
Yura pun, mengaduh karena kepalanya sakit tertimpa kotak yang berisi banyak tumpukkan album foto dari ia masih kecil sampai foto kenangan ia dan Erlangga.
Erlangga lalu mengecek kondisi Yura. Seketika ia terkejut melihat ada darah di kepala istrinya.
" Sayang, kepalamu ..."
Yura yang merasa ada cairan merah yang turun mengenai wajahnya seketika dihantam rasa sakit, dan nyeri yang hebat. Dan Yura pun kehilangan kesadarannya. Yang terakhir yang dapat ia lihat adalah muka suaminya sebelum semuanya menggelap.
Melihat kondisi Yura yang tidak sadarkan diri, bahkan ada darah yang keluar dari atas kepala.
Langsung saja Erlangga menggendong sang istri ke luar kamar menuju ke rumah sakit. Di bawah tepatnya di ruang keluarga semua yang melihat kondisi Yura, langsung panik.
" Nak Yura kenapa?"
" Tadi dia tertimpa kotak di atas lemari Bu, makanya karena keluar darah apalagi dia langsung tak sadarkan diri seperti ini, maka aku akan membawanya ke rumah sakit."
" Ayo cepat, biar Ayah yang menyetir mobil dan kalian duduk dibelakang !"
Dengan perasaan khawatir dan rasa kecemasan yang tinggi, Erlangga terus memeluk sang istri, tak lupa menempelkan kasa di kepala Yura agar , darah yang keluar setidaknya bisa berhenti mengalir keluar.
30 Menit berselang, kini Yura dan keluarga sudah sampai di depan UGD Rumah Sakit. Yura langsung ditangani di dalam UGD. Hingga 1 jam berselang akhirnya Yura tersadar dan yang ia lihat adalah ruangan putih dimana bau obat menyengat dengan tangan yang diinfus, serta kepala yang terjahit.
" Sayang, Kak Erlangga ", panggil Yura dengan suara lirih.
Erlangga yang sedang memangku laptopnya di sisi kanan Yura pun, seketika menutup laptopnya dan menghampiri sang istri yang sudah sadar.
" Iya yang , aku disini ... apa masih sakit ?"
" Kepalaku masih sakit ", jawab Yura.
" Tentu saja masih terasa sakit, karena efek antibiotik nya sudah habis, gapapa ... Nanti juga akan sembuh ."
" Kak ..."
" Kenapa hmmm ...?"
" Maafkan aku telah melupakan mu, hiks ... hiks ... hiks ."
" Apa kamu sudah mengingat aku sepenuhnya?"
" Iya, aq tadi bermimpi dan banyak terlihat pecahan ingatan yang terlihat yang selama ini. Telah aku lupakan tanpa sengaja."
" Insiden yang kau alami dulu, memang cukup menyebabkan amnesia, tapi sayang syukurlah kau sudah ingat semua."
" Berkat tertimpa kotak yang tak sengaja, hingga bisa mengembalikan ingatanmu tersebut."
" Iya kak, sudah waktunya aku mengingat dirimu."
" Makanlah dulu, habis itu minum obat sayang. Lagipula kau harus opname selama 3 hari 2 malam habis itu baru bisa pulang !"
__ADS_1
" Iya suami bawel ku ."
Tok ... Tok ... Tok.
Ceklek.
" Yura ", panggil Kinara yang datang bersama dengan Rangga.
" Syukurlah kau sudah sadar ."
" Makasih ya Kak Rangga dan kakak ipar."
" Jelaskan kepada kami, sebetulnya kau akan mencari apa hingga bisa tertimpa kotak seperti itu !" titah Rangga.
" Hehehe ... mencari album kenangan aku bersama kak Erlangga kak !"
" Hah ... Lain kali, kau harus melihat kondisi dulu Ra, ingat dirimu sedang hamil besar, baru saja 2 Minggu lalu kau sadar dari koma , bikin aku ikut jantungan saja ! Sayang kau juga, jangan bandel ok ?"
" Kenapa aku juga kena?"
" Ya kan kalian hampir mirip satu sama lain, jarak kehamilan kalian saja beda 1 bulan doang kan."
" Tapi aku sama Yura kan tidak 100 persen mirip sayang", kesal Kinara.
" Sudahlah Kak Rangga, kenapa kalian yang jadi bertengkar sih ?" imbuh Erlangga.
" Mungkin suamiku ini masih dalam mood yang 50 % nanggung ."
Wajah Rangga pun terlihat malu karena perkataan sang istri.
" Sayang masak kau lupa, maksudnya tentang kegiatan panas suami istri yang tertunda, apalagi sudah setengah jalan, itu sangat nggak enak."
