
" OMG ... yang diajak sama Kak Erlangga itu pacarnya atau adiknya sih ?"
" Sepertinya, itu mahasiswi baru deh baru semester 1, soalnya baru kali ini gue lihat."
" Lo benar juga, kan Ketua BEM kita yang baru lebih privasi ketimbang segalanya harus go publik."
" Tapi kalau saingannya kayak cewek itu, gue rasa sudah kalah telak."
" Betul-betul, eh ... mereka berdua pasangan yang serasi di fakultas kedokteran ini."
" Ah ... hatiku hancur sebelum berkembang."
" Masih ngefans saja sudah bikin patah hati, apalagi kalau ada banyak saingannya."
Masih banyak, bisik-bisik dari para mahasiswa mahasiswi dari jurusan kedokteran yang kebetulan lewat saat Yura dan Erlangga sedang berjalan.
" Kak, sepertinya dimanapun kau berada pasti banyak punya fans dan pengagum rahasia."
" Ya mau bagaimana lagi sayang, suamimu ini paket komplit."
" Dan aku beruntung menjadi istrimu kak."
" Bukan kamu tapi aku yang sangat beruntung menjadi suami dari istri sepertimu Yura."
Mereka berdua pun saling memuji satu sama lain, dan tidak terasa mereka akhirnya tiba di kantin umum yang areanya sangat luas, bahkan bisa menampung 6 fakultas.
" Ra, ayo kesini !" teriak Kinara.
Mendengar teriakan sang kakak ipar. Yura dan Erlangga pun bergabung dengan teman-temannya.
" Apa kalian sudah pesan?"
" Sudah kak, masih dipesankan oleh Kak Hendra", jawab Diah.
" Sayang kamu mau pesan apa, biar kakak pesankan sekarang !"
" Aku mau jus tomat, nasi goreng, roti bakar, kwetiau kuah sama ikan bakar yang ", jawab Yura dengan penuh senyuman.
" Baiklah, kamu tunggu disini ya !"
" Gila lo Ra, beneran lo bisa habisin semuanya ?" ucap Mila.
" Tentu saja, kalaupun sisa tinggal dimakan nanti sama Kak Erlangga."
" Luar biasa memang Yura, hehehe."
" Tolong kalian maklumi lah, jangan lupa Yura lagi hamil, hal seperti ini sering dialami oleh ibu hamil, seperti porsi makan bertambah, muntah mual, bahkan sensitif."
" Ternyata Kak Kinara sampai mempelajari hal sedetail itu ya?"
" Tentu saja harus tau, siapa tau nanti aku diberikan kepercayaan sama Tuhan agar bisa cepat hamil."
" Lebih baik kalian makan dulu, bukannya nanti ada 1 mata kuliah lagi sebelum kalian pulang ?"
" Kak Malik ternyata tau ya jadwal kita?" ujar Diah.
" Taukah, aku kan pacarnya Mila."
__ADS_1
Saat mereka semua sedang asyik makan, dari arah sudut belakang ternyata disana ada Nolan yang juga makan bersama Meta.
" Kau lihat itu, ternyata rencanamu kemarin itu gagal total, harusnya aku siapkan saja plan B ."
" Kau jangan banyak berkomentar, memangnya rencanamu akan lebih berhasil dari rencanaku sebelumnya?"
" Tentu saja, aku tidak akan membiarkan mereka berdua hidup bahagia. Karena Yura adalah milik Nolan."
" Dan kau juga harus ingat, bahwa Erlangga jadi milikku."
Setelah jam istirahat selesai, mereka pun balik ke kelas di fakultas masing-masing.
Saat Erlangga sedang mengantar istrinya sampai ke dalam kelas. Banyak pasang mata yang penasaran tentang hubungan Yura dan Erlangga.
Hingga datanglah Ishi yang akan duduk menemani Yura.
" Baiklah sayang, aku pergi dulu. Nanti akan aku jemput jika kau akan pulang !"
" Iya kak."
" Ra, itu bukannya Ketua BEM ?" tanya Fikri.
" Iya Fik, dia pacar gue."
Jedar ...
Pupus sudah harapan teman cowok Yura mendengar kalimat yang diucapkan oleh Yura tadi.
" Oh pantesan kalian sangat akrab."
" Apa nona mengidam lagi?"
