Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 46


__ADS_3

Pagi ini Yura dan Erlangga sudah mengemas pakaiannya ke dalam koper, karena siang nanti mereka akan meninggalkan Kota Bandung menuju Jakarta.


" Apa semuanya sudah lengkap yang?"


" Sudah ini tinggal masukin sedikit oleh-oleh buat dibawa pulang !"


" Ya sudah, aku turun dulu ke ruang kerja !"


" Iya"


Sementara itu di rumah Nenek Hilda, sedang sarapan bersama karena hari ini adalah hari terakhir cucu dan temannya berlibur di Bandung.


" Yah, gak terasa ya sudah seminggu kalian berlibur disini ", keluh Indah.


" Kenapa Indah kok lo nggak rela kami tinggal?"


" Ya jelas lah Kak, sekarang rumah kembali ramai, kalau kalian semua balik ke Jakarta kan sepi."


" Indah lain kali kami akan kesini lagi, kalau nggak kamu sama nenek bise berlibur ke Jakarta, iya kan Bu?"


" Iya, betul apa kata bibimu ! Sekarang habiskan dulu sarapannya kan rencana siang ini kalian balik ke Jakarta kan?"


" Iya Bu."


Hendra dan Malik sudah menunggu para kekasih mereka di depan rumah Nenek Hilda. Rencananya sebelum mereka pulang, mereka akan mampir sebentar ke Villa Erlangga.


" Sudah siap kan, ayo kita kesana !" seru Hendra.


Setibanya di Villa Erlangga, mereka berempat dibuat takjub dengan megahnya Villa tersebut.


" Gila besar banget, kalau kita masuk kira-kira masih jauh nggak ya ke dalam? Baru lihat di depan gerbang saja sudah terlihat besar dan luas ", ucap Diah.


" Jangan lupa teman kita konglomerat, ya dimana pun nggak rumah, nggak villa bahkan yang lainnya sudah luas dan besar. Jadi kalian jangan terkaget seperti itu", jelas Mila.


" Malik, lo sudah bilang sama Erlangga kan kita akan mampir kesini !"


" Sudah kok"


Akhirnya gerbang Villa tersebut pun terbuka lebar, menandakan tamu dipersilakan masuk ke dalam.


" Sayang, Yura ... kamu dimana ?" teriak Erlangga yang baru keluar dari ruang kerja.


" Tuan muda, nona sedang ada di taman belakang menyiram bunga."


Saat Erlangga sedang mencari keberadaan Yura di taman belakang, bersamaan dengan seorang pelayan yang memberitahukan bahwa tamu Tuan Mudanya sudah datang.


" Baiklah suruh mereka menunggu di ruang tamu, bilang kepada mereka saya masih memanggil istri saya !"


" Baik Tuan Muda."


" Silahkan masuk ke dalam, Tuan Muda masih memanggil istrinya di belakang, silahkan duduk disini !"


" Malik, gue nggak salah dengar kan? Istri tuan muda ? Erlangga kan belum menikah ! Itu siapa yang dimaksud coba ?"


" Gue juga nggak tau, kalau mau tau ya kita ikuti saja masuk ke dalam !"


Mendengar Malik dan Hendra yang saling kepo tentang Erlangga. Diah dan Mila pun terdiam serta tersenyum jahil.


" Sayang, cup ."


" Kenapa hmmm ... sudah selesai pekerjaannya?


" Sudah, tapi ada tamu yang datang ?"


" Siapa Kak?"

__ADS_1


Sambil memeluk istrinya dari belakang, Erlangga pun berbisik di telinga Yura " teman-teman kita, apa kau lupa?"


" Baiklah ayo kita menemui mereka !"


" Selamat datang teman-teman", sapa Yura.


" Ra kok lo semakin cantik ", ucap Mila.


" Lo bisa aja , lo dan Diah juga cantik."


" Silahkan kalian nikmati minuman dan cemilannya !"


" Erlangga apa lo nggak mau menjelaskan sesuatu ke gue?" tanya Hendra.


" Sabar bro, lo mau tanya apa ke gue ."


" Siapa yang dimaksud dengan istri lo?"


" Yura ."


" Apa? Kapan kalian menikahnya ?" teriak Malik dan Hendra bersamaan.


" Kurang lebih 3 hari yang lalu, itu pun mendadak karena terjadi kesalahpahaman di Desa X yang letaknya 1 km dari pembangunan kafe baru gue di Bandung ", jelas Erlangga.


" Terus masalah sekolah kalian bagaimana, apa akan dirahasiakan dulu apa akan go publik ?"


" Tolong kalian rahasiakan tentang pernikahan kami ."


" Baiklah."


" Kapan kalian akan balik ke Jakarta?" tanya Yura.