" Hahaha", Yura pun tertawa dengan sikap kakaknya sendiri terkadang mirip dengan suaminya jika dalam hal itu.
" Apa kalian tidak mempersilahkan kami berdua untuk duduk dulu?"
" Silahkan duduk!" ujar Erlangga.
Setelah kepulangan Rangga dan Kinara. Kini hanya tinggal Yura yang sedang dipeluk oleh suaminya di atas ranjang rumah sakit.
" Tidurlah yang, aku akan selalu menemanimu !"
" Love you my husband."
Cup. "Love you my wife."
Seminggu berlalu dan Yura sudah sejak 4 hari yang lalu pulang kembali ke kediaman keluarga Bramasta. Bahkan ingatan Yura yang kembali sudah diketahui oleh semua keluarga.
Yura dan temannya seperti biasa menikmati masa perkuliahan walaupun mereka berbeda jurusan di fakultas. Tapi pertemanan mereka sangatlah erat dari SMA hingga sekarang.
__ADS_1
Malam ini, adalah malam pertunangan antara Hendra dan Diah. Karena berkat kegigihan Hendra yang tiada henti membuktikan kepada keluarga besar Diah. Bahwa ia sudah sangat siap menjadikan Diah istrinya dan akhirnya pernikahan mereka pun akan di gelar 1 bulan setelah pertunangan. Tidak perlu menunggu sampai Diah lulus kuliah, tapi saat kuliah pun ijin menikah telah berhasil dikantongi.
Saat ini Yura sedang di make up oleh mua yang didatangkan oleh mertuanya. Sementara itu Erlangga sedang dalam perjalanan pulang setelah selesai rapat direksi.
" Jeng, pokoknya saya minta buat menantu saya sangat cantik untuk malam ini !"
" Siap jeng Anisa, serahkan kepada kami. Kami jamin suaminya pun akan ikutan pangling dan terpesona !"
" Ra, bunda keluar dulu ya, kamu sama tim mua."
" Ok bunda."
Dengan sangat terampil dan berkompeten, tim mua tersebut dengan cepat mendandani Yura serta merias Yura bahkan setelah Yura memakai dress code nya malam ini yang senada dengan suaminya. Sangat terlihat cantik, natural, elegan dan memukau.
" Anda lihat kan, nyonya muda ! Anda aslinya memang sangat cantik, bahkan kami nggak perlu banyak menambahkan polesan saja , anda sudah terlihat sekali cantik luar dalam."
" Makasih banyak ya, Tante dan tim mua, kalian sudah bekerja dengan baik."
" Sama-sama nyonya muda, kalau begitu kami undur diri untuk pulang !"
15 menit berselang, Erlangga pun pulang ke rumah. Saat ia membuka pintu kamar, ia sangat terpesona melihat sang istri yang telah selesai didandani.
" Sayang, aku pulang ", ucap Erlangga.
" Ayo cepatlah mandi dan ganti baju kak, jangan sampai kita terlambat di acara pertunangan nya kak Hendra dan Diah !"
" Tanpa kau suruh, juga aku akan mandi lebih dulu."
" Akan aku siapkan, setelan baju dan jasmu dulu kak ."
Hampir 30 menit akhirnya pasangan suami istri tersebut sudah bersiap untuk berangkat ke rumah Hendra, tak lupa Bunda Anisa dan Daddy Alex menunggu mereka di ruang keluarga.
" Wow, menantu siapa ini , cantik sekali seperti istriku yang disamping ini ", puji Daddy Alex.
" Ya mantunya Daddy dan Bunda lah", jawab Yura dengan ceria.
" Jangan terlalu lama, kita harus kesana sekarang", sela Bunda Anisa.
Setibanya di rumah Hendra. Mereka sudah disambut oleh pemilik rumah sekaligus tuan acara pada malam ini.
Acara pertunangan antara Hendra dan Diah pun telah terlaksana dengan lancar dan hikmat. Kini para tamu undangan dipersilahkan untuk makan dan ada pula yang berbincang dengan kolega bisnis yang hadir disana.
Empat sahabat baik itupun sekarang sedang berfoto bersama. Hingga Malik menyumbangkan sebuah lagi dimana hal tersebut sebetulnya merupakan rencana dadaknya melamar sang pujaan hati yaitu Mila agar mau menikah dengannya.
" Will you marry me, Mila ?" ucap Malik dengan sungguh-sungguh dihadapan banyak orang.
Mila pun menutup wajahnya antara senang, bahagia dan malu secara bersamaan. Ia sungguh tak menyangka bahwa tunangannya tersebut bakalan melamarnya secepat ini.
" A- aku ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...