
Setelah selesai melakukan pemeriksaan di dokter kandungan. Kini Yura dan Erlangga sedang menunggu obat dan vitamin yang diresepkan oleh dokter.
" Sayang, kau jangan khawatir biar pun kini kau hamil kau tetap bisa kuliah, dan nanti bisa cuti jika akan melahirkan."
" Kakak akan selalu bersamaku kan? biarpun nanti aku akan gendut tidak seperti sekarang?"
" Tentu saja, aku akan selalu mencintaimu hingga ajal memisahkan kita."
" Nyonya Yura Bramasta !"
" Ayo sayang kita kesana mengambil obat dan vitamin sekaligus kita membayarnya !"
Dengan hati-hati Erlangga menuntun Yura berdiri dan mereka berdua berjalan saling bergandengan tangan.
Sedangkan teman yang lainnya ,mereka sedang menunggu di lobby rumah sakit. Karena sebelumnya Erlangga sudah mengabari mereka bahwa Yura akan segera pulang.
" Sayang ", teriak Hendra yang baru tiba di Rumah Sakit.
" Sini duduk dulu kak, atur nafasmu dulu. Aku tau kau pasti capek berlari dari parkiran sampai kesini !"
" Kau benar, maaf aku terlambat datang."
" Kami tau kau juga sibuk Hendra, makasih karena kalian semua sudah perhatian sama Yura." ucap Rangga.
" Kak Rangga, kami semua adalah teman Yura dan Erlangga jadi kami pun akan selalu ada untuk mereka, jangan merasa sungkan seperti itu. Bagaimana dengan kondisi Yura yang?" tanya Hendra kepada Diah.
" Kak sepertinya kau akan punya keponakan lucu?"
" Maksudmu?"
" Yura sedang hamil kak, dan calon anak mereka kembar."
" Wah, bibit Erlangga memang mantap ya, cepat banget jadinya. Sayang pokoknya kita tidak boleh kalah dengan Erlangga !"
Plak.
" Jangan asal ngomong lo Hendra, nikah dulu baru bisa hamil !" sahut Malik.
" Hehehe ... habis gue sudah kebelet mau nikah sama Diah."
" Kalian tenang saja, pasti akan ada waktunya buat kalian, kami saja masih berusaha iya kan yang?" tanya Rangga ke Kinara.
" Tentu saja kak."
Saking asyiknya mereka mengobrol sambil menunggu kedatangan Erlangga dan Yura. Mereka tidak sadar dengan kehadiran Yura dan Erlangga yang sudah berdiri sejak tadi.
" Apa kalian semua masih ada urusan lain di RS? Aku dan Yura mau pulang !" tegur Erlangga dengan keras.
" Eh ... Erlangga kapan datang?'
"Sudah sejak 10 menit yang lalu, tapi kalian nggak juga sadar."
__ADS_1
" Mari kita pulang, tapi kita mampir makan dulu ya!"
" Kak Rangga memang pengertian sekali !"
"Sudah tercetak jelas didalam mukamu Malik ."
" Hahaha ..." tawa mereka bersamaan.
Akhirnya mereka semua tiba di salah satu restoran yang berkonsep prasmanan dan ada pula dessert kekinian.
" Bagus banget restorannya kak", ucap Kinara.
" Nanti juga kamu suka sama makanan dan minuman disini, dulu waktu aku semester 1 sering makan disini sama teman kampus."
"Hari ini adalah hari yang bahagia buat ku dan Yura. Kalian silahkan pesan tenang saja aku yang akan bayar !"
Prok ... prok ... prok.
" Nah ini nih ... Erlangga yang gue suka dengan Lo, dapat traktiran gratis. Baiklah gue akan pesan banyak, kalian juga bebas pesan !" seru Hendra.
Setelah pesanan mereka datang semua. Mereka pun sangat menikmatinya , apalagi bumil Yura. Ia sampah nambah beberapa menu dan terkadang yang jadi korbannya adalah Erlangga. Iya korban jika makanan itu tidak habis semua.
Sedangkan Kinara dan Rangga mereka makan sepiring berdua. Beda halnya dengan pasangan Mila dan Malik mereka berdua makan dengan tenang, tapi memperhatikan satu sama lain. Sementara pasangan Diah dan Hendra, mereka makan dengan bebas tapi terkadang Hendra sangatlah manja dengan Diah.
Setelah selesai makan malam, mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
" Sampai jumpa besok ya bumil cantik."
30 menit berlalu akhirnya Yura dan Erlangga tiba di kediaman Bramasta.
