
Mendengar namanya dipanggil untuk maju ke atas panggung. Erlangga pun segera berdiri dari tempat duduknya dan melangkah menuju ke arah panggung.
Saat tiba di atas panggung ia pun diminta untuk menyampaikan sepatah dua patah kata atas pencapaiannya selama ini serta kelulusan kelas XII.
" Terima kasih banyak, puji syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan bahwa pagi hari ini kita semua bisa merayakan hari kelulusan dan sebagai hari terakhir kita sebagai kelas XII sekolah ini yang akan menyandang status alumni. Terima kasih pada ibu bapak guru yang telah mengajari, membimbing kami hingga bisa membawa kami lulus 100 persen, terima kasih juga buat teman-teman khusunya kelas XII akhirnya kita semua lulus. Serta tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua beserta keluarga dan orang yang saya cintai. Berkat kalian saya bisa ada disini dan meraih kelulusan dengan nilai tertinggi. Akhir kata mohon maaf apabila saya ada salah baik yang sengaja maupun tidak disengaja, dan terima kasih."
Prok ... prok ... prok.
Tepuk tangan mengiringi Erlangga hingga selesai berpidato singkat.
"Acara selanjutnya adalah penyerahan surat kelulusan kepada semua siswa siswi kelas XII, beserta foto bersama dengan para guru dan kepala sekolah."
Semua siswa siswi kelas XII bergiliran naik ke atas panggung. Mereka dipanggil satu per satu untuk menerima surat kelulusan dan berfoto bersama.
Dibalik hal bahagia pasti ada keharuan yang menyertai, tidak hanya keluarga Erlangga melainkan keluarga tiap siswa siswi kelas XII yang Hadi disana mendampingi anak mereka.
" Sayang, hapus air matamu , lihatlah disana putra kita akhirnya lulus, Daddy bangga dengannya !"
" Ia yang, ini air mata bahagiaku akhirnya Erlangga bisa lulus."
" Melihat Kak Erlangga bisa tersenyum seperti ini, sungguh sangat jarang kita lihat ya Bunda ."
" Iya Ra, kamu kan tau suamimu itu 11 12 kayak Daddy nya, kadang Bunda ingin punya anak lagi biar Erlangga nggak sendirian tapi sudahlah memang Bunda ditakdirkan hanya memiliki satu putra, dan kamu datang ke kehidupan keluarga kami sebagai pelengkap nak ", jelas Bunda Anisa.
" Haduh ... kan aku juga ikutan nangis ini ."
" Hah ... kalian begitu kompak mertua sama menantu. Ini hapus pakai tisu, entar dikira sama orang lain Daddy yang jadi pelakunya."
" Hahaha ..." Yura dan Bunda Anisa pun tertawa mendengar gurauan.
" Kak Hendra, selamat ya atas kelulusannya ", ucap Diah.
" Terima kasih, kamu sudah mau hadir."
" Kan aku adalah kekasih yang sangat memperdulikan mu, mana mungkin di acara besar seperti ini aku tidak hadir."
Hendra pun menerima buket bunga dari Diah, tak lupa keluarga Hendra ikut bergabung bersama mereka berdua.
" Ra ayo kita kesana, jangan lupa bawa buket bunga yang sudah kau beli tadi !"
" Iya bunda."
Daddy Alex, Bunda Anisa beserta Yura menghampiri Erlangga yang sudah selesai berfoto bersama temannya.
" Kak selamat atas kelulusannya ."
" Terima kasih sayang", tanpa malu sedikitpun Erlangga langsung memeluk sang istri dan bergantian dengan menerima pelukan dan ucapan dari orang tuannya.
" Kita berfoto dulu ya !" titah Daddy Alex.
Sehabis sesi foto bersama, dan berbincang dengan orang tua teman anaknya. Kedua orang tua Erlangga ingin mengajak menantu mereka untuk ikut makan bersama. Tapi sebelum itu, Erlangga menyela " Sebentar dulu Bunda, aku mau menghampiri Hendra dan yang lainnya bersama dengan Yura. Bunda dan Daddy silahkan duluan. Aku dan Yura belakangan saja !"
Erlangga pun membawa sang istri menuju ke arah teman sekelasnya.
" Wah mantan Ketos bawa neng cantik ini ."
" Siapa dia Erlangga, adik atau pacar lo?"
" Kenalin, dia pacar seumur hidup gue namanya Yura.
__ADS_1
" Lo dapat bening begini lewat apaan sih Erlangga? Perasaan lo nggak ada gue denger jika lo sudah punya pacar ?"
" Maklum lah, gue nggak mau mengumbar hal yang belum pasti, jadi kalau sudah pasti biar nggak diumbar pun kalian juga tau, bahwa gue sangat serius dengan pilihan gue sendiri."
" Semoga hubungan kalian langgeng sampai seumur hidup."
" Amin." jawab Erlangga dan Yura.
" Salam kenal ya Yura."
" Salam kenal juga Kakak-kakak semua."
