Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 88


__ADS_3

Yura yang sejak tadi menunggu Erlangga. Akhirnya tertidur setelah selesai meminum susu hamilnya.


" Kenapa jadi mengantuk begini?" Dan hanya sekejap saja sejak merebahkan dirinya di ranjang yang ada di dalam private room ruang kerja Erlangga.


" Ishi , dimana istriku?"


" Nyonya muda ada di dalam tuan, di private room."


" Baiklah, kalian berjaga diluar ruangan, dan ingat aku tidak mau ada yang mengganggu !"


" Siap tuan muda."


" Sayang, kau ada didalam", teriak Erlangga. Saat ia membuka private room nya. Ia pun tidak bisa berkata apapun. Dengan nyamannya sang istri malah pulas tertidur tanpa menunggu dirinya datang.


Erlangga pun mendekat ke arah sang istri, tak lupa mengelus perut Yura yang sudah mulai membuncit dan membesar.


" Kalian jangan menyusahkan bunda ya nak, Daddy sayang kalian dan bunda, cup."


Setelah menyapa baby mereka yang ada di dalam perut Yura, Erlangga pun menyusul sang istri dan memeluknya hingga posisi Yura sekarang sudah dalam dekapan Erlangga.


" Inginku menghukum mu, tapi apa daya kau terlelap tidur, tapi setelah kita terbangun dan sampai dirumah. Tak akan aku biarkan, kau keluar kamar."


Mungkin pengaruh bumil, Erlangga pun juga ikut tertidur.


Sedangkan diluar ruangan, Asisten Riko sedang membawa banyak berkas yang harus ditanda tangani oleh Erlangga.


" Apa tuan muda benar-benar tidak bisa diganggu?"


" Iya, tadi kami sudah diperintahkan seperti itu, Kak Riko kau tau kan kalau sudah ada Nyonya Yura, keputusan Tuan Muda pasti tidak bisa dibantah !" jelas Ishi.


" Kau benar, sepertinya besok aku harus menyerahkan ini semua kepadanya daripada aku meregang nyawa, Oh Tuhan ... aku masih belum menikah !" keluh Riko.


" Dasar", ejek Ishi dan Aditya bersamaan.


Sedangkan di kafe tempat kencan Mila dan Malik terjadi kesalahpahaman hingga Malik cemburu buta, akibat ulah sepupu Mila. Bagaimana tidak Malik tidak pernah melihat sepupu Mila yang datang dari Singapura. Ia hanya akrab dengan keluarga Mila yang ada di Indonesia.


Tentu saja ia kaget, saat lagi romantisnya ada lelaki yang langsung mencium pipi Mila.


" Jadi, kau ini sepupu Mila?"


" Tentu saja, apa kau tidak lihat sedikit kemiripan nya denganku", ucap Roberto.


" Maaf aku baru sadar, mata kalian ada kemiripan."


" Ya jelas ada, orang Ibu Mila adalah adik Ayahku."


" Maafkan adik iparmu ini kakak sepupu."


" Sudahlah kalian berdua jangan berdebat lagi, apa kalian berdua tidak malu sama pengunjung kafe ini", sela Mila.


" Tapi aku kan yang jadi korban nya, aduh ... wajahku yang tampan malah jadi badut kayak gini."

__ADS_1


" Makanya kak, lo datang jangan langsung meluk gini dong, wajar aja Kak Malik refleks mukul Lo tadi !"


" Nasib ya masih jomblo, nggak ada yang membela gue."


" Maksud gue bukan begitu kak, hehehe ..."


" Sekali lagi, aku minta maaf kak Roberto, sebagai gantinya kau boleh makan sepuasnya, biar aku yang mentraktir mu bagaimana?"


" Not bad lah, tapi lo harus sembuhkan muka gue ini!"


" Tentu kak, nanti juga hilang kalau sudah dikompres sama dikasih obat, iya kan sayang."


" Iya sayang."


" Kalian berdua kompak banget ya, langsung saja menikah !"


" Mulut lo kak, minta di lakban ini. Lo pikir menikah itu gampang ? Kami sih ingin menikah tapi setelah kami berdua selesai kuliah."


" Yang dibilang sama Mila itu benar kak, kami sudah sepakat menikah setelah selesai kuliah."


" Terus biaya nikahnya apa lo sudah punya Malik?"


" Tentu saja, gue sudah punya. Puji syukur kalau masalah finansial gue sudah mapan."


" Gue harap kalian berdua bisa menikah sekali untuk seumur hidup."


" Amin."


