
Pagi ini ada yang berbeda dari pasangan pengantin baru yang sudah melakukan malam pertama. Biarpun terlambat tapi itu tidak menjadi masalah bagi kedua insan yang masing nyenyak tertidur dan saling berpelukan.
Ketika alarm jam di atas laci berbunyi, mimpi indah yang dinikmati oleh Kinara pun usai. Dengan perlahan kelopak matanya perlahan terbuka, menyesuaikan dengan sinar matahari yang sudah masuk ke dalam kamar.
Saat ia, sudah membuka mata dengan kesadaran yang utuh. Ia terpana melihat ketampanan suaminya. Apalagi pelukan sang suami memberikan rasa aman dan nyaman bagi Kinara.
Saat jemari Kinara menjelajah seisi wajah Rangga, hal itu membuat Rangga terbangun dari tidurnya.
" Sayang sudah puas memandangku, hmm ..."
" Sudah Kak, ayo kita mandi bukankah hari ini Kakak ada jadwal ke kampus sebelum ke kantor !"
" Tunggu ! Apa kau mau aku gendong ke kamar mandi ?"
Mengerti arti lirikan sang suami. Kinara pun awalnya tidak mau digendong. Tapi saat hendak berdiri dan melangkahkan kakinya dengan tubuh masih terlilit selimut. Ia pun merasakan sakit di area bawahnya.
" Auh ah ... sakit." Bahkan keseimbangan tubuh Kinara pun tidak bisa bertahan.
Untung ada tangan kekar Rangga yang siap menopang tubuh Kinara.
" Kau bandel sayang, aku kan sudah bilang kau pasti tidak akan sanggup berjalan !"
Akhirnya Kinara pun pasrah digendong oleh Rangga menuju ke kamar mandi.
" Kak, aku bisa mandi sendiri ."
" Diam lah biar aku yang membantumu, kan aku sudah melihat semuanya. Jadi kau tidak usah malu pada suami mu sendiri."
Merasakan bahwa perdebatan kecil itu tidak akan dimenangkan oleh Kinara. Makanya Kinara mengikuti semua perintah sang suami. Hingga ketika merasa istrinya sudah rileks saat mereka berendam.
Rangga pun menghimpit Kinara dan menjalankan aksinya kembali. Tentunya dengan segala rangsangan yang membuat Kinara tak sanggup untuk menolak.
E****** dan lenguhan saling bersambut bahkan sudah beberapa kali Rangga menyemburkan benihnya ke dalam milik Kinara tanpa henti.
Hingga ******* pun berhasil mereka raih. Rangga kemudian membasuh tubuh istrinya dan memakaikan handuk dan menggendong sang istri kembali ke atas ranjang dan memakaikannya pakaian lengkap.
" Tidurlah yang, nanti akan aku suruh Ibu untuk membawakan mu sarapan pagi. Aku berangkat dulu ya !"
" Hmmm ..."
Saat Rangga memasuki ruang makan, ia pun sudah siap dengan ceramah dari kedua orang tuanya.
" Nah ini nih, kau tidak lupa kan nak hari ini sehabis jadwal mu di kampus. Kau harus membantu ayah di kantor !"
" Tentu ayah, aku ingat. Dan tolong Ibu bawakan Kinara makanan ke atas."
" Kenapa dengan menantu Ibu nak?"
__ADS_1
" Dia kelelahan akibat ulah Rangga."
Mendengar kalimat penuh ambigu dari sang putra, sampai-sampai minuman yang sedang ia minum, muncrat saking kagetnya.
" Coba ulangi kau apakan menantu Ibu!"
" Masa Ibu tak mengerti juga, ya itu Bu biasa hubungan suami istri. Ini Rangga akan bawa bekalnya, makasih Bu, tolong temani Kinara di atas . Aku berangkat dulu dah ... !"
" Ranggaaaaaa ..."
" Sudahlah yang, mending kau lihat bagaimana kondisi Kinara sekarang ! Jangan lupa bawakan dia makanan. Aku berangkat dulu ke kantor ! Jika ada hal penting, kau bisa telpon aku."
" Baiklah sayang, hati-hati di jalan."
Setelah mengantarkan Ayah Kevin ke depan. Ibu Hani pun segera melihat keadaan menantunya.
Tok tok tok.
"Kinara Ibu masuk ya?"
