Benang Merah Takdir

Benang Merah Takdir
Bab 66


__ADS_3

" Jangan kira kau bisa mendekatiku ! Cih ... Hanya dalam mimpimu , walaupun kau itu seorang wanita tapi sayang attitude dan moralnya sangat murahan !" gumam Erlangga dalam hati.


Setelah memberi pantun tersebut, Erlangga pun kembali duduk bersama kelompoknya.


Sedangkan Sinta yang melihat Meta dipermalukan di depan umum, sangat puas dan senang. " Akhirnya ada juga pria yang memberinya pelajaran."


Dan kegiatan OSPEK pada hari itu pun selesai, dan tinggal lagi 2 hari Ospek akan berakhir.


Sementara itu, Hendra pun tak kuasa tertawa sambil memvideokan hal tersebut yang ia kirim ke dalam grup yang di penghuni oleh 3 pasangan tersebut.


Tring .


Terdengar notifikasi dari grup di handphone Diah.


Saat Diah, Mila dan Yura berada di dalam kantin. Mereka pun menonton video yang telah dibuka oleh Diah.


Tentu saja hal itu membuat ketiga wanita cantik tersebut juga ikut tertawa menyaksikannya.


" Suami gue mau diembat sama to senior, hahaha ... yang benar saja. Pasti akan disingkirkan seperti ngusir lalat hinggap di makanan."


" Maklum lah Ra, dia belum tau lo yang jadi pawangnya Kak Erlangga."


" Ia Ra, mungkin kita juga harus tetap waspada punya pacar tampan, nah ... sekarang baru Kak Erlangga ada yang deketin. Apa kabarnya pacar kami Kak Hendra sama Kak Malik? Pasti akan ada saja wanita yang mencari perhatian mereka."


" Diah, coba chat Kak Hendra mereka masih Ospek apa sudah selesai?"


" Oke, ini masih gue ketik pesan buatnya."


Tidak menunggu lama, akhirnya pesan Diah di balas oleh Hendra.


"Sudah selesai kami bertiga sekarang menuju ke mobil."


" Cepat Diah kita video call !"


" Sabar-sabar."


" Tunggu bro pacar kita mau video call !"


" Terima saja bro, kita bicara di dalam mobil lo aja !"


Akhirnya di handphone milik Hendra terpampang lah wajah ketiga pria tersebut, mereka juga menanti wajah ketiga wanita yang menjadi pemilik hati mereka.


" Sayang, good job ", teriak Yura.


" Apanya?"


" Caramu mengusir lalat."


" Oh kalian semua melihatnya?"


" Kami sampai terpingkal-pingkal tadi, itu berkat Kak Hendra yang ngirim di grup."

__ADS_1


" Hehehe ... Ya habisnya laporan harus dikirim sama mereka jadi kalian nggak usah menatap gue kayak begitu bro."


" Jangan kalian kira kami disini nggak tau apapun, jadi akan ada banyak mata yang akan memberi informasi kepada kami, kalau kalian mencoba bermain sama wanita lain di kampus ! Lihat saja tanpa sepengetahuan kalian kami akan kesana !" ancam Mila.


" Slow yang slow, mana mungkin aku tertarik sama wanita lain, hatiku sudah ada kamu."


" Ya sudah kak, kami ambil tas dulu mau pulang."


" Tunggu disekolah ya yang, kami akan menjemput kalian."


Klik.


Pembicaraan mereka di handphone Hendra pun berakhir.


" Sejak kapan Mila ku yang lembut bisa mengancam seperti singa betina?"


" Lo ini memang nggak peka atau gimana sih jadi cowok !" seru Hendra.


" Peka dalam hal apa sih maksud lo?"


" Erlangga , Lo nggak ada pembelaan gitu !"


" Hah ... Maksudnya Hendra sebagai cowok kita haru peka akan kemauan pacar kita Malik, bukan harus menuruti apapun tetapi lebih tepatnya kita bisa saling mengerti, memahami dan melengkapi satu sama lainnya. Jadi kalau cewek kita bicara seperti tadi itu tandanya mereka cemburu. So waspada saja sih !"


" Nah itu tuh maksud gue Malik."


" Oke gue paham, daripada entar Mila ngambek sama gue, itu lebih berat."