Bunda Anisa dan Daddy Alex yang menunggu anak dan menantunya dari tadi. Sangat bahagia melihat kondisi Yura yang baik, walaupun ia tertidur di gendongan Erlangga.
" Cepat bawa mantu Bunda ke atas Erlangga, kasian pasti dia sangat capek !"
" Iya Bun, Dad aku ke atas dulu. Kalian tunggu saja di ruang tamu nanti aku akan jelaskan !"
" Baiklah nak."
Setelah menyelimuti sang istri hingga sebatas dada di atas ranjang. Erlangga pun keluar dan menemui Daddy Ale dan Bunda Anisa.
" Bagaimana dengan kondisi Yura nak?" tanya Bunda Anisa.
" Dia baik Bun, dan seperti dugaan Bunda bahwa Yura sekarang hamil , perkiraan usia kehamilannya menginjak 2 bulan. Dan ada hal lain yang pasti membuat kalian berdua terkejut ?"
"Apa nak, cepat beritahu Daddy dan Bundamu?"
" Kalian akan punya cucu kembar dari kami !"
" Yes ... yes sayang ini hadiah spesial dari Tuhan untuk keluarga kita", ujar Bunda Anisa dengan heboh dan tak hentinya memeluk sang suami."
Sedangkan Daddy Alex, ia sampai menitihkan air mata karena bahagia, akan segera menjadi seorang kakek.
__ADS_1
" Nak, sekarang tanggung jawabmu akan bertambah. Jadi Daddy harap kamu bisa bersabar menghadapi mood ibu hamil yang kadang berubah drastis."
" Apalagi kalau Yura ngidam, pokoknya usahakan agar segala keinginannya terpenuhi. Bunda nggak mau kalau cucu-cucu bunda sampai ileran !"
" Baik Bunda, pasti aku akan mengingat segala nasehat kalian, dan juga sebisa mungkin selalu ada disaat Yura mengidam."
"Sekarang kembalilah ke kamarmu nak ! Besok sore kita harus berkunjung ke rumah mertuamu sekalian memberitahu akan kabar bahagia ini !"
" Baiklah Bun, Daddy aku ke kamar dulu !"
" Sayang, waktu terasa cepat ya. Kita akhirnya diberikan kesempatan untuk mempunyai cucu. Bahkan Tuhan langsung memberi kita 2 sekaligus."
" Iya, setelah lama rumah ini sepi kini akan mulai ramai dengan tangisan dan tawa bayi."
Hari ini, adalah awal dari jadwal kampus Yura menerima mata kuliah sesuai dengan jurusannya.
Sejak pagi, Erlangga selalu mewanti sang istri apalagi kedua mertuanya , mereka membekali Yura dengan banyak makanan dan minuman yang baik untuk ibu hamil.
" Masuklah ke kelas, nanti jam istirahat akan kakak jemput !"
" Baiklah yang."
Sesampainya di kelas, Yura mencari bangku yang kosong karena mahasiswa kedokteran yang lain belum semuanya datang.
" Hai, apa boleh aku duduk di sampingmu?" tanya seorang cewek yang berambut pendek dengan kacamata tebal bernama Siska.
" Iya boleh, silahkan."
" Namaku Siska, kalau kamu ?"
" Namaku Yura."
" Mulai hari ini kita berteman ya ."
" Iya."
Ternyata tak disangka Yura bisa akrab dengan Siska, dan mereka berdua juga berteman dengan Indri dan Ishi.
Mata kuliah pertama di jurusan kedokteran, mereka semua diajari tentang ilmu kedokteran dasar dan anatomi.
Sementara itu di fakultas management bisnis, Kinara , Diah dan Mila mereka mendapatkan teman baru yang bernama Nina. Di fakultas management bisnis pun para mahasiswi dan mahasiswa diajarkan tentang management dasar dan seluk beluk tentang bisnis.
Saat jam istirahat tiba, Erlangga pun menunggu Yura di depan kelasnya.
" Kak apa tadi menunggu lama?"
" Tidak juga, aku baru sampai. Ayo kita ke kantin kamu pasti sudah lapar !"
" Baiklah, tapi aku bilang dulu sama teman baru ku di kelas !"
Saat Yura dan Erlangga sedang berjalan di lorong fakultas kedokteran. Banyak dari anak-anak kedokteran yang kepo dengan cewek yang berjalan bersama Erlangga. Maklumlah Ketua BEM setampan Erlangga, baru kali ini terlihat jalan dengan seorang cewek, apalagi terlihat bahwa mereka mempunyai suatu hubungan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...