" Silahkan Bu !"
" Ini makanlah dulu, pasti kau lapar. Maafkan Rangga jika ada hal yang membuatmu sakit."
" Aku gapapa Bu, hal seperti ini baru pertama kalinya buatku jadi masih terasa perih sedikit."
Kinara pun tersenyum dan mengangguk sembari masih menikmati makanannya.
Setelah Kinara selesai makan, Ibu pun banyak memberikan nasehat bagaimana cara melayani suami dan lainnya agar hubungan suami istri bisa bertahan dan awet ke depannya.
" Terima kasih nak, kamu bisa menghadapi tingkah Rangga. Dulu Ibu kira Rangga akan butuh calon dari biro jodoh atau Ibu yang mencarikannya jodoh dari anak teman Ibu. Tapi takdir berkata lain. Dari Yura yang menikah dan Rangga pun menyusul adiknya menikah juga. Ibu tidak banyak menuntut, tapi bagi Ibu setiap calon atau pendamping kedua anak Ibu, bisa menjalani bahtera rumah tangga dengan baik. Karena kalian sudah Ibu anggap sebagai anak kandung Ibu sendiri. Jika ada sesuatu yang mengganjal, kau bisa bicarakan dengan Ibu, Kinara."
" Tentu Ibu, Ibu tidak hanya sebagai mertuaku. Tapi juga sudah aku anggap sebagai orang tua ku sendiri."
" Baiklah kalau begitu, nanti siang kita pergi keluar ya, temani Ibu mengecek laporan bulanan restoran !"
" Iya Bu."
Sementara itu, Erlangga dan Yura sedang sarapan bersama dengan Bunda Anisa dan Daddy Alex.
" Kapan OSPEK mu selesai Erlangga?"
" Hari ini Daddy."
" Baguslah nak, kau tinggal mengatur jadwal jurusanmu secara online di Jerman."
" Daddy jangan khawatir aku pasti bisa menjalaninya."
__ADS_1
" Baiklah, kami berangkat dulu Bun dan Daddy!"
Erlangga pun seperti hari biasa, mengantarkan istrinya ke sekolah.
Saat Yura keluar dari mobil, tiba-tiba ia didekati oleh Nolan si siswa baru yang 2 hari yang lalu di tolong oleh Yura.
" Yura, akhirnya gue bisa bertemu dengan lo?"
" Oh Lo Nolan kan."
" Ternyata lo masih ingat dengan gue ya."
" Tidak seperti itu kok, gue agak lupa sih."
Melihat istrinya berbicara dengan cowok, Erlangga pun turun dari mobil dan menghampiri Yura.
" Sayang."
" Iya yang, apa ada yang terlupakan?"
" Iya", jawab Erlangga sambil memeluk sang istri di hadapan Nolan. Dan tentu saja Erlangga memberikan banyak ciuman untuk istrinya tersebut.
Melihat adegan romantis di depannya. Nolan pun merasa tidak suka dengan cowok yang disebut sayang oleh Yura.
" Oh iya Nolan, kenalkan ini pacarku namanya Erlangga !"
" Nah Kak, ini lo yang pernah aku tolong kemarin namanya Nolan."
Erlangga dan Nolan pun saling berkenalan dan berjabat tangan. Tapi yang tidak Yura ketahui. Bahwa kedua lelaki tersebut sedang berperang merebutkan Yura. Dari genggaman tangan yang mengerat bahkan, lirikan mata yang tajam.
Melihat sorot mata sang suami yang tidak bersahabat. Akhirnya Yura pun mengalihkan pembicaraan ke hal lain. Dan tentu saja , ia mengusir Nolan dengan cara halus.
" Baiklah Yura, semoga nanti kita akan bertemu lagi di sekolah", ucap Nolan sambil berbalik pergi menuju kelasnya."
" Rupanya istriku ini, banyak punya penggemar hmmm ..."
" Sayang, sudahlah toh juga aku tidak menganggap dia ada, cuma sebatas kenal nama dan tidak pernah mengobrol."
Erlangga pun mengelus rambut Yura, menelisik kedua mata istrinya untuk mencari kejujuran.
" Baiklah, aku tidak akan mempermasalahkan kejadian tadi. Tapi kau harus ingat jaga hatimu buat ku. !"
" Pastinya Kak, I love you."
" Love you too my wife."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1