" Siang ini Ra, tapi Mila dan Malik akan berangkat lebih dulu dengan pesawat sedangkan gue dan Hendra ikut orang tua gue lewat darat dengan mobil."


" Iya, kami bertiga tinggal nunggu hasil kelulusan sedangkan kalian akan naik ke kelas XII ."


" Gue doain kalian semua lulus Kak."


" Makasih Ra."


" Erlangga, kami pulang dulu, soalnya kami belum berkemas."


" Baiklah, hati-hati ya di jalan."


Yura dan Erlangga pun mengantarkan teman-teman nya ke depan sebelum mereka semua pulang.


" Sayang sebaiknya kita tidur sebentar masih ada sisa waktu lagi 2 jam sebelum kita berangkat !"


" Baiklah yang."


Sementara itu, Rangga sedang menyelesaikan hari terakhirnya PKL di sebuah perusahaan , di kota Bandung.


Nampak dari tadi, saat jam istirahat ada asisten manager dari divisi marketing yang bernama Sarah yang terus menatap ke arah Rangga.


" Eh Sila, lo tau nggak anak magang yang duduk bersama Pak Rian ?"


" Maksud lo yang mana Saras? Ada banyak anak magang disana ?"


" Itu yang pakai kemeja biru?"


" Oh itu, namanya Rangga dari divisi Keuangan. Kenapa lo naksir sama tu bocah ?"


" Iya, dari tadi gue perhatiin, dia membuat gue tertarik, selain tampan dia juga terlihat cool banget !" ujar Saras.


" Oh jadi tipe lo sekarang sudah berubah, dulu kayaknya lo suka tipe lelaki kayak Pak Rian, sekarang lo malah ngejar berondong kayak Rangga !"

__ADS_1


" Why not, semasih janur kuning belum melengkung masih ada kesempatan buat gue merebut dia."


" Terserah lo saja, gue nggak akan ikut campur."


" Lo tinggal tunggu kabar baiknya saja, biar gue yang akan bertindak !"


" Apa lo yakin, nggak perlu bantuan gue ?"


" Yakin 100% , lihat saja gue akan buat dia bertekuk lutut sama pesona seorang Saras Wijaya."


" Tapi kan hari ini, adalah hari terakhir mereka magang di perusahaan kita Saras."


" Apa? Kok lo baru ngasih tau gue sih !"


" Ya kan lo baru nanyain tentang si Rangga ke gue ."


" Coba saja gue dari kemarin sudah pulang dari perjalanan dinas keluar kota, pasti ada banyak waktu mendekatinya."


" Kenapa lo nggak nanya sama Pak Rian, kan lo dari dulu dipepet sama Duda anak 1 itu kan."


" Ah Sila lo memang teman gue, makasih ya ide lo sangat membantu."


" Jangan lupa, traktirannya buat gue jika lo berhasil."


" Pastilah gampang itu "


" Ayo kita kembali kerja, jam istirahat sudah selesai !"


" Baiklah."


Sementara itu Rangga dan teman sekampusnya menikmati acara perpisahan dengan divisi keuangan dimana dia PKL. Yaitu dengan acara makan bersama di kantin perusahaan.


" Terima kasih saya ucapkan kepada kalian yang telah membatu kami bekerja selama kalian PKL, maaf kalau ada salah baik di sengaja maupun tidak, semoga apa yang kalian dapatkan selama masa PKL ini bisa membantu kalian untuk terjun ke lapangan kerja ", ucap Pak Rian.


" Terima kasih banyak , saya ucapkan kepada Pak Rian dan para senior sekalian. Terima kasih telah membimbing dan mengajari kami disini ! Ujar Rangga.


Setelah acara perpisahan itu, Rangga dan temannya mengambil sertifikat magang, dan langsung pulang.


Di dalam Kos Rangga. Kinara seperti biasa sedang memasak untuk makan siang, dan sudah mengemas semua barangnya ke koper.


Tok ... tok ... tok.


Ceklek.


" Selamat datang Kak."


"Iya, apa kamu sudah mengemas semua barang yang akan kamu bawa ke Jakarta?"


" Sudah kak, tinggal nunggu Kak Rangga saja."


" Hem ... kamu sudah selesai masak?"


" Iya."


" Pantesan, bau masakannya masih terasa."


" Kalau begitu, kita makan siang dulu ! Jam 13.00 siang kita akan berangkat.


" Kak, apa orang tua Kakak akan menerima ku sebagai menantunya?"


" Pasti, kamu jangan khawatir!"


Biarpun Rangga sudah berulang kali mengatakan hal tersebut, tapi Kinara masih merasa cemas dan takut, jika tidak diterima dan direstui oleh mertuanya. Apalagi dengan latar keluarganya yang kurang mampu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2