Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 96


__ADS_3

"Terima ... terima ... terima !" teriak tamu undangan memberikan semangat pada Mila agar menjawab dan menerima lamaran menikah dari Malik.


Dengan menutup mata dan berdoa di dalam hati. Mila pun memberi jawaban akhir.


" Aku bersedia menikah denganmu ", ucap Mila dengan lantang.


Tentu saja Malik yang masih berada di atas panggung mini dimana ia tadi sempat bernyanyi, langsung berlari ke arah Mila dan memeluk erat tunangannya.


" Terima kasih sayang ."


Binar kebahagian tak hanya terpancar dari pasangan Hendra - Diah dan Malik - Mila juga terpancar dari para orang tua mereka.


Sedangkan dua bumil yang melihat teman mereka akhirnya akan segera menyusul ke pelaminan. Sungguh ikut berbahagia dan terharu. Bahkan kedua suami mereka yang dari awal acara tidak melepaskan pegangannya dari sang istri tercinta, selalu siaga menghadapi hormon bumil tersebut.


Dan benar apa yang Erlangga dan Rangga antisipasi, mereka berdua sigap menyerahkan beberapa lembar tisu untuk menyeka air mata Yura dan Kinara mendengar teman mereka yang akhirnya dilamar sama pasangannya.


Acara selanjutnya pun berlanjut hingga selesai dan para tamu undangan yang hadir, satu per satu meninggalkan tempat acara.


" Selamat ya Kak Hendra dan Diah, semoga nanti acara puncaknya bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan", ucap Yura sekaligus mewakili sang suami yang berada disampingnya.


" Makasih ya kalian sudah bersedia hadir, ingat nanti pas pernikahan ku, tolong hadiahnya yang spesial ", pinta Hendra.


" Kalau itu gampang kak, tinggal minta sama suamiku ini, ya kan sayang !"


" Ya yang."


" Selamat ya kalian berdua, semoga nanti acara nikahnya juga lancar", ucap Rangga dan Kinara.


" Makasih Kak Rangga dan Kinara, pokoknya kalian harus datang dan tentu saja kami menantikan hadiah dari kalian juga", seru Diah.


" Kamu tenang saja Diah, pasti kami akan datang."


Setelah berpamitan kepada Hendra dan Diah. Kini Erlangga dan Yura masuk ke dalam mobil untuk pulang. Para pengawal pun sudah mengikuti mereka dari belakang.


Hingga, saat mobil berhenti di dekat lampu merah di persimpangan jalan. Yura yang sedang membuka kaca mobil, melihat ada banyak pedagang kaki lima yang mangkal di pinggiran taman kota.


Tentu saja, nafsu makan bumil tidak bisa di tunda.


" Kak , kita kesana ya ... aku mau makan dan membeli cemilan!"


Melihat istrinya merajuk dan manja, Erlangga pun tunduk akan kemauan sang istri. Tentu saja sebelum mereka sampai. Tempat tersebut harus sudah aman.

__ADS_1


" Baiklah sayang."


Yura pun langsung memberi hadiah ciuman kepada suaminya tersebut.


Mendapatkan serangan mendadak dari istrinya. Jantung Erlangga pun berdetak dengan cepat bahkan hatinya berbunga-bunga dengan sikap istrinya.


" Tuan muda kita sudah sampai", ucap sang sopir.


Erlangga pun keluar dari dalam mobil, dan menggandeng tangan sang istri tercinta.


Sedangkan para pengawal beberapa ada yang berpencar di area taman dan ada yang bertugas berjaga di sekitar pasangan tersebut.


Yura pun sangat bersemangat mencicipi tiap pedagang makanan yang menurutnya enak.


Sampai akhirnya mereka tiba di pedagang yang menjual nasi goreng dan kwetiau, disana terlihat banyak pasangan baik muda maupun tua, duduk lesehan sambil makan.


" Kak, aku mau duduk lesehan kayak mereka ", tunjuk Yura.


" Sayang, menurutku kita cari yang ada kursi atau tempat duduk yang tinggi sedikit ya, bukannya aku tidak mengijinkan kamu makan lesehan disana. Tapi apa kamu lupa sekarang kamu sedang hamil besar, takutnya pas kamu duduk lesehan jadi tidak nyaman."