" Kalau begitu gue kesana duluan untuk makan, apa kalian tidak ingin bergabung kesana mungkin orang tua kalian semua pada menunggu !"
" Nanti saja kami kesana Erlangga ! Soalnya hari ini hari terakhir bisa bertemu dengan kalian semua dan kedepannya entah kita bisa bersama atau akan berpisah, gue harap komunikasi kita berjalan lancar."
" Baiklah kalau seperti itu, gue kesana duluan ya, dah !"
" Iya sampai jumpa dilain kesempatan Erlangga dan Yura."
Sementara itu Acara Kelulusan pun di selenggarakan oleh SMA Tunas Bangsa.
" Kak Malik ", teriak Mila.
" Dasar ya, dari kemarin nggak ada bales chat, eh sudah nongol aja hari ini !"
" Namanya juga kejutan buat kelulusanmu Kak, masa aku hanya duduk diam dirumah."
" Terus kalau begitu kamu nggak ngasih Kakak hadiah misalkan."
" Apa ya hadiah yang cocok ?"
" Kau tau aku mau apa?"
Hendra pun semakin melangkah ke depan Mila dan memeluknya , mengikis jarak antara mereka berdua.
Cup cup cup cup.
Hendra pun memberi ciuman yang sangat mendadak kepada Mila
" Kakak ..."
" Apa hmmm ...?"
"Kita dilihatin sama Daddy dan Bunda ! Aku jadi malu."
" Nggak usah malu yang, lihatlah tampang orang tua ku mereka saja bangga."
" Bangga tentang apa?"
" Hasil pencapaian ku hingga sekarang aku pun lulus."
" Jadi apa boleh aku mengikatmu dengan ikatan pertunangan ?"
" Haruskah dibicarakan saat ini?"
" Kenapa tidak ?" jawab Hendra dengan dahi mengkerut.
" Sudahlah memang cowok selalu begitu tak tau sikon yang tepat", keluh Diah sambil berbalik meninggalkan kekasihnya.
__ADS_1
" Hai sayang kok aku ditinggal", teriak Hendra sambil menyusul Diah.
Beda halnya dengan pasangan Yura dan Diah. Pasangan Malik dan Mila pun terungkap secara publik karena pernyataan Malik di atas panggung saat penerimaan surat kelulusan.
" Mati aku ! Dasar ... haruskah diumumkan sampai penjuru sekolah ?" keluh Mila sambil menyembunyikan mukanya dari tatapan para siswi yang selama ini menjadi fans fanatik dari Malik.
" Nak, kenapa kau bersembunyi ?" tanya Ibu Malik.
" Bu ini semua gegara anak semata wayang Ibu, jangan lupa apa yang tadi dia umumkan di atas panggung !"
" Kenapa kau harus malu nak, itu juga bentuk cintanya sama kamu lo, nggak sia-sia kan kalian dijodohkan?" tanya Ayah Malik.
" Ayolah jangan khawatir Ibu juga mendukung hubungan kalian, jangan hiraukan fans nya Malik."
" Iya Bu ."
" Ayo kita berfoto bersama, Ayah , Mila !"
Akhirnya Malik, Mila serta keluarganya melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan untuk kelulusan Malik.
" Kak selamat ya, atas kelulusannya. Nih kado dariku buat kamu !"
" Ini ada isinya nggak sih !"
Plak . Mila memukul lengan Malik.
" Aduh yang, kok kamu pukul aku sih, ini bisa disebut KDRT."
" KDRT apaan coba, orang kita belum nikah."
" Hehehe."
Saat Malik dan keluarganya beserta Mila sedang berbicara. Terdengar panggilan dari Robby.
" Malik."
" Hai Rob, selamat juga atas kelulusan lo ."
" Ya makasih, selamat juga buat lo."
" Apa kabar kalian?" ucap Bunda Robby terhadap orang tua Malik.
" Kami baik."
" Wah yang disamping Malik, itu siapa?"
" Dia calon menantu kami."
" Robby kamu kapan nak, Malik saja sudah punya. Bunda jadi ingin punya mantu juga !"
" Sabar Bun, aku juga belum kuliah dan bekerja, mau dikemanakan istri dan anakku !"
" Setidaknya bawa calonmu ke Bunda nak."
Melihat raut wajah Robby yang sudah tidak enak dipandang, akhirnya Daddy nya Robby mencairkan situasi dengan mengajak mereka semua menuju stan makanan yang telah disediakan oleh pihak sekolah.
" Sudah Bun, cukup pembahasan tentang hal itu ini hari kelulusan putra kita, mari lebih baik kita makan dulu !"
" Hehehe ... maafkan Bunda ya nak, jangan diambil hati. Bunda cuma berharap kamu segera punya pasangan seperti Malik."
__ADS_1
" Lain kali kalau ada waktu kita bisa berbincang lagi, kami sekeluarga ada acara lain setelah ini, Permisi !" sela Ayah Malik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...