" Kalian sudah dapat informasi, siapa menantu mereka?"


" Sudah tuan besar."


" Baguslah kalau kalian tau, besok kau dan anak buahmu segera bunuh wanita itu. Dengan kematian menantunya pasti mereka akan menderita, hahaha ...!"


" Baik Tuan Besar, akan saya laksanakan!"


Entah kenapa Erlangga pagi ini merasa tidak tenang, pasalnya ia terus ingin bersama sang istri. Tapi karena ada urusan di kantor apalagi dia ada ujian di kampus. Jadinya pagi ini dia tidak bisa menemani Yura dan hanya bisa mengantarkan Yura ke rumah mertuanya.


" Sayang, tenanglah aku tidak apa-apa, kau pergi saja hmmm ...!"


" Baiklah, nanti jika agenda mu dengan Kinara selesai segera hubungi aku mengerti !"


" Oke."


Erlangga pun dengan berat hati meninggalkan Yura setelah sebelumnya mengantarkan Yura ke rumah mertuanya.


Di kediaman Pradipta terlihat Ibu Hani dan Kinara sedang menunggu kedatangan Yura di ruang tamu.


" Nah ... ini yang diomongin baru datang !"


" Kenapa Bu?"

__ADS_1


" Dari tadi Kinara kangen sama kamu nak, apa kalian akan berangkat berdua sekarang?"


" Iya Bu."


" Rencananya dari agenda mengecek restoran kita, aku sama Yura akan ke RS untuk mengecek kandungan kami."


" Ya sudah kalau begitu, apa Rangga sudah tau nak? Ingat kalian berdua harus hati-hati."


" Kak Rangga sudah mengijinkan aku Bu, Iya Bu, jangan khawatir ya, kami berangkat dulu !"


Sepanjang rapat, Erlangga tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Melihat gelagat putranya yang tidak fokus. Daddy Alex pun menyuruh Erlangga keluar dari ruang rapat sebentar agar ia bisa menghirup udara bebas. Sehingga pikirannya bisa kembali fokus.


Rangga pun sama dengan Erlangga. Dari selesai ujian di kampus, ia hendak pergi mengecek konstruksi gedung yang sedang ia kerjakan bersama kolega bisnisnya.


Tapi saat ingin masuk ke dalam mobil, entah kenapa perasaannya tidak enak apalagi dia terus rindu dengan istrinya Kinara.


Ketika Yura dan Kinara tiba di restoran milik keluarga Pradipta. Mereka berdua segera mengecek pembukuan tentang pemasukan restoran. Hingga menginjak siang, mereka berdua pun makan disana.


Teringat akan agenda check up kandungan yang akan dijadwalkan di jam 15.00 sore itu. Mereka berdua pun segera pergi meninggalkan restoran dan langsung menuju ke rumah sakit.


Karena mereka berdua sudah melakukan reservasi terlebih dahulu. Jadi saat mereka berdua datang. Yura dan Kinara langsung dipanggil dan masuk ke poli kandungan. Dimana dokter Risma sedang menunggu mereka.


" Selamat sore dok", ucap Yura.


" Selamat sore Yura dan Kinara. Apa kalian berdua sudah siap melihat perkembangan bayi kalian?"


" Tentu saja dok, kami sangat menantikannya."


" Baiklah kita mulai pemeriksaannya !"


Setelah selesai diperiksa, mereka berdua diberikan hasil USG perkembangan bayi mereka berdua.


Tentu saja hal bahagia tersebut, Yura abadikan di handphone nya, tidak lupa ia mengirimkannya foto hasil USG kepada Erlangga.


" Kak, mereka cepat sekali besar di dalam perutku."


Erlangga pun membuka pesan dari sang istri. Ia juga bahagia dan terharu melihatnya.


" Nanti aku jemput di rumah sakit yang !"


" Iya yang, love you."


Setelah selesai bertukar kabar dengan Erlangga.Yura dan Kinara pun kini ingin menyeberang jalan, untuk membeli es kelapa muda yang ada di seberang rumah sakit.


Melihat kondisi jalan yang aman, mereka pun menyeberang jalan. Tapi saat masih di tengah jalan , datanglah sebuah mobil yang melaju kencang ke arah Yura dan Kinara.


" Nyonya awas ", teriak pengawal yang berlari hendak menarik tangan kedua nyonya muda mereka.


Yura yang melihat ada mobil yang melaju dengan kencang ke arahnya, dia ingin bergerak menghindar bersama Kinara, tapi ...


Brak ... brak.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2