" Tidak, mungkin nanti jika aku sangat mengidam pasti aku akan memberitahu mu !"
" Baik nona."
Sore harinya di keluarga Pradipta. Disana sang tuan rumah sedang menunggu tamu spesial mereka. Siapa lagi kalau bukan keluarga Bramasta.
" Sayang kau masak banyak hari ini?" tanya Ayah Kevin.
" Tentu saja, hari ini kita kan bertemu Yura, dan menantu beserta besan."
Ting tong ting tong.
" Bik, tolong buka pintunya pasti itu Yura !"
" Baik nyonya besar."
Dengan hebohnya Bunda Anisa memeluk Ibu Hani.
" Han ... Akhirnya kita akan punya cucu !"
" Cucu? Dari siapa?"
" Tentu saja dari Erlangga dan Yura."
" Ya Tuhan, selamat ya nak."
__ADS_1
" Makasih ya Bu."
" Mari silahkan kalian ikut makan bersama, sekalian kita membahas tentang kehamilan Yura."
Setibanya di ruang makan. Yura dengan lahapnya memakan segala makanannya di meja, bahkan ada menu yang ingin dia makan lagi.
" Nak pelan-pelan saja, kalau kau suka Ibu punya stok banyak di dapur."
" Ibu memang the best."
Sedangkan Rangga, sangat senang menerima suapan dari sang istri. Bahkan ia lupa tadi di kantor sempat emosi karena ada bawahan yang terbukti korupsi.
" Begini Vin, tentang kehamilan Yura kita akan mendapatkan cucu kembar."
" Selamat nak, pokoknya kamu harus jaga kesehatan ya, jangan terlalu merepotkan suami dan mertuamu jika kau mengidam."
" Tentu ayah, aku bisa mandiri apalagi sudah dilatih beberapa jenis pertahanan yang sudah aku kuasai, jika mengidam ku bisa aku lakukan sendiri jika tidak ya suamiku selalu siap siaga 24 jam mengabulkannya."
Ketika tiba di dalam kamar, Rangga pun mengungkung Kinara. Setelah 7 hari , ia harus puasa tidak memasuki milik istrinya.
" Apa hari ini boleh sayang?"
" Tentu yang, aku tau kau sudah sangat tersiksa."
" Kau bagaikan candu buatku sayang."
Dengan lembut dan perlahan. Rangga pun melakukan rangsangan ke titik sensitif istrinya. Bahkan dengan sekejap saja suara d****** kian terpaut dari dalam kamar.
Bahkan suhu AC pun tidak bisa membendung aura panas yang menjalar di sekujur tubuh pasangan suami istri tersebut.
" Ah ... ah ... sayang faster !"
Dengan sekali hentakan, akhirnya penyatuan mereka berhasil. D****** dan d****** meliputi malam panas mereka. Bahkan sudah beberapa kali Kinara dan Rangga melakukan kegiatan panas mereka. Hingga segala sudut di kamar menjadi spot yang bisa dijadikan tempat untuk menyalurkan adegan panas mereka.
SKIP.
Hingga tengah malam akhirnya, kegiatan panas itu berakhir dengan Rangga yang memeluk erat sang istri dan menutupi tubuh mereka dengan selimut.
Sementara itu, Erlangga sedang m****** Yura di sudut sofa kamar mereka. Bahkan dress yang dikenakan oleh Yura, telah robek oleh tenaga besar Erlangga.
" Hati-hati sayang."
" Tentu, sekarang kau yang memimpin diatas sedangkan aku dibawah."
Dengan bimbingan sang suami, Yura pun membuat Erlangga kalang kabut. Sungguh semakin hari Erlangga tak bisa berpaling dari sang istri. Sejak Yura hamil, biarpun intensitas kegiatan ranjang mereka jarang tapi hal itu tak serta merta membuat gejolak hasrat itu padam. Bahkan akan kian membara jika sudah memasuki sarang ratunya.
" Ahh ... kak ahh !"
" Bersama-sama sayang hmmm ..."
Entah berapa gaya dan ronde mereka lalui. Hingga Yura pun tertidur di pelukan Erlangga.
" Sayang kalian jangan nakal ya diperut bunda ! Daddy akan selalu menjaga kalian dan bunda, cup."
" Hingga kalian lahir ke dunia."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1