
Malam ini Yura sedang membantu Erlangga berkemas memasukan barang yang di butuhkan oleh suaminya selama ke luar kota.
" Apa yang kakak perlukan lagi?"
" Itu sudah cukup sayang, ayo kita tidur ! Besok aku akan berangkat dengan jet pribadi ."
" Baiklah, tapi kak tolong urut kakiku ya sepertinya semakin membengkak akhir-akhir ini ", keluh Yura.
" Tanpa kau suruh pun aku akan membantumu untuk meredakan sedikit rasa pegal di kakimu."
Saat ini Yura sedang diurut oleh Erlangga sambil rebahan di atas ranjang kamar mereka. Sambil mengurut kaki yang bengkak. Erlangga banyak sekali memberi istrinya wejangan selama ia tidak berada disisi sang istri.
" Oh iya besok, sehabis mengantarkan aku ke bandara. Bunda yang akan menjemputmu di kampus ya sayang."
" Iya kak."
Cup.
" Selamat tidur yang mimpi indah."
" Kakak peluk !"
" Tentu, mendekat lah ke dalam pelukanku ."
Pagi harinya di kediaman Pradipta. Terdengar tangisan Kinara yang tidak mau ditinggal oleh suaminya, saat Yura dan Erlangga akan pergi sarapan.
" Loh ... kakak ipar kenapa?"
" Lihat Ra, Kak Rangga nggak mau mengajakku ke kantor, pasti karena ada ulat bulu itu disana !"
" Sayang, aku sudah bilang apa yang kamu lihat kemarin itu tidaklah benar. Dia adalah klienku kemarin dia nggak sengaja terjatuh saat hendak jalan lewati tangga."
" Pokoknya aku mau ikut, titik !"
" Iya ya kamu ikut hmmm ... sudah jangan menangis lagi, kasian baby . Ayo kita sarapan bersama yang lain !"
Setelah selesai sarapan bersama, Yura tentu saja mengantar sang suami ke bandara. Sebelum kuliah. Sedangkan Kinara bagaikan perangko yang lengket sama Rangga.
Sesampainya di bandara. Erlangga pun memeluk sang istri dan memerintahkan para pengawal dan bodyguard istrinya untuk menjaga sang istri dengan ekstra ketat selama ia masih ada urusan di luar negeri.
" Ingat ya sayang, patuhi semua yang aku katakan tadi, kalau ada apa-apa segera telpon aku !"
" Iya yang."
Setelah Erlangga pergi. Yura pun diantar oleh sopir dan pengawal ya ke kampus.
__ADS_1
Sesampainya di kampus. Yura seperti biasa masuk ke kelas dan nunggu waktu istirahat saja biar bisa bertemu dengan Mila dan Diah.
Sedangkan di jurusan kedokteran kini, dihebohkan dengan kehadiran seorang Sisil yang baru saja balik dari luar negeri setelah selesai melakukan kegiatan pertukaran pelajar di Swiss.
" Hey Sil, primadona jurusan kedokteran. Akhirnya lo kembali lagi ke kampus ini."
" Mau bagaimana lagi, mumpung ada kesempatan bisa belajar disana. By the way selama gue pergi ada kabar terbaru kah ?"
" Tentu saja ada, tuh Ketua BEM idola lo itu sudah punya istri bahkan bentar lagi akan punya anak."
" Apa? Serius really ?"
" Mending lo ikut gue sekarang ke kampus, akan gue kasih tau siapa istri dari Erlangga Bramasta."
" Gue penasaran seberapa cantik istrinya daripada gue !"
Sedangkan di kantin bumil lagi asyik menyantap makanan dan minuman yang ia pesan. Bahkan Mila dan Diah sampai menganga melihat betapa cepatnya Yura menghabiskan makanannya.
Tidak lupa, pengawal yang menjaga nyonya mudanya mengirimkan seluruh agenda nyonyanya kepada tuan mudanya.
Bahkan Erlangga tiap 1 jam menelepon sang istri. Betapa bucin dan posesifnya Erlangga. Tidak mau sedetikpun tanpa mendengar suara sang istri bahkan kini mereka cukup berjarak hanya beda kota.
"Wah ini sungguh rekor baru lo Ra?"
" Apa maksud lo Mila?"
