Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 73


__ADS_3

" Lo nya aja sih dari tadi fokus memandang ke depan, sampai kaget terlalu lebay."


" Kecilkan suara kalian ! Jangan buat kita malu."


" Sudahlah Erlangga, kayak nggak tau bagaimana sikap Hendra saja."


Setelah menerima tanda kelulusan dan berfoto bersama dengan para guru, teman seangkatan, juga dengan kepala sekolah.


Sekarang gantian Yura berfoto bersama keluarganya dan keluarga Erlangga. Tentu yang terakhir berfoto berdua dengan sang suami.


" Coba kau duduk dulu yang, dari tadi aku lihat kau tidak nyaman pakai high heels ini."


" Hehehe ... Kakak selalu peka ya."


" Bukan begitu, tapi aku berusaha bisa memahami apa yang istriku rasakan, seperti dalam hal kecil pakai high heels seperti ini."


" Terima kasih ya sayang", balas Yura sambil tersenyum.


" Sama-sama my wife."


" Iya Kak, aku nggak nyaman pakainya habis tadi takut jatuh."


" Kalau begitu ,kamu lepaskan saja! Biar nanti aku suruh pengawal mencari flat shoes yang sesuai denganmu."


" Apa kalian berdua sudah selesai dipojokkan sana dari tadi?" tanya Hendra dengan entengnya, yang datang bersama Diah, dan juga pasangan Malik dan Mila.


" Kenapa kamu dik?" tanya Rangga yang datang menyusul dari belakang.


" Nggak terbiasa pakai high heels Kak, makanya Yura aku suruh melepaskannya !"


" Mobil sudah bersiap di depan, kata Bunda kita sekarang harus berangkat ke hotel."


" Ngapain ke hotel?" tanya Yura dan Erlangga bersamaan.


" Aku juga nggak tau, coba saja kalian yang tanya sama Bunda."


" Kakak memang tidak bisa aku harapkan."


" Sudahlah ikuti saja kami, kamu nggak keberatan menggendong Yura seperti itu?"


" Tidak Kak, hitung-hitung buat persiapan nanti jika dia akan melahirkan."


" Astaga, sejak kapan kau juga terpengaruh oleh Yura?"


" Sejak aku jatuh cinta dengannya dari kecil."


" Berasa kami yang dibelakang kalian seperti nyamuk."

__ADS_1


" Hehehe ... sorry bro kita nggak bermaksud tidak menanggapi kalian. Apa kalian mau ikut juga bersama kami atau kalian ada acara lain dengan keluarga setelah acara kelulusan?" tanya Erlangga.


" Iya, Kak aku dan Malik ada acara lain dengan keluarga kami."


" Aku juga sama, maaf ya Yura."


" Kenapa kau meminta maaf padaku, santai sajalah Diah. Lain kali kita bisa berkumpul bersama."


" Baiklah, kita pulang duluan sampai jumpa."


Mereka pun berpisah di depan pintu keluar Aula SMA Tunas Bangsa.


Setelah Yura dan rombongan keluarganya memasuki mobil. Iringan mobil tersebut menuju ke Hotel Sky. Dimana hotel tersebut adalah salah satu hotel yang dikelola oleh keluarga besar Bramasta.


Para pegawai dan kepala staf hotel, sudah berbaris di depan untuk menyambut kehadiran sang pemilik hotel beserta keluarganya.


" Pak Darma, apa persiapannya sudah siap", tanya Daddy Alex.


" Sudah Tuan Besar, silahkan ikuti saya ke VIP Ballroom.


Saat memasuki VIP Ballroom tersebut, decak kagum sangat terlihat dari Yura, Kinara dan para suami mereka. Karena semua ini disiapkan oleh para orang tua dan mertuanya. Dan tidak ada satu pun dari mereka yang memberi bocoran.


" Nah kalian semua, silahkan duduk di tempat yang sudah di sediakan."


" Baiklah, Ayah ambil alih sebentar."


" Ayah", ujar Yura yang terharu dengan pesta kecil ini.


" Ibu juga sama seperti ayah, putri Ibu sudah dewasa, sudah menikah pula. Ibu hanya berharap yang terbaik untuk Yura."


" Daddy dan Bunda juga mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-17 tahun nak, semoga panjang umur, sehat dan bahagia selalu nak. Nah ini ada hadiah dari kami untuk kelulusanmu."


