan !"
" Oke Kak."
" Gila si Anita, benar apa yang ia bilang. Si Erlangga itu ternyata nggak cuek amat, malahan baik sih."
" Kalian percaya kan sama gue."
" Tentu, toh kami melihatnya tadi !"
Mendengar segelintir pembicaraan mereka, membuat Meta kian bernafsu ingin memiliki sosok Erlangga.
" Apa kalian pikir, gue akan menyerah mendapatkannya? Kalian salah bahkan siapa pun orangnya gue akan menyingkirkan mereka dengan cara halus atau kasar sekalipun", ucap Meta dengan penuh siasat yang telah terpikirkan dalam otaknya.
Yura yang sedang menunggu jemputan, didatangi oleh 2 pengawal setianya. Yaitu Ishi dan Aditya.
" Nona muda"
Mendengar perkataan nona muda mereka, akhirnya Ishi dan Aditya sadar bahwa genggaman tangan mereka belum terlepas.
Seketika mereka salah tingkah dan melepas dengan cepat genggaman tangannya.
" Tidak usah canggung seperti itu, aku paham kok apa yang telah terjadi."
" Ternyata nona muda, mengerti sekali ya tentang ini."
" Maklumlah karena aku lebih dahulu merasakannya dengan Erlangga."
" Nona muda, apa tadi Nolan kembali mendatangi anda?"
" Tidak ada, terakhir aku bertemu dengannya pagi tadi bersama Kak Erlangga."
" Syukurlah, kami tidak mau jika ia mendekati anda", jawab Ishi.
" Kalian jangan khawatir, aku tau apalagi suamiku yang dingin itu sudah memberi ultimatum kepadanya."
Saat mobil Erlangga sudah terlihat masuk ke dalam sekolah. Yura pun menghampiri sang suami dan langsung masuk ke dalam mobil.
" Kalian berdua ikuti kami dari belakang ! Semua pengawal akan ditraktir oleh Bunda !"
" Siap Tuan Muda."
__ADS_1
" Memangnya Bunda akan membuat acara?"
" Iya, bahkan pengawal pun diundang semuanya !"
" Untuk apa ya Kak?"
" Sepertinya karena akan ada pembukaan restoran Bunda yang baru bersama Ibu."
" Memangnya mereka sangat antusias dengan pembukaannya ."
Sementara itu, Kinara sedang membantu Ibu mertua di restoran. Ia dan asisten Ibu Hani sedang mempersiapkan dekorasi.
" Kak Rini, apa ini sudah cukup?"
" Sudah Nona Muda, anda ternyata berbakat juga dalam mendekor?"
" Tidak juga, aku pun perlu banyak belajar mendalaminya "
" Tapi ini sangat bagus nona, tinggal kita menunggu beberapa rangkain bunga segar dari florist."
" Baiklah, perintahkan kepada semua pegawai kita istirahat dulu ! Sebelum pembukaan restoran jam 20.00 malam !"
Saat Kinara akan berbalik, dihadapannya terdapat buket bunga besar yang menutupi wajah sang suami.
" Ini hadiah dariku untukmu sayang!"
" Kak Rangga, wah cantik sekali bunganya, terima kasih."
" Sama-sama sayang, kau juga lebih cantik."
" Gombal hmmm ..."
" Hanya padamu ", Rangga pun tak lupa memeluk Kinara dan mengajaknya bertemu dengan Ibu dan Bunda Anisa di depan.
" Dasar anak ini ya, sudah tau dari tadi Ibu panggil ini malahan harus bertemu istrinya duluan !"
" Hahaha ... Sudahlah Hani, mereka sedang jatuh cinta apalagi sudah halalkan. Cepatnya kasih Bunda dan Ibu cucu !"
" Tentu saja Bunda, aku tidak akan mengalah dengan Yura."
" Kak, ini bukan perlombaan."
" Aku tau yang, tapi semoga disegerakan sama Tuhan di dalam perutmu tumbuh anak kita."
" Tentu kan, semoga akan cepat hadir."
Senyuman dari Kinara mampu membuat, Rangga bertekuk lutut. Bahkan sifat posesif dari Rangga disadari oleh kedua orang tuanya.
Hingga terkadang Ibu Hani selalu menasehati Rangga agar tidak terlalu mengekang Kinara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1