Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 67


__ADS_3

Semua keluarga Yura sedang dijamu oleh Tuan dan Nyonya Besar Bramasta di ruang tamu, hingga terdengar bel rumah berbunyi.


" Pasti yang datang itu Yura dan Erlangga", terka Bunda Anisa.


Mereka semua yang berada di ruang tamu pun menunggu orang yang mereka harapkan kehadirannya.


" Aku pulang Bunda ", teriak Yura saat sudah masuk ke dalam rumah.


" Maaf Nona dan Tuan Muda, kalian sudah ditunggu oleh Tuan dan Nyonya Besar di ruang tamu", jawab pelayan yang tadi membukakan pintu.


" Apa mertuaku sudah datang", tanya Erlangga.


" Sudah Tuan Muda."


" Baiklah, silahkan kau pergi ! Kami akan kesana !"


Yura dan Erlangga pun menuju ruang tamu dimana sebelumnya Yura sudah menitipkan belanjaannya ke dapur yang dibawa oleh para pelayan.


" Nah kan benar tebakan Bunda ", ucap Bunda Anisa yang membuat mereka yang ada di ruang tamu seketika menoleh ke arah Yura dan Erlangga.


" Aku kira, Ibu, Ayah dan Kak Rangga serta Kakak ipar belum datang ."


" Baru saja kami datang nak."


" Baiklah aku dan Yura akan ganti baju dulu ke atas, silahkan terlebih dahulu menikmati kudapan dan minumannya !"


" Kak, ternyata rumah mertuanya Yura luas sekali ya", tanya Kinara pada Rangga.


" Kau belum lihat semuanya, nanti Yura pasti akan mengajakmu berkeliling disini."


" Aku tidak sabar menunggu hal itu."


" Ngomong-ngomong Rangga apa istrimu akan kuliah barengan sama Yura ?"


" Iya Daddy, itu lebih baik dan aman menurutku."


" Apa maksudmu, bukankah Kinara seumuran dengan Erlangga?"


" Iya memang, tapi kami berdua sudah membicarakan tentang hal tersebut, sedangkan istriku juga setuju. Jika ia masuk kuliah bersama Yura ."


Tetapi gelagat Rangga sudah sejak awal ditebak oleh Ayah Kevin, bahkan Daddy Alex pun tau bahwa dibalik alasan tersebut ada hal lain yang membuat seorang Rangga Pradipta posesif kepada istrinya.


Setelah 15 menit menunggu, akhirnya Yura dan Erlangga menghampiri keluarga mereka. Pihak laki-laki tentu saja mencari tempat lain buat membahas masalah bisnis dan perihal hal penting lainnya di dekat taman. Sedangkan para wanita mereka sedang berkutat dengan alat memasak di dapur.


" Ra memangnya kamu mau masak apa nak", tanya Ibu Hani.


" Aku cuma memasak masakan yang disukai oleh kedua keluarga kita Bu."


" Sini aku bantu potong dan iris sayurnya dulu !"


" Baiklah Kakak ipar, kau bertugas memotong sayur dan mengirisnya sesuai dengan menu makanan yang akan kita buat."


" Untuk dessert nya biar itu Bunda yang akan buat."

__ADS_1


" Okelah kalau begitu, aku dan Ibu yang akan mengurus ikan, udang, kerang dan daging ayamnya."


Mereka berempat pun kompak di dapur untuk membuat makanan yang sangat disukai oleh kedua keluarga tersebut.


Sedangkan di gazebo taman belakang, para laki-laki sedang membahas hal yang serius selain tentang bisnis. Yaitu tentang orang-orang yang dulu pernah membuat keributan di keluarga mereka. Bahkan kini Daddy Alex mendapatkan informasi bahkan mereka sudah berada di Indonesia.


" Apa kalian mengerti tentang yang Daddy bicarakan?"


" Tentu aku paham tentang hal tersebut Daddy, lagi pula Bunda dan Ibu juga melatih para istri kami."


" Ya itu benar, setidaknya mereka bisa menjaga dan melindungi diri jika mereka sendirian tidak didampingi kita."


" Apa pasukan bawah tanahmu sudah bertindak Erlangga?"


" Sudah, dan itu sudah sejak Yura mendapatkan serangan , aku sudah menggerakkan mereka para pasukan grup Z."


" Alex , aku yakin mereka tidak akan menyangka bahwa keluarga kita bersatu."


" Ayah sementara ini memang terasa aman, tapi kita tidak boleh lengah menghadapi musuh seperti mereka."


