Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 55


__ADS_3

Saat tiba di kediaman Bramasta. Yura keluar dari dalam mobil masih digendong oleh Erlangga. Sampai tiba di rumah pun ia tidak tau. Karena Yura sudah tertidur.


Di depan pintu rumah, Bunda Anisa dan Daddy Alex sedang menunggu kepulangan ank dan menantunya.


" Ya ampun menantu bunda kenapa bisa seperti ini , Erlangga? Apa yang terjadi ?"


" Bunda bersabarlah, kita masuk dulu ! Kasian Yura !"


Erlangga pun masuk ke dalam rumah masih menggendong istrinya dan langsung menuju ke kamar mereka di lantai atas.


" Setelah Yura kau antar ke kamar, segera temui kami di ruang tamu !" titah Daddy Alex.


" Baik Dad."


Dengan perlahan, Erlangga menaruh Yura di atas kasur dan tidak lupa mengecup kening istrinya.


" Sayang Kakak tinggal sebentar dulu ke bawah ya ", ucap Erlangga walau Yura masih tertidur dengan lelap.


Sementara itu kegiatan perkemahan dilanjutkan kembali, banyak kegiatan yang mereka lakukan diantaranya : pembuatan api unggun, tracking, memancing, perta barbeque dan permainan game seru.


" Apa kau mau makan nak? Lihatlah mukamu masih kusut dan berantakan ?"


" Nanti saja aku makan Bun, bersama Yura."


" Coba kamu jelaskan kepada kami, apa yang terjadi dengan Yura di perkemahan."


" Saat sekolah Yura mengadakan kegiatan mencari jejak di hutan, kelompok Yura mendengar ada banyak langkah kaki dan suara yang menyeramkan di dalam hutan. Hingga mereka semua panik dan berlari. Akibatnya Yura berpisah dengan yang lainnya. Saat Ishi yang aku tugaskan mengawal Yura menemukannya."


"Tapi mereka dihadang oleh 5 orang berpakaian serba hitam. Untuk menyelamatkan Yura, Ia bertarung melawan 5 orang tersebut sedangkan Yura berlari meminta pertolongan. Naas saat berlari kaki Yura tergelincir jatuh ke pinggiran sungai untungnya Yura segera berpegangan di batang pohon di pinggiran sungai ", jelas Erlangga.


" Apa kau sudah mengintrogasi penjahatnya?"


" Terlambat Dad, biarpun kita menang lawan mereka tapi mereka dengan cepat meminum racun."


Brak.


Meja ruang tamu pun di gebrak oleh Daddy Alex yang sedang menyalurkan emosinya.


" Dad, tenanglah ! Kita harus cermat dan teliti jangan gegabah bertindak."


" Ya Dad, aku sependapat dengan Bunda, dari awal sejak kami tiba di perkemahan. Aku sudah menaruh beberapa pengawal disana. Jadi untung aku bisa menghalangi mereka sebelum menemukan Yura."


" Apa kau sudah menyelidiki siapa kira-kira dalang dari kasus ini? Apa masih orang yang sama yang dulu mencelakai keluarga kita? Atau ada musuh lain yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk membuat kita celaka !"


" Menurut aku sih, ada musuh baru yang mungkin menjadi sekutu dia Bun."


" Daddy juga setuju dengan Erlangga, Kalau dia sampai sekarang masih bersembunyi dan tidak ada pergerakan sama sekali, kalau ada pasti Daddy tidak akan tinggal diam. Detik ini juga Daddy pasti akan menghancurkan mereka sampai ke akarnya."


" Sebaiknya kita makan malam dulu ! Mengenai pembicaraan ini kita lanjutkan nanti."


" Lebih baik kamu bangunkan Yura nak, kalian mandi air hangat saja setelah itu bergabunglah dengan kami di ruang makan !"

__ADS_1


" Baik Dad "


Erlangga pun meninggalkan Daddy dan Bundanya lalu menghampiri sang istri yang masih tertidur di kamar.


" Sayang, bangunlah ", ucap Erlangga sambil menyingkirkan helaian rambut yang menutupi muka Yura.


" Hmmm ... Kak aku dimana?"


" Dasar kau ini", ujar Erlangga sambil menyentil kening Yura.


" Aw ... sakit Kak, kok aku disentil sih !"