" Hehehe ... Yah maklum gue bawa 2 baby sekaligus dalam perut jadi makan pun harus kelipatan 3."
Kali ini Sisil dan Manda sudah sampai di kantin, mereka sedang mencari keberadaan Yura.
" Nah coba lo lihat ke arah sana Sil, ada seorang wanita yang sedang hamil lagi makan sama dia temannya!" tunjuk Manda.
" Gue penasaran sama pilihannya ketua BEM , ayo Manda kita lewat kesana !"
Saat Sisil dan Manda berjalan ke arah dimana Yura duduk bersama kedua temannya. Sisil sengaja menumpahkan minuman yang tadi ia bawa ke kepala Yura.
" Oops ... sorry ya gue nggak sengaja, tadi kaki gue kesandung ."
Seketika mood Yura berantakan, bagaimana tidak hampir dari kepala sampai dress nya basah. Yura yakin ini hal yang disengaja oleh pelaku, karena nggak ada batu atau kaki orang lain yang menghambat jalan orang di dekat Yura. Yura pun masih menunduk dan mengambil tisu di atas meja sedangkan Mila membantu temannya itu untuk membersihkan sisa minuman.
" Hey kak, lo apakan teman gue hah ", marah Diah sampai mengebrak meja.
" Maksud lo nuduh gue gitu? Kan tadi gue sudah bilang , gue nggak sengaja kesandung jadi minuman gue tumpah kena dia."
" Alasan basi, gue lihat kok tadi pas gue mau balik habis bayar makanan, lo sengaja bangat menumpahkan minuman itu ."
__ADS_1
" Lo jangan asal nuduh gue gitu dong?"
" Kakak pikir gue bohong, gue punya buktinya kok."
Mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kantin seketika berbisik dan menjadi penonton pertengkaran tersebut.
Sedangkan para pengawal yang menyamar menjadi mahasiswa kampus disana, segera membawa baju ganti bagi nyonya muda mereka.
Yura pun bangkit dari duduknya dibantu oleh Mila.
Plak.
Tangan lembut Yura langsung menampar pipi Sisil dengan cepat tanpa sempat Sisil menghindar.
" Auw ... " pekik Sisil sambil memegang pipinya yang memerah.
Sedangkan Manda yang melihatnya pun sampai terkejut.
" Sepertinya kakak senior salah mencari musuh. Besok-besok kalau mau mencari musuh lihat dulu, jangan sampai kau menyesal seumur hidupmu. Kali ini , gue nggak memperpanjang urusannya. Anggap saja tamparan tersebut impas karena kakak sudah menumpahkan minuman ini ke kepalaku."
Yura kemudian berbisik di telinga Sisil, " Jangan pikir gue akan bisa membalas apa yang kakak perbuat", setelah itu Yura pun meninggalkan Sisil dan Manda di kantin, bersama Diah dan Mila.
Mila dan Diah pun mengantarkan Yura ke dalam toilet untuk mengganti dress Yura yang sudah basah. Sedangkan para bodyguard berjaga di luar toilet.
Setelah Yura keluar dengan dress baru serta rambut yang sudah rapi. Ia pun mendapatkan informasi kalau senior yang mengganggunya tadi adalah fans berat Erlangga di jurusan kedokteran bernama Sisil. Dimana Sisil baru saja selesai melakukan pertukaran pelajar.
" Awasi wanita itu !"
" Siap nyonya muda."
" Apa lo baik-baik saja Ra?" tanya Mila yang berjalan beriringan dengan Yura dan Diah.
" Seperti yang kalian lihat kondisiku baik kok, sebentar lagi bunda akan menjemput gur. Apa kalian mau ikut?"
" Yah ... Kenapa lo baru bilang? Maaf gue nggak bisa ikut hari ini harus nemenin Kak Malik kondangan.
" Gue juga sama Ra, nanti nenek gue mau datang jadi ya mau kumpul keluarga", jawab Diah.
Ya sudah kalau begitu, ini gue sudah ditelpon sama Bunda, dah ... sampai jumpa besok !"
" Iya."
Saat Yura akan menghampiri Bunda Anisa, tinggal menuruni anak tangga saja. Dari arah berlawanan ada lelaki yang memakai masker yang berlarian di tangga dan menabrak Yura.
Yura yang ditabrak pun hilang keseimbangan hingga terjatuh di bawah lantai
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...