" Ayah tau itu Rangga, tapi semaksimal mungkin kita tidak membuat hal yang bisa dicurigai oleh para istri kita."


" Ayah benar, makanya Yura sampai dikawal tapi pengawal yang aku tugaskan juga menyamar."


" Begitu juga Kinara, apapun kegiatannya selama 24 jam aku pasti tau."


" Kakak ipar ternyata kau lebih daripada aku ya?"


" Sudah-sudah, ayo kita memancing. Daddy punya kolam ikan di dekat air mancur disana, setidaknya kita bisa rileks sejenak sebelum jam makan malam !"


" Baiklah, itu tidak buruk sama sekali ! Bagaimana kalau kita saling bersaing, siapa yang mendapatkan ikan paling banyak dia akan mendapatkan hadiah berupa sebuah motor scoopy ", tawar Ayah Kevin.


" Aku yakin Ayah mertua pasti habis mendapatkan keuntungan besar dalam perusahaannya", ujar Erlangga.


" Setidaknya itu pemicu semangat kalian bukan untuk memenangkan pertandingan dadakan ini."


" Kalau kau memberi motor Scoopy, maka aku akan memberikan hadiah menginap selama 1 Minggu di Five Seasons Hotel."


" Ayah dan Daddy ini bukan pertandingan dengan banyak orang, kenapa kalian bersaing sih", sela Erlangga.


" Sekalian saja kita panggil 5 pengawal di masing-masing keluarga buat bertanding dalam pertandingan selain memancing ", ucap Erlangga.


" Baiklah Daddy dan Ayah setuju, apa kalian tidak memberi hadiah dalam pertandingan ini juga ?"


" Aku memberikan tiket liburan ke Jepang", jawab Erlangga.


" Kalau aku memberikan sepeda listrik saja", jawab Rangga.


" Baiklah, panggil pengawal kita akan segera bertanding sebelum makan malam !"


Para pelayan pun memberikan semangat, hingga pertandingan tersebut di dengar oleh para wanita yang sejak tadi berkutat di dapur.


" Gila, suami aku hadiahnya ke Jepang."

__ADS_1


" Daddy juga nggak main-main dikasih tiket menginap lagi."


" Motor dan sepeda listrik juga menjadi hadiahnya", ujar Kinara.


" Sebaiknya kita cepat menyelesaikan masakan untuk makan malam, hingga nanti kita bisa ikut untuk meraih hadiahnya, bagaimana?" tawar Ibu Hani.


" Kami setuju."


Keseruan pun berlanjut di lapangan basket.


" Tuan Muda Erlangga, semangat !"


" Tuan Muda Rangga, ayo-ayo!"


Pertandingan basket pun saling kejar mengejar skor.


Sementara itu para tuan besar sedang berlomba memancing di kolam.


Dan pengawal mereka sedang bertanding kendo dan menembak.


Akhirnya masakan untuk makan malam keluarga pun selesai. Yura, Kinara, Ibu Hani dan Bunda Anisa segera menyusul ke taman dimana pertandingan telah dimulai.


" Sayang semangat", ucap Yura dipinggir lapangan basket.


Melihat adik iparnya memberikan semangat pada suaminya. Tentu saja Kinara tidak mau kalah.


" Sayang, kalau kau menang aku akan kasih hadiah ", teriak Kinara kepada Rangga.


Tentu saja teriakan sang istri membuat Rangga 100 kali lebih bersemangat apalagi ada imingan hadiah. Menurutnya hadiah yang diberikan oleh Kinara adalah hadiah berupa malam pertama mereka. Apalagi baru kali ini, Kinara memanggil Rangga dengan sebutan sayang.


Sedangkan dibenak Kinara, hal yang dimaksud dengan hadiah hanya berupa masakan yang dibuat darinya untuk sang suami.


Dan akhirnya yang memenangkan pertandingan basket adalah Rangga. Seketika Kinara lari ke arah lapangan dan memeluk suaminya.


Sedangkan Yura, hanya tersenyum dan membawakan minuman dan handuk buat suaminya.


" Apa Kakak tadi mengalah pada Kak Rangga?"


" Menurutmu?"


" Kebiasaan deh, kalau aku bertanya kau juga bertanya balik", sindir Yura.


" Hahaha ... kau benar aku tadi mengalah sama Kakak ipar, biar dia mendapatkan hadiah dari istrinya."


" Sayang."


" Apa hmmm ...?"


" Mau peluk."


" Jangankan pelukan kau harus mendapatkan hukuman nantinya !"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2