Mendengar penjelasan suaminya tersebut. Akhirnya Yura mencari lagi tempat makan lainnya.


Hingga Yura dan Erlangga sampai di kedai yang cukup estetik dari luar. Karena menarik perhatian jadinya kini Yura dan Erlangga sudah masuk ke dalam. Mereka pun memesan beberapa menu makanan dan minuman disana. Bahkan pengawal mereka pun ikut duduk disamping meja pasangan suami istri tersebut.


" Sama aku juga yang, dari tadi kita berjalan-jalan ini yang paling beda dengan pedagang yang lainnya."


" Tapi menu disini lumayan terjangkau kak, aku pengin merasakan apakah makanan disini enak atau tidak sesuai dengan seleraku."


Tidak butuh waktu lama, akhirnya semua pesanan mereka datang. Para pengawal pun bergiliran menikmati makanan mereka.


Sedangkan Yura saat ini tentu saja saling suap menyuapi dengan Erlangga. Sangat romantis.


Tiba-tiba saat sedang menikmati makanan, datanglah seorang pelayan yang membawa gift pasangan serta teh bunga spesial ke meja dimana Yura makan.


" Tuan & nyonya, kedai kami memberikan sepasang gift buat kalian. Karena telah berbelanja di kedai kami dengan jumlah yang banyak. Serta tidak lupa kami memberi free teh bunga. Silahkan !"


" Terima kasih", jawab Yura.


Saat melihat gift yang diberikan, sungguh membuat Yura dan Erlangga merasa dejavu dengan gift tersebut. Gift tersebut adalah cincin dan gelang pasangan, yang entah kenapa setelah Yura dan Erlangga memakainya. Mereka berdua sangat senang dan serasi dengan gift tersebut.


Sementara itu para pengawal mereka juga mendapatkan gift yang berbeda-beda.

__ADS_1


Tanpa mereka ketahui, bahwa pelayan yang tadi membawa gift tersebut kini sudah masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan lonceng harapan.


" Tugasku sudah selesai, semoga kalian berbahagia", sambil menghilang dari kedai tersebut.


Malam semakin larut, kini Yura dan Erlangga sudah sampai di kediaman keluarga Bramasta.


Saat mereka tertidur dan sambil berpelukan di atas ranjang. Ternyata cincin dan gelang tersebut saling bersinar dengan indah.


Kini kehamilan Yura sudah beranjak 8 bulan. Ia sudah mengajukan kegiatan perkuliahan secara online saja dari rumah kepada pihak kampus. Karena nanti setelah lahiran pun ia juga akan cuti kuliah untuk sementara waktu.


Saat ia keluar dari ruangan administrasi di fakultas kedokteran. Yura mendapatkan pesan dari grup chat.


[ Kau dimana Ra ? Kami menunggumu di taman kampus.]


[ Aku baru saja selesai dari ruang administrasi fakultas . ]


[ Segera kesini, kami menunggumu.]


Setelah menutup grup chat nya. Yura pun bergegas ke taman kampus, dimana disana ada Kinara, Mila dan Diah.


" Kak Kinara, menurutmu apa rencana Diah akan berhasil?"


" Berhasil atau nggak, kalau tidak dicoba mana kita tau Mila."


Yura pun datang dan bergabung dengan mereka bertiga.


" Kita mau kemana sih ?" tanya Yura.


" Aku ingin kalian bertiga menangkap ular hijau di kantor Rangga !"


" Ular hijau? Ceritakan padaku kak, apa hal ini berkaitan dengan kecemburuanmu dengan salah satu klien kak Rangga?"


" Iya, wanita ini sangatlah licik, kemarin sore saat aku pergi ke kantor Rangga sepulang kuliah. Kalian tau dia sengaja berpakaian mini dan seksi, bahkan membawa bungkusan makanan yang aku tau itu semua makanan dari restoran."


" Astaga, dia mau menyogok pegawai disana?"


" Sepertinya seperti itu, dari yang aku lihat dia wanita yang sangat berambisi."


" Kakak tenang saja, kami bertiga akan membantu untuk membasmi ular hijau tersebut dari kak Rangga !"


Senyuman penuh dengan rencana pun terbit dari empat wanita tersebut.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2