" Habis tidurmu nyenyak sekali yang, lagi mimpiin aku ya ?"


Yura pun membuang mukanya kesamping. " Nggak ada tuh ."


" Hai kenapa buang muka kamu malu ya yang ?"


" Nggak, cuma sebal saja sama Kakak yang suka godain aku."


" Sayang ... Sayang."


" Apa?"


" Hahaha ... jangan lama-lama marahnya sama aku !"


Saat Yura menoleh ke arah Erlangga. Detik itu juga dimanfaatkan oleh Erlangga untuk memberikan ciuman yang menuntut dan lembut kepada Yura.


" Nikmati saja yang, kau diam saja biarkan aku yang memimpin !"


Mau menggoda sedikit sang istri, tapi malah membuat Erlangga jadi kelepasan dan kegiatan panas pun tidak bisa terelakkan.


" Faster ... yang ahh ... aku mau keluar ."


" Bersabarlah kita keluar bersama hmmm ..., kau selalu menjadi candu untuk ku, ahh ...!"


Byur.


Mereka berdua pun menyatu tanpa henti bahkan, sakit akibat luka terjatuh tidak lagi dirasakan oleh Yura. Tapi rasa penuh nikmat dan sensasi yang luar biasa melebur didalam.


" Aku harap di dalam rahim mu segera tumbuh anak kita yang ", ucap Erlangga di dalam hati sambil mengelus perut Yura dan masih saja memompa istrinya hingga lemas.


" Dad kok Erlangga dan Yura belum turun ?"


" Sepertinya mereka kelelahan Bun, lebih baik kita berdua pergi tidur. Kalau mereka lapar pasti mereka akan turun untuk makan !"


" Baiklah, ayo kita ke kamar !"


Saat tengah malam , entah kapan ia tertidur sehabis kegiatan panas di ranjang. Yura pun terbangun dan menatap sang suaminya yang masih tertidur disampingnya. Bahkan tubuh mereka masih polos tertutupi oleh selimut.


" Kak ... kak ayo bangun aku lapar !" rengek Yura.

__ADS_1


" Hmmm ... sudah jam berapa ?"


" Jam 24.00 malam Kak."


" Ya sudah kita berendam air panas dulu, baru kita makan "


Dengan membalikkan tubuh Yura ke atas tubuhnya. Erlangga kemudian menggendong Yura seperti koala menuju kamar mandi.


Di dalam sana saat mereka berdua berendam sungguh membuat tubuh yang tadi lemas terasa segar. Tidak lupa Erlangga membantu Yura agar luka yang diperban tidak terkena air.


" Ayo kita makan, tidak baik terlalu lama berendam sayang !"


" Iya kak."


Setelah mandi mereka pun memakai baju yang ada di walk in closed kamarnya. Hingga mereka berdua makan di dapur.


" Masakanmu sangat enak yang ."


" Makasih Kak ."


" Ayo kita balik ke kamar masih ada waktu 6 jam lagi sebelum pagi menjelang, biarkan saja pelayan yang mencuci piring bekas makan kita !"


" Tapi Kak ..."


" Jangan membantah sayang, kondisimu belum sembuh total, jadi kau harus istirahat !"


Sedangkan di perkemahan.


Diah dan Mila baru saja selesai mengikuti acara api unggun, dimana mereka sempat bernyanyi bersama untuk memeriahkan acara.


" Gila gue capek banget Mila ."


" Lo kira gue nggak capek apa? Gue juga sama capek to the full ."


" Ayo kita tidur, besok kan kita sudah balik pulang !"


" Hmmm ..." sambil mengangguk mengiyakan.


Keesokan paginya, para siswa dan siswi SMA Tunas Bangsa saling bahu membahu, melepas tenda dan menyiapkan perlengkapan mereka sebelum pulang.


" Apa semua suda beres Diah ?"


" Sudah, tinggal ngambil handuk aja nih diluar ."


" Untung lo bilang, kalau nggak gue pasti lupa."


"Perhatian kepada semua siswa dan siswi SMA Tunas Bangsa agar berkumpul di tengah lapangan, kita akan segera menuju bus untuk pulang !"


"Cepat-cepat !" terdengar bisik-bisik siswi lain yang sedang berkemas disamping tenda Diah dan Mila.


Setelah 30 menit, akhirnya mereka semua naik ke dalam bus dan berangkat untuk pulang.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2