Hadiah yang disiapkan oleh Bunda Anisa dan Daddy Alex pun dibawa oleh seorang pelayan. Tidak lupa juga hadiah dari Ibu Hani dan Ayah Kevin.


" Tunggu dulu, sebaiknya sekarang istriku yang cantik ini segera meniup lilin ulang tahunnya dan potong kue!"


Yura pun berdoa dihadapan kue ulang tahunnya.


" Tuhan, semoga aku diberi umur panjang, bisa menjadi istri yang baik buat suamiku, hingga kami menua bersama, segala cita-cita tercapai dan bisa menjadi anak yang membanggakan orang tua serta keluarga, amin !"


Hush ... Hush ... Hush.


Tepuk tangan meriah mengiringi serangkaian pesta kecil tersebut.


" Yura, ini hadiah dari ku dan Kak Rangga" , ucap Kinara.


" Terima kasih banyak Kak."

__ADS_1


" Sayang apa kau lelah?" tanya Rangga kepada Kinara.


" Tidak Kak, tapi aku senang bisa menghadiri ulang tahun Yura. Sudah lama sekali aku tidak pernah menghadiri pesta kecil tapi mewah seperti keluarga kita."


" Jika kau dulu, jarang hadir dan merayakan hal seperti ini. Kini hal seperti ini akan sering kau dapat. Kau tidak lupa kan suamimu siapa ?"


Plak. " Tentu saja aku tidak akan lupa, suamiku bisa melakukan hal apapun termasuk mengadakan pesta seperti ini."


" Sayang, aku berharap senyuman mu tidak akan pernah pudar. Kau tidak sendirian sekarang, ada aku dan keluarga yang selalu ada buatmu." Cup.


Setelah acara selesai dengan ditutup oleh makan malam bersama, tidak lupa semua pengawal dan pegawai hotel mereka mendapatkan hadiah dan bingkisan dari perayaan tersebut.


Sungguh sangat royal dan berjiwa besar sekali Keluarga Bramasta, hingga tak heran jika kekayaan mereka tiap hari bertambah dan menjadi keluarga terpandang.


Bahkan kebaikan mereka pun disegani oleh para bawahannya. Makanya ada para bawahan yang siap mati untuk melindungi Keluarga Bramasta dari para musuh. Itu semua berasal dari diri para bawahan sendiri yang sangat berterima kasih atas jasa dari Keluarga Bramasta. Sungguh pengabdian yang sejati.


Keluarga Pradipta dan Bramasta pun pulang ke kediamannya masing-masing.


1 bulan berlalu, sekarang Yura sedang bersiap dengan peralatan OSPEKnya di Universitas Y.


Dia melanjutkan kuliah ditempat sang suami, bersama dengan kakak iparnya Kinara serta ke dua temannya Mila dan Diah.


Yura memilih jurusan kedokteran sedangkan Kinara memilih jurusan management bisnis. Sedangkan Mila memilih jurusan Gizi, dan Diah memilih jurusan seni budaya.


" Apa semua perlengkapannya sudah siap sayang?"


" Iya, tinggal topi pintanya belum masuk ke dalam tas."


" Nanti disana kalau ada yang menjahili mu, segera kasih tau aku, kau mengerti !"


" Siap Kak."


" Ayo kita ke bawah untuk sarapan, nanti juga kita sekalian menjemput kakak ipar. Karena tadi Rangga meneleponku dia sekarang ada tugas ke Semarang !"


Sementara itu, Rangga sebenarnya tidak mau meninggalkan sang istri biarpun ada kedua orang tuanya. Tapi tetap saja dia was-was jika tidak bersama Kinara, apalagi hari ini adalah hari pertama dia ospek. Sungguh membuat Rangga galau.


Tapi, untungnya Kinara tidak manja, dia adalah wanita yang bisa mandiri. Dan semua perlengkapan ospeknya sudah sejak kemarin dipersiapkan oleh Rangga.


" Ingat ya sayang, nanti di kampus jangan dekat sama pria lain, harus jaga hati. Dan juga kalau ada apa-apa segera hubungi aku. Kau mengerti !"


" Tentu sayang, ini sudah lebih dari 50 kali kau berkata seperti itu."


" Sini peluk dulu, nanti yang mengantar kamu ke kampus Erlangga dan Yura."


Kinara pun memeluk Rangga, dan tak lupa Rangga memberikan kecupan penuh cinta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2