" Sampai jumpa besok, dah ", ucap Hendra.


Setelah mereka bertiga berpisah dan menuju mobil masing-masing untuk pulang dan tidak lupa menjemput sang pujaan hati.


Sedangkan Meta yang sangat malu dengan sindiran halus lewat pantun. Ia langsung mengambil tasnya di ruang BEM.


Saat ia akan membuka pintu, ada banyak anggota BEM yang akan masuk, jadinya ia pun sembunyi di balik pintu.


" Gue nggak nyangka kalian lihat si Meta tadi, mau nangkap mangsa junior eh malahan di uat malu di depan semua orang di aula."


" Gue lihat kok, dari pintu masuk aula, hahaha ... Pasti malu banget dia !"


Hahaha.


Tawa mengejek dan menyindir dari beberapa anggota BEM wanita pun terdengar sampai di telinga Meta yang tak sengaja menguping mereka.


" Kurang ajar kalian semua, lihat saja sekarang kalian puas menertawakan ku tapi nanti aku yang akan menertawakan kalian !" marah Meta sambil menatap tajam orang-orang yang membicarakannya dibelakang.


Sedangkan Erlangga yang sedang menuju sekolah istrinya mendapatkan laporan dari para pengawal.


" Baiklah cari tau nama dewan rakyat itu, dan tentu saja asal usul kedua cowok yang membuat istriku ikut campur !"


" Siap laksanakan tuan muda !" ucap pengawal di seberang telpon.

__ADS_1


Dengan penuh senyuman akhirnya Yura menghampiri Erlangga yang sedang menunggu di dalam mobil.


" Sayang, ayo cepat masuk kau lupa entar sore, Ibu, ayah, Rangga dan Kinara akan datang ke rumah sekalian kita akan makan malam bersama !"


" Ya Tuhan, aku lupa Kak. Kalau begitu kita ke supermarket beli beberapa bahan untuk makan malam !"


" Oke."


Saat ini Erlangga sedang menemani Yura pergi berbelanja ke supermarket.


Dimana Erlangga mendorong troli dan Yura yang memilih bahan dan perlengkapan yang mereka butuhkan.


" Sebenarnya kamu mau masak apa sih yang? Coba kau lihat belanjaan mu sudah hampir 2 troli besar ."


" Oh astaga, kenapa Kakak baru bilang sekarang ! Hehehe ... maafnya keasyikan milih tanpa ada yang protes sih ."


" Terus ini semua sudah cukup?"


" Sudah cukup Kak, ayo kita ke kasir !"


Setibanya mereka di kasir, Meta yang juga baru memasuki supermarket tetiba berhenti mendadak saat melihat keberadaan Erlangga dengan seorang wanita.


Meta pun bermaksud menghampiri Erlangga, tapi saat ia akan mendekat dari arah belakang tubuhnya ada banyak ibu-ibu yang mengantri masuk untuk mendapatkan diskonan.


Akibatnya Meta pun terdorong ke depan karena terdesak dan ia kehilangan keberadaan Erlangga.


" Sial, coba saja tadi aku tidak terdorong, mungkin aku bisa mendekati Erlangga ."


Daripada ia pulang tidak membawa pesanan sepupunya. Akhirnya Meta melanjutkan acara belanjaannya.


Sedangkan di kediaman Bramasta, sore ini kedatangan keluarga besar. Yaitu keluarga besar Pradipta.


" Selamat datang kawan rasa besan ", sambut Daddy Alex kepada keluarga Yura.


" Kau ini bisa saja, tidak sekalian kau menyambut kami dengan karpet merah ."


" Kevin kau semakin hari semakin pintar bercanda."


" Bukan bercanda tapi aku hanya memberi ide yang semestinya."


" Kalian berdua nggak malu sama anak dan menantu?" ejek Bunda Anisa.


" Malu kenapa coba, toh biarpun umur kami sudah tua, tapi muka masih awet muda, benar nggak Vin !"


" Tentu saja, aku setuju denganmu Alex."


" Daddy, lebih baik kita membawa tamu ke dalam rumah, masa kau tidak menyuruh mereka semua masuk ke dalam ?"


" Hehehe ... maafkan aku sayang, mari silahkan kalian masuk ke dalam !"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2